"Kekuatan kalian bertujuh sudah makin meningkat. Ternyata, kalian cepat sekali menguasainya."
Dalam waktu sebulan, mereka sudah menguasai kekuatannya masing-masing dengan cukup baik. Bahkan, Nathan pun sampai terkejut melihat pengendalian elemen ketujuh laki-laki itu yang jauh lebih baik dari ekspektasinya.
"Sekarang, kalian boleh istirahat."
Ketujuh pemuda itu mengembuskan napas lelah, lalu badan mereka langsung ambruk. Latihan hari ini sungguh menguras tenaga. Walaupun mereka sudah cukup terbiasa, tetapi tetap saja melelahkan.
Ada yang langsung berbaring di atas permukaan rumput, ada yang berteduh, dan ada juga yang membasuh muka dengan air yang terjun dengan derasnya. Sedangkan, Nathan hanya memperhatikan mereka bertujuh dengan tatapan sulit diartikan.
"Omong-omong, kekuatan tanahmu mengagumkan sekali, Aaron. Aku sampai melongo saking takjubnya," puji Kenzie yang tengah berbaring di samping kiri Aaron yang duduk bersandar di batang pohon.
Mata tajam Aaron langsung berbinar dan berkata, "benarkah?" Timpalnya antusias.
"Tentu saja benar. Kau paling muda di antara kita bertujuh, tapi sepertinya kekuatanmu jauh lebih besar dari yang kami bayangkan. Aku dan yang lainnya bangga padamu, Aaron," jawab pemuda berlesung pipit itu seraya mengulas senyuman hangat di wajah manis tersebut.
"Elan, Chaiden, Faine, ada yang ingin ku bicarakan pada kalian bertiga."
Elan yang hampir tertidur itu langsung membuka mata tatkala mendengar namanya disebut. Sedangkan, Chaiden dan Faine lantas menghampiri Nathan.
࿇࿇࿇
"Sebenarnya, Haven berasal dari sebuah klan. Tetapi, klannya berada di pulau lain. Namanya Pulau Frigda, yaitu pulau paling dingin dari semua pulau di dunia."
Saat ini, mereka sedang berada di kejauhan, menghindari keempat teman mereka lainnya agar tidak mendengar percakapan mereka berempat.
"Klan?" Faine sedikit memiringkan kepalanya bingung.
"Aku baru mendengar nama pulau itu. Apakah Aaron tahu soal Pulau Frigda? Biasanya, dia yang paling tahu kalau tentang pulau-pulau atau semacamnya," tutur Elan sambil mengetuk dagunya dengan jari telunjuk beberapa kali.
Nathan menghela napas pelan, lalu kembali bersuara, "awalnya, aku tidak ingin memikirkan hal itu terlebih dahulu. Tetapi, selama aku melatih kalian, hanya Haven yang memiliki aura paling berbeda daripada kalian bertujuh. Baru kali ini, aku kedinginan saat berada di dekat seseorang. Dan, seseorang yang memiliki aura dingin yang menusuk kulit hanya orang-orang dari Klan Ai saja yang punya, tidak ada selain mereka," ucap Nathan serius kepada ketiga manusia istimewa itu.
Mendengar ucapan serius Nathan, ketiga laki-laki itu saling melirik satu sama lain. Kemudian, Chaiden pun bertanya, "lalu, kekuatan sihirnya?"

KAMU SEDANG MEMBACA
SEI ISLAND (DISCONTINUED)
FantasyLegenda mengatakan bahwa Pulau Sei adalah sebuah pulau yang menjadi tempat tinggalnya para roh. Tidak peduli baik atau jahatnya mereka, semua makhluk tak kasat mata itu berkeliaran di pulau tersebut. Roh-roh di sana pun akan sangat terbuka pada man...