Ragu ; 10

79 14 0
                                    

Sinar matahari lebih panas dari sebelumnya, ia merutuki aplikasi ramalan cuaca yang ada di ponselnya yang tidak akurat itu, sebab Wianna mengenakan cardigan yang tebal. Ia mengira cuaca akan lebih cerah dan sejuk makanya ia lebih memilih memakai cardigannya. Baru pagi saja sudah membuat Wianna kesal.

Ia tak lupa dengan janjinya bersama katingnya. Ia sudah tiba lebih dulu dari sesuai yang dijanjikan.

Ia duduk sambil menunggu katingnya dan di depannya sudah ada es teh yang ia pesan. Kegiatannya tidak terlalu padat karena memang ia tidak berniat mengikuti ekstrakurikuler yang ada di universitasnya.

"Win!" Suara teriakan dari kejauhan sana. Wianna melambaikan tangannya sudah pasti itu katingnya.

Eksa segera menghampiri Wianna, "Ayo kita ke ruangan musik." Wianna paham dan segera menghabiskan minumannya itu.

"Lo nggak sibuk kan?"

Ia menggelengkan kepalanya, "Nggak kak. Kerjaan gue cuma tidur di kos an."

"Kalo nggak sibuk, ikut kali nanti jadi pengurus BEM." Ajak Eksa.

Wianna hanya menyengirkan bibirnya. "Iya nanti aku pikirin ya kak."

"SIPP." Eksa memberikan jempol kirinya ke samping kanannya.

Setelah sampai di depan ruang musik dan segera masuk ke dalam. Tiba-tiba ada, "Oh udah dateng?"

Wianna menolehkan kepalanya dengan cepat ke depan. "Loh! Kok kamu disini? Kamu ikut nyanyi?"

"Iya. Nggak nyanyi kok tapi jadi gitaris nya."

Hening seketika.

"Sebenarnya anak band dateng tapi mereka lagi sibuk." Ucap Eksa memecah keheningan.

"Kalo pake band, kenapa Sadewa jadi gitarisnya kak?"

"Gitarisnya lagi nggak bisa pas acara kita, jadi kita ajak Sadewa aja buat jadi gitarisnya." Baiklah Wianna paham.

"Sementara lo latiannya sama Sadewa dulu ya, besoknya baru ikut semua."

"Tapi sebelum itu kita tunggu orang yang bentar lagi dateng."

"Hah? Siapa kak?" Tanya Wianna kebingungan.

"Temen gue yang ngurus acara ini. Dia yang bakal koordinir acaranya jadi lo nanti ketemu dia terus buat ngeliat latian lo."

"Terus kakak ngapain?"

"Gue cuma ngajarin lo sama milih-milih lagu doang, ya kadang-kadang juga kesini tapi nggak sering." Wianna menganggukkan kepalanya.

Pintu terbuka menampakkan orang yang sedang masuk berpakaian kaos hitam dengan celana jeansnya dan juga kacamata yang bertengger di hidungnya.

"Nah ini orangnya, kenalin namanya Jean. Sadewa pasti udah tau, tapi lo pasti nggak tau, dia ngurus acaranya nanti sampe selesai."

Orang yang bernama Jean hanya memberikan senyum tipisnya.

"Oke sekarang dimulai da—" tiba-tiba pintu terbuka lagi menampilkan seseorang yang juga masuk ke ruang musik.

"Lah ngapain lo disini?" Tanya Eksa kaget.

Orang itu adalah Nevan yang tiba-tiba masuk, Nevan mengernyitkan dahinya. "Emang nggak boleh?"

"Ya, boleh sih, tapi bukannya lo lagi ngurus proposal."

"Udah."

"Terus?" Tanya Eksa lagi.

"Ya kenapa sih kalo gue pengen kesini?" Nevan segera duduk di dekat pintu.

"Ya-ya udah terserah lo lah—oke lanjut, sampai mana kita tadi?" Tanya Eksa sambil menepukkan kedua tangannya.

RAHSATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang