Namanya Zahra Audriana, gadis berumur 14 tahun yang meninggal karna tabrak lari itu masuk ke dalam tubuh karakter anime.
Ya, dia masuk ke dalam tubuh adik dari pemimpin Toman, Emma Sano. Senang memang, hanya saja dia tidak terima harus mati lagi.
"M...
Pagi sudah datang, Emma langsung menyiapkan makanan untuk Mikey. Begitu-begitu skill memasak Emma (asli) masih ada, jadi untuk rasa dia bisa percaya diri.
Di sofa, terlihat lelaki imut tengah tertidur manis. Emma sangat gemas melihat hal langka itu, rasanya ingin mencubit pipi kakaknya.
"Mikey, bangun!"Ucap Emma sambil mengguncang-guncangkan badan lelaki itu.
Tapi lelaki itu sama sekali tidak bangun-bangun, walau sudah ia cubit sekalipun. Tetap saja tidak ✨bangun✨, sepertinya Mikey benar-benar kelelahan.
"Astaga anak kebo ini!! Kokonoi bisa kau bantu aku membangun kan, Mikey??"Teriak Emma. Lelaki berambut hitam yang tengah mandi money itu ( ͡°ᴥ ͡° ʋ) meneriaki Emma kembali.
"Tunggu sebentar Emma-san! aku akam segera selesai dengan urusan pagi hariku"Teriak Kokonoi.
Beberapa saat kemudian Kokonoi datang menggunakan baju yang seksot abizzz. Sampai membuat author mimisan membayangkan nya(≧(エ)≦ ).
"..MIKEY BANGUN!! EMMA-SAN PINGSAN!!"Teriak Koko dikuping Mikey. Lelaki itu tiba-tiba langsung terbangun dengan wajah kaget.
"MANA EMMA?! APA DIA BAIK-BAIK SAJ-"Ujar lelaki itu sambil celingak-celinguk kanan kiri. Emma dan Kokonoi yang melihat itu tertawa dengan suara keras.
Tentu membuat Mikey langsung badmood, dia tidak suka candaan seperti itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mereka pun sarapan bersama, Mikey masih terlihat marah karna kejadian tadi. "Maaf ne Mikey, itu salahmu juga tidak mau ku bangunkan dengan cara normal"Ucap Emma.
Mantan pemimpin Toman itu masih diam, pipinya yang embul masih saja seperti itu. Emma benar-benar harus menahan tawa.
Sepintas ide jahil muncul dibenak Emma. "Yasudah jika kau tidak mau memaafkan ku, maka aku akan menganggap kakakku itu Koko saja!"
Mendengar penuturan Emma, wajah Mikey berubah. Tidak-tidak, bukan berubah dalam kata baik, tapi dalam kata sebaliknya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Tadi kau bilang sesuatu bukan, Emma? coba kau ulangi ucapan mu itu"Ujar Mikey yang membuat bulu kuduk Emma berdiri.
'Hey-hey!! bukankah di manga serta anime nya mikey gak gini-gini amat ya?? ini gw masuk fanfic atau cerita orinya sih'Pikir Emma bingung setengah mati.
'Ya Tuhan.. ada salah apa aku hingga kau membuatku seperti ini? capek saya'Pikir Kokonoi dengan nasibnya.
"Canda, Mikey! mana mungkin, kan? hahaha.. kakakku itu kau, mana mungkin Koko~"Ujar Emma. Dan hebatnya berhasil, Mikey kembali.
"Tapi sebentar dulu Emma, bagaimana kau tau nama lelaki itu Kokonoi? kau pernah bertemu dengannya, huh"Ujar Mikey sambil melirik tajam Kokonoi.
'Mana mungkin gw gak tau husbu sendiri bambang, tapi masa saya kudu bilang begitu? yang ada langsung mati ditempat'Pikir Emma.
"Haha.. "Tawanya pelan. Dia pun melihat beberapa tempat. Dan lucky menemukan sesuatu untuk bisa dijadikan alasan.
"Lihat itu Mikey! itu baju yang Kokonoi pakai, bukan? dan itu tertulis namanya"Ujar Emma berusaha meyakinkan.
"Kenapa kau tau? bukankah saat kau terbangun hanya ada aku- ah.. jangan bilang kau hanya pura-pura tidur, Emma"Ucap Mikey dengan senyuman seram.
"Maaf Mikey, aku hanya memejamkan mataku, lalu.. aku hanya mendengar saat kau bilang ingin membuat geng baru"Ucap Emma. Tidak sepenuhnya salah, dan tidak sepenuhnya benar juga.
Mikey menghela nafas, dia tidak ingin menambah beban ke adik perempuannya. Mereka pun makan dengan hikmat.
Lalu berbicara mengenai apa yang akan mereka lakukan ke depan. Mikey menyuruh Emma untuk kembali kekamar nya.
Tapi Emma tidak mau, dia bilang dia ingin menonton televisi saja. Mikey pun mengijinkan hal itu.