Bab 16

27 9 1
                                    

Vote dulu yuk, comment kemudian yah!

Kafe sudah mulai gelap dengan suasana yang terasa lebih sepi, pertanda shift bekerja Tamli malam itu sudah berakhir. Setelah menyelesaikan pekerjaannya, ia pun mengganti seragam yang ia kenakan dengan baju yang sebelumnya ia pakai. Melihat ke dalam ruang loker, hanya ada dirinya sendiri ternyata. Shana sudah pulang sejak tadi, sementara Dira baru saja berpamitan pada Tami untuk pulang lebih dahulu.

Selesai berganti pakaian, Tami pun bergegas menuju pintu keluar kafe. Ia sudah memesan ojek online sejak tadi, namun belum juga ada yang mengambil orderannya. Ia menghembuskan napas kasar, ketika menatap aplikasinya yang masih mencari pengemudi yang bersedia mengambil orderan miliknya. Tami menatap langit yang gelap tanpa ada bintang terlihat, pertanda sebentar lagi hujan akan turun. "Karena mau hujan kali yah, gak ada yang mau ambil orderan gue," gumamnya pada diri sendiri di depan kafe.

"Udah dapet gojeknya?" Sebuah tepukan di bahu Tami membuat wanita itu mendongak melihat siapa sosok yang mengagetkannya itu.

"Belum, Mas. Kayaknya mereka mendingan bobo di rumah dibanding ambil orderan gue," decak Tami dengan wajah cemberut.

"Bareng gue aja," ajak pria itu sambil berlalu tanpa menunggu jawaban Tami. Romi sudah lebih dahulu menuju tempat parkir, di mana ia bisa memarkirkan kendaraannya. Sementara Tami, tanpa menunggu ajakan dua kali dari pria itu, sudah langsung menyusul dengan setengah berlari.

"Terima kasih, loh, Mas. Tapi gak ngerepotin kan yah?" tanya Tami dengan perasaan tidak enak, tapi butuh. Sehingga yang muncul hanya cengiran khasnya selepas bertanya pada Romi.

"Halah, basa-basi banget sih, Mi," jawab Romi sambil memberikan helm kepada Tami dan wanita itu menerimanya dengan senang hati.

Setelah Tami duduk dengan nyaman di jok motornya, Romi langsung menjalankan motornya keluar dari area parkir kafe. Keadaan jalanan jauh lebih lengang malam itu, mungkin karena malam sudah larut, ditambah cuaca yang mendung, otomatis membuat orang-orang malas berada di jalan saat ini.

"Kaki lo gimana?" tanya Romi sambil matanya tetap fokus menatap keadaan jalan.

"Sudah lumayan, Mas. Cuma kalau kegesek celana, agak perih aja," jawab Tami dengan jujurnya.

Penasaran sama kelanjutan ceritanya, cuss ke aplikasi Fizzo, di sana lebih lengkap dengan ekstra part. Search aja "When We Meet"

When We Meet (Complete) Move To FizzoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang