31 desember.Hono dan teman-temannya akan berangkat untuk tampil di acara Kouhaku dan Lingqi akan dibawa di backstage karena setelahnya mereka akan langsung berangkat ke bandara.
Hono menatap dalam diam saat Lingqi memakai lagi zirah hitamnya lalu memasang pelindung tangan dan sepatu hitamnya yang keras dan setelah nya ia terdiam dan duduk di kasur
"kau baik-baik saja. Lingqi-san?" tanya Hono saat melihat Lingqi terdiam melamun.
"Tamura...bolehkah...aku minta sesuatu"
"apa itu?" tanya Hono.
Lingqi tidak bicara tapi menggesturkan ke arah bibirnya lalu..masuk dan ia menunjukkan giginya yang dimana Hono melihat gigi taringnya mendadak memanjang dan Hono tahu apa maksudnya..
'kukira ia minta di cium tadi...astaga Hono kendalikan dirimu...eh tapi...bukannya...Yuuka-san melarang memberinya darah?....bagaimana ya?...'
"ba-bagaimana...apakah boleh?" tanya Lingqi pelan dan merasa kasihan akhirnya Hono mengangguk dan sedikit menggeser kerah bajunya.
"um...seragamku nanti kemungkinan pendek jadi...di bahu saja ya?" ujarnya.
Lingqi mengerti dan menggeser duduknya agar semakin dekat dengan Hono.
Perlahan Lingqi memegang lengan atas Hono dan menahannya sebelum mendekat ke bahu kiri gadis itu, dan Hono tanpa sadar meletakkan kedua tangannya di bahu Lingqi seperti memeluk, ada perasaan khawatir dan takut yang sebenarnya muncul dihati gadis itu.
"tahan suaramu..." bisik Lingqi di telinga Hono yang membuat gadis itu merinding dan ia mulai merasakan nafas Lingqi di bahunya.
Craaakk
"a-aammhpp" rasa sakit menyerang Hono dan nyaris membuatnya menjerit dan sadar ia harus menahan suara, Hono menutup mulutnya dengan sebelah tangan dan ketika ia merasa tidak bekerja ia lalu membenamkan wajahnya di pundak Lingqi.
Lingqi merasakan apa yang dilakukan Hono tapi ia tak beraksi apapun bahkan meski ia merasa Hono seperti menguatkan pegangan di punggungnya, karena ia sudah mulai mengambil darah gadis itu, ia harus lakukan sampai tuntas.
Tak lama akhirnya Lingqi melepaskan taringnya dari bahu Hono dan pelukan Hono padanya pun ikut melonggar.
Hono terlihat mengusap wajah dan pipinya yang basah oleh airmata yang entah sejak kapan dan melihat itu Lingqi merasa bersalah.
"ma-maafkan aku...Tamura"
Hono sempat kaget mendengar Lingqi meminta maaf karena ini pertama kali ia mendengarnya terlebih ekspresi bersalah pada Lingqi yang biasanya selalu datar, dan melihatnya membuat Hono tersenyum.
"ah tidak apa-apa...lagipula sudah tidak terlalu sakit jangan khawatir" ujar Hono dengan lembut.
Lingqi segera meletakkan sebelah telapak tangannya di bahu Hono itu dan telapak tangan itu menyala kecil dan menyembuhkan luka gigitan dengan cepat.
"maaf.." ujar Lingqi sekali lagi.
"tidak apa-apa...aku senang bisa membantumu..." Hono menengok ke bahunya dan saat Lingqi menarik tangannya lagi, Hono melihat bahunya sudah sembuh, Hono segera membenarkan pakaiannya dan menatap Lingqi yang tertunduk.
Entah mengapa Lingqi terlihat lebih sehat, wajah dan kulitnya tidak sepucat sebelumnya meski masih tetap putih, rambut perak Lingqi juga terlihat lebih putih cerah.
"Lingqi-san......."
Mendengar panggilan itu Lingqi mengangkat wajah dan menatap Hono, mata perak nya langsung bertatapan dengan Hono. Gadis itu sudah hendak bicara tapi..

KAMU SEDANG MEMBACA
The Demons Of Peace
FanfictionBagaimana jika Idol group Sakurazaka46 tak sengaja terlibat dengan sosok ksatria wanita dari masa lalu? akankah semua normal atau mereka malah harus mengalami kejadian dan petualangan di luar dugaan? find out here