POV Draco
Dari depan sini aku bisa melihatmu dengan jelas yang saat ini sedang duduk di tengah-tengah para tamu undangan yang hadir pada hari spesial-ku.
Kau tersenyum tulus padaku, seolah mengatakan jika kau baik-baik saja, dan turut bahagia atas acara pernikahanku, dan senyuman mu itu mengingatkanku pada hari dimana pertama kali kita bertemu.
Dan halte bus itu menjadi saksi awal kisah cinta kita, dan tragisnya menjadi saksi berakhirnya juga.
Aku ingat malam itu kau sedang menunggu bus dibawah guyuran salju pertama, kau terlihat sangat manis kala itu, kau memakai sweater kebesaran berwarna merah dengan beanie yang berwarna senada, kau benar-benar terlihat menggemaskan!
Ditengah ramainya orang yang menunggu bus di halte malam itu, hanya kau yang menarik perhatianku, mata hijaumu seolah menyihir ku dan membuatku tak bisa mengalihkan pandanganku padamu.
Kau membuat jantungku berdegup sangat kencang, dan di detik itu juga aku langsung bisa menyatakan jika aku sedang jatuh cinta, bahkan aku sempat berpikir untuk rela melakukan apapun demi dirimu, aku tau itu terdengar bodoh sekali untuk ukuran dua orang yang baru pertamakali bertemu, hahaha. Tapi, itulah yang terjadi padaku kala itu.
Dan pemikiran bodoh itu mengantarkan ku pada satu keberanian, yaitu menghampirimu dan mencoba mengajakmu berkenalan.
Dan kala itu kau hanya mampu tersenyum dan tersipu malu, dan senyuman itu masih sama, Rry. Baik dulu maupun hingga sekarang. Tidak pernah berubah, kau selalu terlihat manis dan menawan.
Sungguh, setiap aku mengingat kejadian itu, aku sangat malu, karena hei bagaimana bisa aku begitu percaya diri mendekatimu. Tapi, karena kebodohan itu mengantarkan kita menjadi sepasang kekasih.
Aku sangat menyukai masakan dan kue buatanmu, dan yah aku akan sangat merindukan setiap rasa yang hadir di setiap gigitannya.
Aku menyukai rambutmu yang halus, matamu yang indah, kulitmu yang lembut, dan suaramu yang merdu, aku benar-benar akan merindukannya.
Dan itu adalah hal yang aku suka darimu. Dan sesuatu yang kau suka dariku adalah mengacak-acak rambutku yang selalu ku tata rapi sedemikian rupa, kau bilang jika aku terlihat lebih tampan jika rambutku dibuat berantakan, padahal hei aku merapikan rambutku begitu juga demi terlihat tampan di depan mu. Astaga, kenapa ini lucu sekali, hahaha.
Lalu, apa kau ingat saat kencan pertama kita?, kau terlihat sangat bahagia karena bisa melihat pemandangan kota dari atas London Eye, senyum tak pernah luntur mewarnai kanvas wajahmu ayu, kau selalu berseru gembira setiap melihat kapal melewati sungai Thames.
Kau bilang itu adalah kali pertamamu menaiki London Eye, dan hal itu masuk dalam salah satu harapan mu, kau selalu berharap bisa menaiki London Eye bersama seseorang yang berharga di hidupmu, dan kau bilang orang berharga itu adalah aku, asal kau tau begitu mendengarnya, ingin rasanya aku meloncat dari atas sana, karena saking bahagianya, hahaha.
Dan hal yang lebih seru lagi saat kita jalan-jalan ke Disneyland, kau merajuk tidak ingin pulang karena ingin terus bermain disana, ohh astaga kau seperti anak kecil, tapi aku menyukainya.
Namun sayangnya semua itu hanyalah kenangan. Kenangan yang dulu kau dan aku ciptakan, dan sialnya tidak akan ada lagi kenangan baru yang tercipta diantara kau dan aku.
Karena kini aku akan menempuh hidup baru dengan pasanganku, yaitu seorang wanita cantik yang orangtuaku kenalkan musim panas tahun lalu, dan kini aku akan mengukir kisah-kisah baruku bersamanya.
