bab 23'

1.4K 144 12
                                    

Selamanya Milik Hayden Dennis

PANCARAN cahaya matahari yang menembusi langsir membuatkan Orkid terjaga dari lenanya . Terkebil - kebil matanya membuka saat pancaran sinaran matahari terkena pada retina matanya . Dia menguap kecil .

Setelah matanya sudah tidak kabur , dia bangun dari baringannya . Tangannya naik mengenyeh matanya . Namun satu tangan yang menghalang nya membuatkan dia mendongak .

"Awak..."

"Jangan tenyeh mata tu sweetie . Nanti rosak , nak mata kau rosak ?" Tegur Hayden lembut . Orkid menggelengkan kepalanya laju .

"Tapi gatal lah..." Kata Orkid manja . Dia memandang Hayden simpati . Hayden menahan senyum dari terukir di bibirnya saat ini . Ya Allah , kenapa comel sangat isteri dia ni !

Tanpa aba-aba Hayden mendekatkan wajahnya pada wajah Orkid . Terbelakang sedikit Orkid kerana terkejut dengan gerakan itu namun pantas saja Hayden menahan di belakang kepala Orkid . Mata Orkid yang memandangnya itu ditiup lembut . Terkebil-kebil Orkid . Sesudah itu , Hayden menjarakkan sedikit wajahnya dengan wajah Orkid .

"Gatal lagi tak ?" Tanya Hayden ingin tahu.  Orkid menggelengkan kepalanya bahawa matanya yang gatal sudah hilang yang ada sekarang hanya lah jantungnya yang terlalu berkerja keras walaupun masih pagi.

Hayden memandang wajah Orkid lama . Entah kenapa dan bagaimana dia boleh jatuh cinta pada Orkid , seorang gadis yang polos dan naif . Seorang gadis yang lembut dan baik . Jauh beza dengan dirinya , yang dingin , beku dan kejam .

Orkid sudah melarikan matanya dari melihat wajah Hayden . Bibir bawah digigit lembut . Gemuruh !

"Aku pernah beritahu kau kan ?"

Terus Orkid memandang Hayden apabila suara Hayden kedengaran . "Beritahu apa ?"

Hayden tersenyum sinis . "Don't bite your lips my orchidee. Ia akan membuatkan aku nak cium kau dengan rakus."

Berbahang habis wajah Orkid apabila mendengar jawapan itu . Air liur ditelan payah . Badan Hayden ditolak lembut menjauhi nya .

"Sa...saya nak mandi . Aaa...awak duduk lah kat so...sofa dulu." Dalih Orkid . Dia berusaha untuk menjauhkan Hayden darinya namun sedikit pun Hayden tidak bergerak . Malahan Hayden semakin mendekatkan dirinya dengan Orkid . Semakin menyerlah senyuman sinis Hayden melihat wajah isterinya yang berbahang .

Tanpa kata , Hayden terus menindih kan bibirnya dengan bibir pink milik Orkid . Membulat mata Orkid apabila merasa bibirnya ditindih dengan sesuatu yang basah dan lembut . Dalam beberapa minit bibir mereka bertindih , Hayden mula melepaskan dan menjarakkan kedudukan mereka . Hayden berdiri tegak di sebelah katil dengan hanya memakai seluar pendek tanpa baju .

"Go , bersihkan diri . Kejap lagi kita dah nak bertolak balik." Kata Hayden selamba seperti tiada apa yang terjadi sebelum dia berjalan pergi meninggalkan Orkid seorang diri di atas katil hotel itu .

Orkid pula masih terpaku dan membatu . Sedikit pun dia tidak bergerak . Dia sudah seperti tugu negara saja . Tak mungkin...Perlahan , tanganya naik memegang bibirnya yang masih terasa basah itu .

"Dia...cium aku...He take my first kiss...without my permission !" Bagai mahu menangis Orkid saat ini . Tangannya diketup pada wajahnya . Malu yang terasa sampai ke negeri ayah pin ! Ya Allah , baru saja sehari mereka halal sudah begini . Macam mana dengan hari yang seterusnya ? Adakah dia akan mengalami masalah jantung atau wajah melecur ?

Cik Bunga Untuk Tuan Mafia Where stories live. Discover now