Heeseung, Niki, dan Jungwon mengernyit bingung saat Jay kembali dari kamar rawat inap Mirae secepat ini. Laki-laki itu baru pergi ke kamar gadis itu sekitar 15 menit yang lalu dan sekarang ia sudah kembali ke kantin, menemui ketiga temannya.
"Kenapa, Jay?" tanya Niki.
"Ada yang ketinggalan?" sambung Jungwon.
Jay duduk di samping Heeseung. Wajahnya terlihat pias.
"Mirae gimana?" tanya Heeseung.
Jay tidak menjawab. Laki-laki itu menangkup wajahnya.
"Something happened," celetuk Heeseung. "Museun irisseo?"
Niki dan Jungwon saling bertatapan. Entah apa lagi yang Jay alami itu jelas membuatnya terpukul.
"Ya, Mirae enggak apa-apa, kan?" tanya Jungwon curiga.
Jay mendengus panjang dan mengangguk pelan.
"Terus lo kenapa?" tanya Niki.
"She remembered everything," jawab Jay.
"Maksud lo?" tanya Heeseung.
"Dia ingat masa lalunya, Hee," jawab Jay dengan mata berkaca-kaca. "Dia tahu... gue selama ini bukan siapa-siapa dia."
"Apa aja yang dia bilang?" tanya Jungwon.
"Dia nanya kenapa Youngjae udah enggak ada dan gue enggak kasih tahu," jawab Jay. "Kenapa gue malsuin kehidupan dia, kenapa gue nutupin semua dari dia."
Niki, Jungwon, dan Heeseung menatap Jay khawatir. Tidak hanya Mirae yang hancur, mereka yakin Jay juga pasti sedang hancur sekarang. Apalagi Jay sudah berkali-kali mengatakan bahwa ia menyukai Mirae, dan sekarang keadaan sudah berubah 180 derajat.
"Gue udah enggak tahu harus gimana," ujar Jay putus asa.
"Emang harusnya dari dulu gue biarin Jake ngasih tahu semua ke dia kebenarannya gimana. Gue selalu ngalang-ngalangin Jake, dan berakhir berantakan gini."
"Ya, geuman. Lo, kita, semua tahu kalau Jake bukan orang baik-baik buat Mirae. Keputusan lo buat jauhin Mirae dari Jake itu udah benar, Jay," elak Heeseung.
"Maja, jangan terus-terusan salahin diri lo sendiri. Enggak semua yang berantakan itu karena salah lo," timpal Niki.
"Tapi, kalau Mirae tahu ini dari dulu kan gue enggak perlu bener-bener naro perasaan gue buat dia dan dia enggak perlu suka sama gue juga. Dia enggak perlu sayang sama gue karena dia pasti udah kecewa lebih dulu sama gue karena gue malsuin kehidupan dia," jelas Jay.
"Cukup bilang lo malsuin kehidupan dia terus, Jay," ketus Jungwon.
Jay menatap Jungwon dengan mata memerah.
"Lo enggak memalsukan kehidupan dia. Lo menyelamatkan dia. Kalau dia ingat kejadian itu dia mungkin bisa trauma dan bikin kondisinya semakin enggak stabil. Dia enggak bakalan bisa bersama-sama sama kita sampe sekarang. Dia ada disini karena Tuhan izinin, berhenti salahin diri lo sendiri," ucap Jungwon.
"Gue setuju. Jangan biarin lo kelihatan jadi villainnya disini. Yang sebetulnya berengsek itu Jake, lo enggak salah apa-apa," sahut Heeseung. "Dia bahkan nyaris ngehabisin lo kemarin. Dia yang salah, Jay. Lo disini korban, sama Mirae."
Jay mendengus panjang. Ia tidak tahu harus menanggapi apa. Ia sedang berada di titik terendahnya dimana ia ingin semua ini berakhir sekarang juga. Ia berharap semua yang ia lalui sampai sekarang ini hanya mimpi agar ia bisa memaksa badannya untuk bangun sekarang juga.
"Udah, Jay, jangan dipikirin dulu. Lo tenangin diri lo dulu sekarang, besok lo jelasin ke dia kenapa lo lakuin semua ini," suruh Heeseung.
"Gimana caranya Mirae bisa ingat itu semua coba?" tanya Jungwon. "Kan kepalanya enggak kena pukulan."

KAMU SEDANG MEMBACA
Forgotten || Park Jongseong (Jay) [16+]✔
Fanfiction[COMPLETED✅] Menjadi tampan dan populer tidak menjamin hidup kalian akan bahagia. Bagaimana jika kalian berteman, bahkan bersahabat, dengan seorang perempuan super ekstrovert dan terlalu lugu? Jika kalian mengalami hal ini, mungkin kalian akan paham...