Setelah sebulan lebih dengan kesibukan yg menyiksa dimulai dari bekerja, kuliah dan juga menjadi panitia Maulid Nabi. Hufttt akhirnya hari ini tiba juga, Rasa-rasanya ingin cepat selesai dan terlepas dari tanggung jawab ini.
Semalam mas Firman menghubungi ku katanya Kyai Husein sudah tibah di Bandara internasional Taoyuan bersama dengan putra sulungnya. Sejujurnya saya kurang begitu tau tentang Kyai Husein itu tapi karena kami sudah sepakat untuk mengundang beliau atas saran mas Firman tentunya. Katanya sih guru besar dan pemilik pesantren di kudus -jawa tengah.
Pagi ini setelah mengecek persiapan yang ada dilokasi yang diadakan di aula dan pelataran Taipei Main Station . Saya izin untuk pergi ke masjid yang tak jauh dari lokasi untuk sholat dhuha, oiya kalo ada yg bertanya kenapa gak diadakan di masjid saja acaranya, jawabannya adalah karena sudah pasti enggak muat. Dan TMS adalah tempat paling strategis yg dikunjungi banyak pekerja migran saat liburan.
Setelah sholat dhuha, saya fikir masih punya waktu hanya sekedar untuk baca beberapa ayat, akhirnya saya baca alqur'an sebentar. Tiba-tiba ada orang berbisik dan berhasil menghentikan aktivitasku .
"Mbak ila, rombongan Pak Kyai mau sholat dhuha" Suara Aisyah dengan berbisik.
"Dimana mereka syah? " Tanyaku pada aisyah
"Sudah diluar masjid, lagi ngobrol sama Pak Budi sambil lepas sepatu. "
Akhirnya saya menyudahi kegiatan saya dan segera berkemas untuk kembali ke lokasi. Jangan sampai mereka lebih dulu sampai di lokasi, karena saya juga bertugas membaca Al-qur'an untuk pembukaan acara .
Acara dimulai jam 10 pagi, kurang 10menit lagi saya akan melaksanakan tugas yg sudah saya siapkan jauh-jauh hari. Saat saya sedang menunggu saya melihat mas Firman dan juga beberapa orang yg saya yakini Pria paruhbaya yang diapit oleh Pak Budi dan mas Firman itulah Pak Kyai Husein. Tiba-tiba mata saya berpapasan dengan sepasang mata seorang lelaki, sayapun langsung menunduk dan menyapanya dengan tangan yg ku tangkup didadah.
Entah kenapa hari ini saya sangat nervous setelah tak sengaja bertatap mata dengan pria itu. Padahal biasanya saya adalah orang yang tidak pernah takut dengan siapapun berhadapan apalagi sampai senervous ini.Setelah melaksanakan tugas itu, akhirnya saya bisa bernafas lega. Alhamdulillah lirih ku dalam hati.
Senin, 7 Februari 2022

KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Cinta , Waktu & Allah ( Penantian Cinta )
Spiritual( Spiritual - Romance ) "Kalau ntar Dilla ndak bisa kasih anak gimana? " ucapnya sembari terisak pilu. "Bagaimana kalau sebaliknya? Bagaimana kalau Mas yang ndak bisa? " balas Gus Nauzan yang membuat Dilla diam dan semakin menunduk . "Denger mas ya...