Chapter 14

883 104 13
                                    

Vote sebelum membaca(ノ`Д´)ノ彡┻━┻


⚠🌡️️⚠️

"Apa yang kalian lakukan?"

!!!!

Semua menoleh. Sosok iblis menyeramkan yang menjelma menjadi manusia itu berdiri dengan tatapan membunuh. Keempat perundung tadi terdiam mematung. Mata mereka sampai susah dikedipkan. Ray terlihat seram sekali saat ini. Kedatangannya membawa hawa dingin yang menusuk kulit.

"Aku tanya. Apa yang kalian lakukan?" tanya Ray lagi seraya berjalan mendekati mereka semua.

Halley menatap nanar pada kehadiran Ray. Dia senang sekaligus merasa bersalah. "Ray... " harunya.

Hans memberanikan diri dan menghadap Ray, namun keberanian itu nyaris hilang karena penuh dengan keringat dingin di wajahnya. Ia menatap Ray sok berani dan mencengkeram kerah leher Ray. "Kami melakukan ini." Hans menarik badan Ray ke arah tembok dan menghempaskannya. Ray tersungkur setelah menabrak tembok cukup keras.

"Ray!!!" Halley berteriak cemas.

Sementara ekspresi semua orang berubah secepat kilat menjadi senang. Orang yang sangat mereka takuti rupanya terjatuh hanya dengan sekali lemparan pelan saja. Percuma mereka takut selama ini.

"Wah, wahhh~ Aku tertipu." Nicki terkekeh dan berjongkok di depan Ray. Ia menatap Ray rendah sambil meludahinya. Cuih! "Kau hanya bajingan lemah!" cecar Nicki sombong.

"Ray!" Halley bangkit dan mendorong tubuh Nicki ke samping. Ia lantas membantu Ray bangun sambil mengelap air liur milik Nicki tadi di pipinya Ray. "Kau tidak apa-apa?" tanya Halley sangat cemas.

Semua orang tertawa dan merekam kejadian itu. Seorang gay yang menjijikkan sedang menjadi pahlawan dengan cara menolong kekasih tercintanya dalam perundungan. Ray juga sejak tadi hanya diam saja bahkan setelah mendapat perlakuan seperti itu saat datang. "Ray... Aku tanya apa kau baik-baik saja?" Halley menatap sayu Ray.

Ray mendongak. Ia menatap tajam Halley. "Hei!" Ray memegang pergelangan tangan Halley dan menghempaskannya. "Menyingkir!" hentaknya.

Halley tersentak. Ia kaget karena Ray memperlakukannya seperti itu. Tatapan benci dan membunuh itu diarahkan Ray tepat pada kedua mata Halley. Kenapa? Kenapa Ray jadi begini? Padahal belum lama ini mereka masih bersenda gurau. Semua ini gara-gara Mr. Gerald.

"Wah... drama rumah tangga yang sedang berantakan nih ceritanya...?" ejek Bastian sambil terus merekam hal itu.

Ray tak bergeming. Dia maju dan menghadap Nicki. Cuih! Air liur Ray mendarat tepat di wajah Nicki. Semua orang tercengang dan kaget. Ray menatap tajam Nicki dan dengan cepat menarik tangan Nicki ke belakang sampai Nicki jadi membelakanginya. Ia mendorong tubuh Nicki pada dinding penyangga. "Apa sekarang kau merasa tertipu lagi?" bisik Ray di telinga Nicki sambil terkekeh.

Nicki mengernyit. "Lepaskan!" Ia mencoba memberikan perlawanan tetapi susah sekali. Tenaga Ray sangat kuat sampai ia tidak bisa melepaskan tangannya.

"Kenapa, hm?" tanya Ray pelan sambil meniup telinga Nicki. "Haha! Wajahmu memerah, tuh. Yakin kau bukanlah gay? Atau kau merasa malu bahwa kau sebenarnya gay, lalu semua orang membenci gay. Kemudian kau melampiaskan kekesalanmu pada Halley yang sudah terlanjur ketahuan oleh publik?"

Jleb! Perasaan Nicki seperti tertusuk pisau tajam. Ia tertohok mendengar pernyataan itu.

"Jangan... asal bicara!" hentak Nicki tajam.

"Kau yakin kalau aku salah bicara?" Ray tersenyum miring dan tangannya ia daratkan di belahan montok milik Nicki. "Wahhh~ Besar juga pantatmu." Ray terkekeh.

PSYCHOPATH || BL18+⚠Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang