Ada rasa rindu yang hanya bisa diobati dengan do'a. Sudah tidak bisa lagi pulang, karena yang ingin dituju sudah berpulang.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🌨🌨
6 tahun telah berlalu, seorang pria tampan baru saja pulang dari Inggris setelah menyelesaikan kuliahnya.
Hari minggu ini dia berencana bertemu dengan teman temannya utuk saling melepas rindu.
Dia datang ke salah satu restoran di dekat taman kota.
"Woy Gav anjir makin seger aja nih!" Sapa Barra berpelukan dengan Gav layaknya seorang pria ketika mereka bertemu.
"Gila aura anak oxford beda banget ya" Gurau Jayden terkekeh bersalaman tangan dengan Gav setelah Barra melepaskan pelukannya.
"Gav makin ganteng aja" Kekeh Saffa mengangkat kedua alisnya menatap Gav dengan niat bercanda.
"Eiy ... jiwa buaya betina lo emang ga pernah ilang ya dari dulu"
"Iya emang gue buaya betina, ga kaya Reyya yang stuck sama lo doang. Ewh dasar bucin lo Rey!" Sindir Saffa membuat semuanya tertawa.
"Itu namanya cinta."
"Ngomong-ngomong tentang Reyya, gue mau ngasih kalian sesuatu nih." Kata Barra tersenyum menatap mereka secara bergantian.
"Wah apaan tuh? tumben amat lo ngasih kita sesuatu, biasanya kita yang ngasih lo sesuatu" Ujar Jayden tertawa.
"Sialan lo, kali ini beda. Gue udah paling unggul daripada lo semua ya! liat aja nanti." Tunjuk Barra kepada Jayden dan juga Gav yang sedari tadi hanya terkekeh melihat perdebatan kecil mereka.
"Lama deh ah! tinggal kasih aja." Tegur Reyya menyikut perut Barra dengan gemas, sontak hal itu membuat mereka bertiga bersorak meledek mereka. Seperti dulu kala.
"Caileh gue ketekin juga lo berdua lama-lama" Gurau Jayden membuat Saffa tergelak memukul lengan cowok itu.
Barra tertawa lalu mengeluarkan tiga buku tipis berbentuk persegi panjang, Jayden dan Saffa yang terkejut pun menarik benda itu dengan tidak santai dari tangan Barra.
"HAH?! LO MAU NIKAH?! SAMA SIAPA ANJIR?!"
"YA SAMA GUE LAH ONCOM, EMANG SAMA SIAPA LAGI?!" Semprot Reyya menoyor kepala Saffara pelan.
"Lo ga ...?"
"Aman, gue cinta sama dia. Ga mungkin gue berani ngapa-ngapain dia."
"AAAAA SO SWEET, SELAMAT REYYA!"
"Selamat Bar, selamat juga Rey. Semoga semuanya lancar sampe hari H." Ucap Gav menepuk pundak Barra dengan pelan seraya tersenyum, di susul oleh Jayden yang mengucapkan selamat kepada mereka berdua.
"Thanks bro, pokoknya lo bertiga kudu dateng bawa gandengan. Gue ga mau tau ya."
"Gue aman, Saffa mana gandengannya?" Tanya Jayden menoleh ke kanan tepat di mana Saffa berdiri.