✴️41✴️

119 21 0
                                    

₹Sam POV₹

Widih, dapet bagian!

Ehem! Ehem!

Aku menemani cyborg tua yang galau ini habis diputusin my bestie.

Aku ajak minum-minum saja habis dari kantor polisi.

My bestie pulang katanya, kalau ngikut dia bilang beban.

Padahal nggak, epic malah bisa terbang plus dikit sihir jadi penyihir dia sekarang.

"So you wanna talk about it?"

"About what? It's my problem with her not you Sam"

Ngambek si kakek, bisa-bisanya my bestie kencan sama kakek-kakek.

"Mungkin aku bisa bantu kau buat balikan, kau tidak mau putus kan? Kenapa kau menurut saja padanya?"

"Aku hanya ingin menghargai keputusannya saja dan ada bagusnya perkataan terapisku, tumben"

"Loyal hm?"

"Kenapa kau lebih menyebalkan ketika menyangkut [y/n]?"

"Well, she is my best friend, childhood friend"

Ah, lagi-lagi tatapan itu! Tatapan seolah ingin membunuhku. "You didn't have another feeling with her?"

"I was, i was"

Hah, so nostalgic.

"Ketika aku sadar itu hahya perasaan kagum, sekarang tidak. Kenapa cemburu?"

Ini kakek cemburuan amat.

"Sekarang dia sudah seperti adikku meski pikirannya itu terkadang tidak sesuai dengan umurnya"

"Kau lebih tahu [y/n] daripada aku ya"

"Because she is my family and we are grow up together"

"Tell me more about her"

"Well if you want to know i will tell everything but--"

"I will telling you about it"

"Oh, itu adil, ok"

Aku ceritakan semuanya tentang [y/n]

Dari masa kecilnya yang kelewat jenius dan dia memang tidak punya teman sejak masa sekolah hanya karena dia paling muda di antara yang lain.

[Y/n] pernah dirundung tapi dia bisa mengatasinya sendiri, tapi anak-anak tetaplah anak-anak, dia menangis kencang sambil cerita apa yang dia alami di sekolah padaku.

Dia maunya orang tuanya tidak tahu tapi entah bagaimana mereka tahu.

Namanya orang tua pasti tahu ada yang tidak beres dengan anaknya.

"Aku sangat iri dengannya yang lompat kelas dan terlihat keren, itu tak adil bagiku yang laki-laki ini"

"Sound like her..."

Aku cerita masa kecil kami yang memalukan sampai ke yang paling bodoh menurutku.

Si kakek cuman cengar-cengir nggak jelas.

Kakek bucin.

"Then that tragedy...", tragedu yang sangat membuatku terpukul. "Rumahnya terbakar bersamaan dengan anggota keluarganya...aku tidak percaya dia mati tapi orang-orang memintaku untuk menerima segalanya"

"That's all my fault..."

"What?"

"I was...kill her family and kidnapped her by Hydra...it was me as the Winter Soldier"

"Wait, what did you say?"

Aku tidak tahu soal ini bahkan dari mulut [y/n] belum pernah cerita hak tersebut.

Fakta yang membuatku terkejut setengah hidup.

"Aku tidak punya pilihan Sam...i'm sorry about that tragedy"

"I wanna punch you byt it is not the right time", tahan emosi tahan! "You should--"

"Aku sudah mengatakannya padanya...dia memaafkanku"

Oh, bagus kalau begitu.

"Is so complicated"

"Now tell me why you cheating with her?"

"Aku tidak pernah bermaksud berselingkuh dari [y/n]zini hanya salah paham. Seseorang terus memaksaku megencani gadis di bar sushi itu, dia juga ayah dari korban tak berdosa yang aku bunuh saat menjadi Winter Soldier"

"Sekalipun begitu seharusnya kau bilang sudah punya pacar dan tolak saja. Kalau kau bilang tidak enak karena dia ayah korbanmu berarti kau bodoh"

Benar-benar deh, aku tidak tahu isi pikiran kakek cyborg ini bagaimana.

Masa hanya karena itu?

"Yah, kali ini kau yang bodoh tapi [y/n] juga bodoh tidak mau dengar penjelasan lengkapnya", mereka berdua ini dasar.

"Apa dia cerita padamu soal dia dan dr. Strange?"

"Belum, dia hanya bilang dia dapat masalah karena dirinya yang lain"

"Another?"

Aku hanya mengangkat bahuku.

Aku saja tidak tahu maksud bestieku yang kelewat jenius itu.

Ulah apalagi yang dia buat selama 5 tahun lalu?


Truly I AmTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang