Sang fajar telah datang. Alca segera bangun dari tidurnya. Ia langsung mandi dan bersiap ke sekolah. 20 menit berlalu. Penampilan Alca sudah rapi dan wangi. Sebelum turun, ia cross check lagi barang-barang yang akan dibawanya ke sekolah. Setelah mengetahui semuanya beres, is langsung turun ke bawah. Alca melihat mama yang sedang tergesa-gesa mempersiapkan sarapan untuknya.
"Ma, santai aja dong nyiapin sarapannya. Ga usah buru-buru gitu kali ma" canda Alca.
"Duh, mama ini lagi buru-buru banget Ca. Tiba-tiba pagi ini mama ada meeting sama eskternal mama" Ucap mama buru-buru.
"Oh gitu ya ma, nanti pulang jam berapa ma?"
"Duh, mama juga belum tau nak. Kayaknya larut lagi kayak semalem"
"Ya udah deh ma"
"Maaf ya sayang, kantor pusat sama cabang lagi keos banget ini. Papa udah kualahan nanganinnya"
"Iya ma gapapa, Alca ngerti kok"
"Mama berangkat dulu ya nak, kamu hati-hati"
"Eh ma, tunggu. Boleh ga kalau hari ini mama yang anter Alca ke sekolah?"
"Pak Dudi kenapa memangnya?"
"Gapapa sih, Alca lagi pengen dianter sama mama aja."
"Alca, maaf banget sayang ya. Mama kayaknya ga bisa antar kamu, takutnya macet disekitar sekolah kamu. 20 menit lagi meeting mama mulai soalnya. Maaf ya nak, lain kali mama janji buat antar kamu"
"Ya udah deh ma, gapapa"
"Mama jalan ya, bye sayang"
"Bye ma, hati-hati"Rasa sedih itu muncul. Ingin rasanya dia menangis di momen itu. Tapi, Alca teringat sesuatu. Alca harus segera berangkat ke sekolah. Akhirnya ia buru-buru menghabiskan makanannya dan segera berangkat ke sekolah.
*Sekolah Buana Bangsa*
Alca turun dari mobilnya. Bersamaan dengan anak-anak lain, ia memasuki gerbang sekolah. Is berjalan masuk sebari mencari kelas 10 IPS-B. Ruang kelasnya berada di ujung lorong dekat kantin. Alca memasuki kelas itu dan kedatangannya disambut hangat oleh Mika.
"Haii Alcaa, omg finally dateng juga"
"Hai Mik! Iya nih tadi agak macet jadi agak telat"
"Untung aja ga telat, lu. Eh, gue ke toilet dulu ya. Mau ikut?"
"Engga, gue disini aja"
"Ok, bentar ya"
Mika pergi meninggalkan Alca. Tak lama, ada seorang cowok menghampiri Alca. Cowok tersebut tinggi, tampak seperti anak basket. Mukanya rupawan, dan seperti ada pesona di dalam dirinya. Terlihat bad boy sih, tapi ternyata... hem, gitu deh.
"Hai? Samping lu udah ada orang?" tanya cowok tersebut.
"Udah ni hehe, sorry ya"
"Oh ok, iya gapapa. Btw, lu yang namanya Alca kan? Gue Gadiel"
"Ih, kok tau nama gue sih?"
"Itu, di seragam lu" jawab Gadiel dengan sedikit panik dan salting.
"Oh iya lupa, hehe. Salken, Gadiel. Nama lu unik juga"
"Haha, Thanks. Gue duduk di belakang loe deh"
"Ya, silahkan"
Tak lama, Mika kembali dari toilet. Mika sempat melihat Alca mengobrol sebentar dengan Gadiel.
"Doorrr Alca!" Mika mengejutkan Alca.
"Astaga, Mik! Kaget gue"
"Hehe sorry. Cieee yang udah dapet gebetan"
"Apaan sih, cuma kenalan doang tadi"
"Kenalan apa kenalan"
"Mikhayla, udah ya"
Tak lama wali kelas Alca masuk ke kelas.
"Ya, Selamat pagi anak-anak. Perkenalkan, saya miss Tyna. Saya yang akan menjadi wali kelas kalian selama setahun kedepan."Mika berbisik kepada Alca.
"Ih, cakep juga ya wali kelas kita"
"Sssttt, loe aneh-aneh aja"
"Baik, hari ini miss mau berkenalan sama kalian satu persatu. Miss panggil lewat absen ya. Nanti kalian menyebutkan nama lengkap dan panggilan, sekolah asal, dan usia kalian"
"Baik miss" sahut sekelas kompak.
"Baik, miss mulai ya"
Miss Tyna mulai memanggil teman-teman Alca satu persatu. Tak membutuhkan waktu lama, nama Alca pun dipanggil.
"Selanjutnya, absen 10. Atas nama Alca Shanum Abigiela, langsung berdiri aja"
Alca langsung berdiri dan memperkenalkan dirinya.
"Halo semuanya, nama saya Alca Shanum Abigiela. Kalian bisa panggil Alca. Aku dari SMP Citra Pelita. Sekarang aku berusia 15 tahun. Salam kenal semuanya~."
"Terimakasih Alca atas perkenalannya. Baik selanjutnya absen 11 atas nama Gadiel Handyaputra. Langsung berdiri aja nak" pinta Miss Tyna.
"Hah?!, dia absennya dibawah gue?!" batin Alca.Lanjut Gadiel memperkenalkan dirinya.
"Hai semua. Nama saya Gadiel Handyaputra. Kalian bisa panggil Gadiel. Saya dari SMP Cita Harapan. Sekarang saya berusia 15 tahun"."Wait, Handyaputra? Bukannya itu nama keluarganya Om Rudy?" batin Alca.
"Baik, terimakasih Gadiel. Boleh duduk kembali" pinta Miss Tyna.Tak terasa jam istirahat telah tiba. Gadiel menghampiri Alca untuk mengajaknya istirahat.
"Alca, ke kantin yuk?" ajak Gadiel.
"Kantin?" Alca bingung sembari menatap mata Mika.
"Udah, Ca. Gapapa, gue habis mau ketemu sama Miss Tyna habis ini. Lu ke kantin aja sama Gadiel. Nanti gue nyusul"
"Beneran lu ditinggal gapapa, Mik?"
"Gapapa, Ca. Dah sana pergi"
"Okay deh, yu ke kantin. Bye mik!"Gadiel dan Alca berjalan ke kantin yang jarak ya tidak terlalu jauh dari kelas mereka. Di kantin mereka banyak mengobrol.
"Gadiel Handyaputra, kok gue ga asing ya sama nama lu?" tatap Alca dengan penuh tanda tanya.
"Ga asing gimana sih, Ca?" tanya Gadiel kebingungan.
"Ya kayak ga asing aja. Kayak kenal gitu sama nama Handyaputra"
"Perasaan lu aja kali"
"Iya kali ya."
"Fyuh, untung dia ga sadar nama Handyaputra itu siapa" batin Gadiel.Kkkrrrriiiinnngggg
Bel tanda jam istirahat telah usai pun berdering.
"Ca, balik kelas yuk" ajak Gadiel.
"Yuk. Eh habis ini pelajaran apa sih?" tanya Alca.
"Habis ini Sejarah kayaknya"
"Ok deh"
Mereka pun masuk kelas dan memulai pelajaran lagi.Selama di kelas, pandangan Gadiel tak dapat lepas dari Alca. Tak tau apa yang Gadiel pikirkan. Tapi, tatapan matanya terlihat sangat tulus dan seperti tertarik pada Alca.
"Heh kamu! Siapa itu yang duduk di baris ketiga" tanya miss Nia, guru sejarah di sekolah itu.
"Saya miss?" tanya Gadiel.
"Iya kamu, siapa namamu?"
"Gadiel, miss" jawab Gadiel.
"Ibu perhatikan dari tadi kamu ga fokus, ngeliatin siapa sih?" tanya Miss Nia.
"Ga miss. Ga, saya ga ngeliatin siapa-siapa"
"Fokus lagi ya Gadiel. Yuk kita lanjut lagi""Fyuhh untung aja ga ketahuan" batin Gadiel lega.

KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Aku, Kita, dan Mereka.
RomanceAlca, Seorang gadis yang telah kehilangan kebahagiannya dan berusaha mencari kebahagiaan itu lagi. Disaat ia mencari, banyak misteri dan rahasia keluarganya yang terungkap.