Ketika pertama kali aku dikenalkan dengannya, aku sangat menolak perjodohan ini, menurutku perjodohan adalah hal yang sangat tidak adil karena mempersatukan dua orang yang tidak saling mencintai.
Terlebih lagi saat itu aku masih memilikimu, Rry. Aku tidak mau pergi meninggalkanmu, aku berjanji untuk selalu berjalan bersamamu dan mengukir asa kita bersama.
Ya sekiranya itulah yang aku katakan dulu. Namun, seiring berjalannya waktu, aku mulai menerima kehadirannya, Rry, di hidupku, dan kuakui jika itu menggeser posisimu di hatiku.
Dia gadis yang manis dan baik hati, aku selalu merasa nyaman saat didekatnya, seakan-akan dia tau apa yang aku rasakan, aku selalu merasa utuh saat bersamanya.
Hingga akhirnya malam itu aku memutuskan untuk mengambil satu keputusan yang amat berat bagiku, pada akhirnya aku lebih memilihnya dan meninggalkanmu.
Aku minta maaf karena tidak dapat menepati janjiku padamu untuk selalu bersamamu dan memelukmu setiap kali kau membutuhkan aku.
Aku juga minta maaf karena telah mengingkari janjiku untuk selalu mempertahankan hubungan kita apapun yang terjadi, sungguh aku minta maaf.
Jujur saja hatiku sakit dan hancur ketika melihatmu menangis, aku paling tidak bisa melihat buliran air mata itu keluar dari kedua bola matamu yang indah.
Namun, aku juga tidak bisa egois dan menginginkan kalian berdua, pada akhirnya aku harus tetap memilih salah satu diantara kalian, dan aku memilih dia untuk menemaniku hingga akhirnya nanti.
Pandanganku teralihkan begitu melihat seseorang yang akan menjadi pasanganku masuk bersama seorang pria tua yang akan menjadi Ayah mertuaku.
Astoria terlihat sangat cantik dengan balutan gaun putih berenda itu. Itu adalah gaun yang kami pilih beberapa Minggu yang lalu, dia tersenyum padaku dan otomatis aku pun membalas senyumannya.
Aku menitikkan air mata, sebentar lagi aku akan mengucapkan janji suci dengan seseorang yang tidak pernah aku duga sebelumnya, kukira aku akan menikah dan hidup bahagia bersamamu, Rry. Tapi ternyata takdir berkata lain dan kini aku telah menemukan belahan jiwaku yang sebenarnya dan itu adalah Astoria.
Harry, aku merasa sangat bersalah karena aku meninggalkanmu begitu saja. Tapi, semua ini aku lakukan demi dia, aku sangat mencintainya, entah apa yang dia lakukan padaku sehingga dengan mudahnya dia membuatku melupakan rasaku padamu.
Tiada kata lain yang bisa aku katakan padamu selain kata 'Maaf', kau pemuda yang baik, pasti banyak orang diluar sana yang bisa membahagiakanmu lebih dari aku.
Kau berhak bahagia setelah apa yang telah kau lalui, Rry. Aku sangat berterimakasih atas semua yang telah kau berikan padaku, kebahagiaan yang takkan pernah aku lupakan, walau aku sudah bersamanya.
Kita bertemu dengan cara yang baik dan berpisah pula dengan cara yang sama, kuharap kau bahagia selalu sama seperti aku bahagia dengan Astoria.
Aku yakin akan ada orang lain yang akan mengisi hatimu, kau pantas mendapatkan yang lebih baik dari aku.
Terimakasih dan maaf untuk segalanya Harry James Potter.
The End
Dari sisi Draco nya gini ajaa dahh wkwkwk 😅
Maaf kalau ada typo atau ada kata-kata yang rancu, permisi Byee 👋

KAMU SEDANG MEMBACA
Random Story (Drarry)
FanfictionKumpulan Random Oneshoot Drarry Warning BxB Drarry Draco Top, Harry Bot (OOC) OUT OF CHARACTER Random cerita Drarry yang bukan cuma berlatar di dunia sihir. Tokoh Harry dan kawan-kawan, serta latar dunia sihir hanya milik J.K Rowling, aku pinjem na...