Gak usah di kasih tau juga kalian sudah tau kan dari tandanya v:
Dosa di tanggung oleh para readers U^U
/Di gebukin
.
"Bulan nya terlihat jelas. " Ucap Atsumu yang sedang terduduk di sofa kamarnya yang menuju langsung kearah jendela yang terbuka itu.
Matanya masih berfokus melihat bulan yang menerangi malamnya sekarang. "Aku tidak bisa tidur. " Ucapnya, walau sebenarnya Atsumu tahu tidak akan ada satu orang pun yang menyahuti nya malam-malam begini.
Atsumu mengamati pintu kamarnya yang masih tertutup namun tidak di kunci, jadi Atsumu bisa keluar kamar untuk malam ini. Seraya hanya untuk menghilangkan rasa bosannya.
Atsumu berjalan di lorong-lorong Istana yang di penuhi oleh pilar-pilar yang berdiri megah. Lalu setelah melihat-lihat sejenak, Atsumu langsung sedikit terkejut karena melihat sebuah tempat terbuka yang mungkin bisa di sebut sebagai gazebo?
Kakinya melangkah tanpa arah. Lalu Atsumu pergi kedapur Istana. Ya sepi sekali, mungkin para pelayan sudah tertidur didalam kamarnya masing-masing. Langkah kakinya Atsumu berubah haluan dan berjalan di sekitaran depan kamarnya.
Atsumu mengerutkan kening. Kenapa lampu dan pintu ruangan di sebelah kamarnya terbuka? Tanda masih ada orang yang belum tidur. Padahal hari sudah mau memasuki tengah malam.
Instingnya menyuruh Atsumu untuk terus melangkah maju keruangan itu.
Mendadak tubuhnya langsung merasakan panas dan dingin bercampur menjadi satu. Di tambah dengan aroma aneh membuat indra penciuman nya Atsumu tergelitiki. Atsumu memasuki ruangan itu, tidak ada siapapun didalamnya. Hanya ada sepi dan keheningan. Bahkan gorden jendela pun masih terbuka. Rambutnya juga ikut terhembus kan oleh angin malam.
Hawa angin malam yang dingin membuat suasana malam hari semakin mencekam. Atsumu merasa bulu kuduknya berdiri merinding.
"Kau belum tidur? "
Tubuh Atsumu tersentak. Pundaknya menegang terkejut. Dirinya pun berusaha untuk berani menoleh kebelakang.
"OMI!! " Teriak Atsumu, suaranya sangat melengking.
Kiyoomi yang mendengarnya langsung berjalan menghampiri Atsumu dan membungkam mulutnya.
"Apa kau tidak bisa diam? Ini malam hari, kau bisa menganggu orang lain bodoh. " Ketus Kiyoomi sembari membungkam mulutnya Atsumu. Tak lupa dengan memberi jarak agar tidak terlalu dekat dengannya.
"Ahskbsksnskhd- " Atsumu menarik paksa tangannya Kiyomi yang membungkam mulutnya. "Maaf. " Celetuknya.
"Lalu? Kenapa kau belum tidur? Ini sudah larut malam. " Tanya Kiyoomi datar.
"Omii aku tidak bisa tidurrr. " Sahut Atsumu cepat di tambah dengan ekspresi muka yang terlihat agak panik.
Kiyoomi menghelakan nafasnya panjang. "Kau itu hanya tidak bisa tertidur. Kenapa harus panik? " Ujar Kiyoomi sembari menatap Atsumu datar di depannya.
"Akaashi-san pernah menceritakan dongeng padaku. Katanya jika tidak tidur nanti di gigit kebo (baca;lembu). " Celetuk Atsumu membuat Kiyoomi tersedak oleh salivanya sendiri.
"Ap-apa kau masih percaya dengan dongeng takhayul seperti itu? " Celetuk Kiyoomi. Atsumu hanya terdiam.
Seketika Kiyoomi mengendus bau aroma feromonnya Atsumu yang berubah gelisah. Atsumu sedikit menunduk dan mengigit bibir bawahnya.
Ahh tidak tidak, Kiyoomi. Kau jangan melakukan sesuatu. Dirinya tau jika Atsumu memang menggoda. Tapi akal sehatnya Kiyoomi menahan untuk tidak mencumbu bibir Atsumu yang kenyal itu. Mendadak situasinya menjadi sangat canggung sekali.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Prince SAKUSAATSUMU:
RomanceBerawal dari seorang Omega Atsumu miya yang menjadi pelayan di Kerajaan Seijoh, mendadak di paksa untuk menjadi seorang selir. Merasa jika Pangeran bukanlah pasangan jiwa nya karena tidak bisa mencium aroma Alpha. Atsumu memilih kabur dari Istana Se...