Sorry for typo ~~
☆☆☆☆☆
"Bawa dia keluar." Suara lain menginterupsi ketegangan dalam ruang rawat Younghoon.
"Kakek?" Lirih pemuda tampan yang kini masih terbaring lemah di ranjang rawatnya.
"Pacar kamu?" Tanya Tuan Kim pada Younghoon, setelah Mama Younghoon dibawa keluar oleh pengawal Tuan Kim.
Chanhee menunduk, tidak berani menoleh pada Tuan Kim. Takut dimarahi atau dibentak seperti Mama Younghoon sebelumnya.
"Kakek..." Keluh Younghoon.
"Lho, kan Kakek cuma nanya. Nama kamu siapa, nak?" Tanyanya pada pemuda manis yang masih menunduk di dekat pintu masuk.
Chanhee akhirnya membungkuk sopan saat Tuan Kim bertanya padanya.
"Choi Chanhee, K-kek. Maaf, saya ijin keluar kalau begitu." Setelah menjawab dengan gugup dan membungkuk sekali lagi, Chanhee buru-buru menarik kenop pintu ruangan tersebut.
Namun Tuan Kim menahannya sebelum pemuda manis itu berhasil keluar dari ruangan. "Kamu disini aja, nemenin Younghoon."
Chanhee tidak tahu harus bagaimana. Dia sangat gugup dan juga takut.
"Saya gak marah sama kamu karena manggil saya kakek seperti Younghoon. Saya senang." Lalu Tuan Kim tersenyun padanya. Chanhee kembali menutup pintu. Dengan ragu berjalan mendekat ke ranjang milik Younghoon, saat pemuda tampan itu mengisyaratkannya untuk mendekat.
"Ini Chanhee, Kek. Belum resmi jadi pacar aku. Kakek doain aja. Soalnya aku gak yakin dia mau nerima aku setelah apa yang aku lakuin ke dia beberapa tahun terakhir." Ujar pemuda pecinta roti itu yang membuat Chanhee semakin salah tingkah.
"Kakak ngomong apasih? Jangan ngadu yang aneh-aneh."
"Siapa yang ngadu. Aku cuma bilang kenyataannya kok. Kamu emang belum tentu mau nerima aku, kan?"
"Kakak aja belum nembak aku kok."
"Oh, ngode minta ditembak?"
"Dasar anak muda." Sela Tuan Kim sambil geleng kepala melihat tingkah keduanya.
"Maaf, Kek. Kak Younghoon emang aneh. Gak usah didengerin." Chanhee membungkuk lagi sembari memohon maaf.
"Yaudah, lanjutin aja. Kakek pamit dulu. Kesini cuma mau mastiin kondisi kamu. Habis ini hidup kamu akan tenang dan gak akan diganggu lagi oleh wanita tadi."
"Kek.." kalimat Younghoon belum sempat selesai saat Tuan Kim menyerahkan beberapa berkas ke arah cucunya itu.
"Ini demi kebaikan kamu. Dan juga, dia harus mempertanggungjawabkan apa yang dia lakukan selama ini sama kamu. Kakek minta maaf karena lalai dan mengira kamu baik-baik saja saat tinggal sama dia."
"Kakek gak perlu minta maaf. Ini bukan salah Kakek."
"Pengadilan akan memutuskan hukumannya di sidang minggu depan. Kamu gak perlu datang. Kakek akan jauhin kamu dari dia."
"Kek, tapi Mama bisa berubah."
"Gak. Dia harus menerima akibat dari perbuatannya. Kamu cukup fokus ke perawatan diri kamu saja sampai sembuh total."
"Nak Chanhee, tolong jagain dan temenin Younghoon ya? Dia cucu kesayangan Kakek. Tapi selama ini Kakek sudah lalai."
"B-baik, Kek."
"Terima kasih, nak Chanhee." Ucapnya dengan senyum tulus.
"Sama-sama, Kek."
"Cepat sembuh, Younghoon. Kantor pusat perlu kamu secepatnya."
"Iya, Kek. Hati-hati, Kek."
Lalu Tuan Kim meninggalkan ruangan itu. Kini tinggal Younghoon dan Chanhee disana.
"Jadi?" Tanya Younghoon, dengan menatap Chanhee lekat.
Pemuda manis itu menaikkan satu alisnya, kebingungan dengan maksud pemuda tampan di depannya.
"Jadi apa?" Tanyanya balas menggenggam telapak tangan Younghoon yang kini menggenggamnya erat.
"Mau ditembak sekarang atau nanti?"
Blush ~
Perlahan wajah Chanhee memerah dan genggaman tangannya dilepas begitu saja. Malu.
"Apaan." Berusaha menetralkan detak jantungnya.
"Ciee salting."
"Gak jelas." Dengus Chanhee.
Younghoon kembali meraih tangan Chanhee dan menyatukan jemari-jemari mereka.
"Kamu mau mulai semuanya dari awal gak?" Pemuda tampan itu menatap lembut ke manik karamel favoritnya.
Chanhee yang masih berusaha menetralkan debaran di dadanya, mengangguki kalimat Younghoon."Kita mulai pelan-pelan, ya. Aku gak tau apa yang akan terjadi kedepannya, mungkin nanti aku gak selalu bikin kamu bahagia. Tapi aku akan berusaha semampu aku buat bahagiain kamu. I love you, Hee." Younghoon mencium kening Chanhee lama.
Pemuda manis itu menutup matanya dan memeluk tubuh Pemuda Kim tersebut erat.
"I love you too, Hoonie." Gumamnya di ceruk leher yang lebih tua setelah Younghoon melepas kecupannya di kening milik pemuda manis dalam dekapannya.
"Gue kaget kalian saling kenal." Ujar Hyunjae yang baru saja masuk saat mendengar kalimat Chanhee.
membuat pelukan Chanhee dan Younghoon terlepas.Tbc
Mari berdoa semoga Bbangric cepat sembuh dan member lain gak ada lagi yang kena ya, Deobi 🤲🏻🤲🏻😥
Pls stay safe guys 💗

KAMU SEDANG MEMBACA
INSANITY || BBANGNYU [Completed]
FanfictionOut of no where, he's comeback into my life and ruined my day. Also, my heart. And then, gone (again). >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> ⚠️ YANG GAK SUKA, JAUH - JAUH PLEASE! MY BOOK MY RULES. 😌⚠️ <<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<...