26. vennsis

283 52 4
                                    

Suatu saat nanti kamu akan mengingatku, entah sebagai orang bodoh yang berhasil kamu tipu, atau sebagai orang baik yang kamu sia-siakan.

Suatu saat nanti kamu akan mengingatku, entah sebagai orang bodoh yang berhasil kamu tipu, atau sebagai orang baik yang kamu sia-siakan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


🌨🌨


Willona sudah kembali masuk sekolah. Di kelas, Willona hanya diam melamun dan tidak se ceria biasanya. Teman-temannya sudah berusaha menyemangati Willona.

Sudah jam istirahat, Saffa, Reyya, Jay dan Barra mengajak Willona ke kantin.

"Will ayo ke kantin, ada menu baru"

Barra mengangguk, "Iya Will gue traktir deh. Lo mau apa aja." Kata Barra membujuk Willona.

"Gue juga dong" Sahut Reyya melihat Barra.

Barra yang gemas pun menjawil pipi Reyya, "Apasih yang engga buat kamu."

"Si anjir mulai bucin ni anak dua"

"Yeu dasar bulol"

Mereka sudah sampai di kantin, suasana di sana sangat ramai. Saffa dan Barra yang bertugas memesan makanan akhirnya datang.
Terlihat raut wajah Saffa yang antusias dan duduk dengan tergesa, "Si Minji keluar dari sekolah woi. Malu kali ya dia."

Barra yang mendengar itu pun ikut menyahut, "Padahal cantik ye. Kok mau aja sih sama om-om, mending juga gue."

Reyya berdecak lalu mendelik tajam menatap Barra.

"Ututu engga ko reyya yg paling cantik"

Saffara memutarkan bola mata malas, banyak orang yang sedang kasmaran akhir akhir ini.

Selesai makan di kantin mereka langsung pergi menuju kelas, Willona izin pergi ke kamar mandi.
Saffa dan juga Reyya ingin mengantar Willona karena mereka berdua khawatir, tetapi Willona menolak untuk di antar.

Ketika keluar kamar mandi, tidak sengaja Willona berpapasan dengan Narendra.
Gadis itu hendak berjalan melewati Naren, namun tangannya di cegat oleh cowok itu. Willona yang merasa tangannya di tahan oleh Naren pun segera melepaskannya.

"Kenapa lagi?" Tanya Willona kepada Naren dengan suara yang terdengar lemas.

"Will turut berduka cita ya, maaf gue ga bisa ke rumah lo langsung waktu itu dan baru bisa ngucapin sekarang"

Willona mengangguk, "Iyaa ka."

Willona melangkahkan kakinya dari hadapan Narendra.

"Will gaada kesempatan lagi buat kita?"

Langkah Willona seketika berhenti lalu menoleh ke arah cowok itu.

Willona diam beberapa detik sebelum menjawab, "Ga ada dan gaakan pernah ada."

"Will tapi aku udah minta maaf aku nyesel atas semua perbuatan aku ke kamu"

"Bagus deh kalau lo mikir"
Setelah mengucapkan itu, Willona kembali melangkahkan kakinya meninggalkan Narendra di belakang.

Just Feeling || { Winter - Jake } Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang