6 🐺🐹

301 18 11
                                    

Langit masih gelap dan hujan lebat masih turun ketika Seokjin melirik keluar jendela pagi ini. Selalu ada beberapa hari dimana hujan badai akan turun di awal musim panas Pyeonghwa. Hujan biasanya akan berlangsung 1-2 hari, dan pada saat itu penduduk pulau hanya bisa diam di rumah karena memang tak ada yang bisa dilakukan di luar. Petir dan kilat terlalu tajam dan angin kencang kadang juga berhembus, sehingga para orangtua melarang anak-anak mereka untuk keluar. Selama badai, penduduk pulau diam di rumah bersama keluarga mereka. Seokjin ingat, saat masih kecil dulu, dia dan keluarganya akan bermain seharian di rumah. Appa suka main monopoli, Eomma suka main Go!, Seokjung suka main halma, sementara Seokjin suka main Halli Galli. Seokjin tersenyum mengingat kehangatan keluarganya saat badai. Meski di luar dingin, bersama keluarganya membuat Seokjin merasa hangat dan terlindungi.

Tanpa sadar, Seokjin mengeratkan pelukannya pada Kim Taehyung yang bergelung di atasnya di balik selimut mereka yang hangat. Melihat wajah damai Taehyung yang tertidur pulas, perut Seokjin sedikit melilit dan ini tak ada hubungannya dengan rasa lapar. Seokjin merutuki dirinya sendiri yang melanggar janjinya untuk tidak dekat-dekat Taehyung lagi. Tapi, Seokjin memejamkan matanya frustasi. Siapa yang bisa menolak Kim Taehyung yang begitu tampan dan menyudutkannya dengan tubuh menggigil?! Seokjin ingin menghangatkan dan melindungi Kim Taehyung saat itu juga. Seokjin menelan ludah, gugup. Melindungi? Seokjin tak berlebihan, kan? Mereka kan hanya teman. Ah, tapi teman kan juga saling melindungi, seperti dirinya dengan Namjoon dan Hobi.

Seokjin mengelus punggung Taehyung yang halus dan kini sudah hangat, tak seperti kemarin. Dada Seokjin berdesir teringat senyum Taehyung saat mereka menikmati post-coital mereka tadi malam. Taehyung bilang, hubungan mereka hanya akan ada di Pyeonghwa. Mereka berdua menyepakati itu, dan dari awal Seokjin ingin membuat Taehyung kembali ceria. Seokjin ingin melihat senyum Taehyung lebih sering lagi sekarang. Seokjin dan Pyeonghwa akan membuat Taehyung kembali bahagia saat dia kembali ke Seoul nanti.

Tar! Petir keras tiba-tiba menyambar, membuat Taehyung terbangun kaget. Seokjin tertawa gemas, merengkuh cowok itu dan memeluknya erat.

"Kaget, babe?"

Taehyung memandang Seokjin bingung seperti berusaha mengingat apa yang sedang terjadi. Tak lama kemudian dia memeluk Seokjin dan merapatkan wajahnya ke ceruk leher cowok itu.

"Pagi, Kim Tae." sapa Seokjin lembut, mencium rambut karamel Taehyung yang menggelitik dagunya.

"Pagi, Kim Seok." Kata Taehyung dengan suara serak yang teredam.

"Uhm.." Seokjin mengelus rambut Tehyung hingga ke punggung Taehyung, "No morning kiss?"

Taehyung yang masih setengah mengantuk mengangkat tubuhnya, mencium Seokjin lembut. Seokjin sudah mencium banyak orang, tapi dia harus mengakui Taehyung adalah salah satu yang terbaik. Dia tahu apa yang dia mau dan tak ragu untuk mendapatkannya. Taehyung menyisirkan jarinya ke rambut Seokjin, ciuman lembutnya mulai dipenuhi hasrat, hingga dia mulai membuka mulutnya dan menggunakan lidah untuk menjelajah Seokjin lebih dalam. Taehyung hot sekali, dengan hasrat dan gairah yang sepertinya sanggup menelan Seokjin hidup-hidup dan tubuhnya yang seperti diciptakan untuk menggoda semua yang melihatnya. Seokjin meremas pantat Taehyung dan memasukkan dua jarinya, membuat Taehyung mendesahkan namanya.

"Ah.. Jin-hyuung.."

Seokjin membalik posisi mereka hingga dia berada di atas Taehyung, membuatnya bisa memperhatikan betapa Taehyung punya mata indah yang dibingkai bulu mata yang cantik. Taehyung mendorong lembut tengkuk Seokjin agar menciumnya lagi yang dituruti Seokjin dengan senang hati.

"I'm addicted to your lips, Hyuung.." desah Taehyung di antara ciuman mereka.

"I guess, I'm addicted to you." Balas Seokjin, "Wanna warm us?"

What Happened in Pyeonghwa Island?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang