Swatdee na kha ☺️ 🙏🏻
Khusus chapter 04 Adult scene
So jika tidak suka bisa di skip
.
.
.
🌈 Happy reading 🌈"Apa yang dia katakan?" Pawat masih tidak percaya
Pawat melepaskan pelukan nanon di pinggangnya, perlahan bangun dari tempat tidur dan melangkah pergi membuka pintu balkon kamarnya dan berdiri disana di temani angin malam yang beradu dengan damainya kota penuh gemerlap cahaya lampu.
Matanya menatap tajam gedung-gedung tinggi di depannya, pikirannya melayang mencari jawaban apa yang sebenarnya nanon katakan.
"Apa maksud nanon?"
Pawat sedikit syok mendengar nanon mencintainya bukan sekali dua kali ada orang yang bilang mencintai dirinya juga banyak perempuan di luar sana mengejarnya meski sudah ia tolak berkali-kali karna dia tidak nyaman dengan kalimat itu
(aku mencintaimu) terdengar bulshit di telinganya.Ntah kenapa malam ini berbeda?
biasanya dia akan risih jika ada seseorang yang mengatakan hal itu dan nanon baru saja mengatakannya mengapa dia tidak merasa terganggu, ada yang aneh dengan dirinya.Pawat membalikkan tubuhnya menghadap ke arah dalam kamar tepat dimana nanon tidur menyamping, pandangannya lurus tak terbaca selama ini dia hanya menganggap nanon sebagai sekretaris pribadi nya hanya itu.
" sebenarnya apa yang ada di otak bacah itu?
Pawat kembali masuk kedalam kamar dan menguci pintu balkon pelahan melangkah mendekati kasur lalu naik dan berbaring di samping nanon yang tertidur pulas seperti bayi.
***
Keesokan paginya
Perlahan nanon membuka matanya dan melihat tempat tidur disampingnya yang sudah kosong
"Kemana pawat? Apa dia sudah bangun?"
Nanon duduk bersandar dan merenggangkan otot-otot nya kebiasaannya jika bangun tidur
Jam menunjukkan pukul 05.00 nanon bergegas mandi setelah mandi dan berpakaian rapi ia melangkahkan kakinya ke luar kamar mencari keberadaan pawat ternyata orang yang di carinya sedang duduk dengan laptop di pangkuannya.
"Gue kira lo udah berangkat"
nanon langsung duduk di sebrang meja dan menyiapkan sarapan pagi nya 2 potong roti tawar dengan selai coklat di tengahnya.
"Hmm"
"Eh gue ikut lo kan?" Nanon bertanya sambil melahap roti di tangannya
"Cepat jika gak mau gue tinggal" pawat langsung menutup laptopnya dan melangkah pergi meninggalkan nanon yang sedang menyantap sarapannya
Nanon langsung mengambil tas kerjanya dan langsung mengejar pawat dengan mulut yang masih penuh oleh roti.
"Lo ya Paw gak sabaran banget tungguin kek gue juga lagi makan main asal tinggal aja"
cerocos nanon saat mereka sudah ada di dalam mobil siap berangkat ke kantor pawat
"Makanya bangun jangan ke siangan" tegas pawat
"Eh gue bangun jam 05.00 kesiangan dari mana"
Sungut nanon tidak terimaHening tidak ada lagi yang berbicara hingga tiba-tiba pawat menepikan mobilnya, nanon menoleh ke arah pawat dan bertanya
"Kok berhenti?"
Pawat menatap nanon dalam tak terbaca
"Sejak kapan?" Tanya pawat

KAMU SEDANG MEMBACA
Can I Get You (OhmNanon)
RomanceMencintainya adalah kesalahan Meninggalkannya adalah keharusan "Jika cinta sebuah kesalahan lantas mengapa kebenaran membawa kehancuran?" Hanya kisah Nanon yang memendam perasaannya, pada sang CEO yang jelas-jelas menolaknya. Bagaimana akhir kisah c...