Creepy

101 16 10
                                    


VOTE BEFORE YOU READ ~ THANKS



















Warning!! Typo. Gaje.



















Tolong baca Note dibawah cerita ini ya~



















Lelaki itu menatap Dengchao lalu mengalihkan pandangan ke api yang menyala, membakar tumpukan dedaunan kering yang sudah dikumpulkan oleh tukang kebun. Di balik tumpukan daun-daun itu, ada tas cokelat Patrick yang berisi pakaiannya, dan tentu saja ikat rambutnya.




"Jangan sampai ada yang tersisa, pastikan itu." gumamnya tegas.




Dengchao menganggukkan kepalanya, "Baik, Tuan Keyu."




Lelaki itu mengernyit mendengar panggilan itu, lalu tertawa terbahak-bahak,




"Betapa aku merindukan panggilan itu. Dan hanya kau, Dengchao, pelayanku yang setia yang berani memanggilku seperti itu."




"Saya selalu setia kepada anda berdua." jawab Dengchao, suaranya masih datar.




Keyu tersenyum lambat-lambat, kebiasaannya, kalau dia ingin memerangkap seseorang.




"Benarkah? Mungkin kau memang setia pada Daniel. Tapi padaku?" dengan pelan Keyu beranjak tepat di hadapan Dengchao yang mulai kehilangan topeng datarnya, pelayan tua itu mulai kelihatan gelisah.




"Saya setia kepada anda berdua, saya pastikan itu." jawab Dengchao cepat-cepat.




"Kau memang harus setia kepadaku," gumam Keyu dengan nada malasnya yang biasa,




"Karena kalau tidak... Aku akan marah. Dan kalau aku marah... Ah tidak perlu kujelaskan, kau sudah tahu bukan?" Keyu tersenyum sangat manis.




Wajah Dengchao pucat pasi, keringat dingin mulai mengalir di pelipisnya. Dia tidak suka kalau harus terpaksa mendampingi dan berbicara dengan tuannya yang satu ini. Rasanya seperti berhadapan dengan serigala buas, yang memutuskan untuk bermain-main dulu sebelum memangsa korbannya.





Ah.... Kenapa Tuan Daniel tidak muncul-muncul?





"Saya bersumpah tidak akan berkhianat." gumam Dengchao akhirnya.




Keyu terkekeh. "Ya... Ya... Karena kalau tidak, aku akan pastikan tidak akan ada yang selamat dari kecelakaan yang kedua kalinya," Keyu menoleh, senyumnya hilang dan menatap Dengchao tajam,




"Kecelakaan yang pertama itu hanyalah peringatan. Menunjukkan apa yang bisa kulakukan kepada keluargamu kalau kau sampai berani berulah lagi, tapi aku tidak akan main-main pada kecelakaan yang kedua, kau tentunya mengerti kan?"




Dengchao mengernyit, lalu cepat-cepat menganggukkan kepalanya. Anak gadisnya dan menantunya mengalami kecelakaan parah di jalan pulang menuju rumah mereka tiga tahun lalu. Sebuah mobil dengan sengaja menabrakkan diri ke mobil mereka. Pengemudi mobil itu mati seketika, tetapi anak dan menantunya bisa diselamatkan meskipun terluka parah. Dan semua itu terjadi setelah Dengchao mencoba mengingatkan kakek Patrick bahwa ada bahaya yang mengintai cucu mereka.



From The Darkest Side // Keyu x Patrick // Daniel x Patrick / KePat  / PP6DTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang