05

39 6 1
                                    

"Sial!"

Wonwoo menyinisi jam di dinding. Jam 12 siang, Artinya sang calon suami akan hadir sebentar lagi.

Walau dia berusaha tak bangun setelah tidur malam kemarin. Tapi seorang manusia biasa tak akan bisa tidur lebih dari 20 jam, terutama bagi Wonwoo yang terbiasa tidur hanya sampai 7 jam seharinya.

"Apa aku bunuh diri saja?" Wonwoo menyeru dengan setengah wajahnya tenggelam di bantal, "Ah! Itu sulit. Aku pernah coba bunuh diri 10 tahun lalu."

Si manis dengan pakaian kemarin itu bangkit. Berjalan berkeliling kamar memeriksa sekitar. Masih tak tahu harus apa untuk menghindari perjodohan yang akan di lakukan oleh orangtuanya.

Dering ponsel Wonwoo sinisi. Lelaki berkacamata itu menjerit kesal. Pasti orang tuanya lah yang menelfonnya. Malas, Wonwoo tak sudi mengangkatnya.

Namun setelah melirik sedikit, membaca nama pemanggil, Wonwoo buru buru mengambil ponselnya.

"Hal-"

"Jeon Wonwoo, Dimana kau?"

"Hm? Kenapa?"

"Kau dimana!?"

"Aku dirumah tentu saja. Apa kau mau kesini? Bisa jemput aku? Mama dan papa berni-"

"Mama papa mu baik baik saja?"

Wonwoo diam. Sebenarnya setelah mengunci pintu dan mengabaikan orangtuanya kemarin sore, Wonwoo tak memeriksa keadaan mereka. Tapi memangnya kenapa? Apa mereka tak akan baik baik saja?

"Ya. Tentu saja, Mereka akan bertemu Jun si pemimpin perusahaan besar beberapa menit lagi. Oh! Pak Lee bisakah kau jemput aku sekarang!?"

"Diam. Jangan kemana mana," Suara pria tua diujung terdengar bersama suara derungan mesin mobil. Sepertinya kepala pelayan rumah Wonwoo yang pensiun 2 tahun lalu sedang dalam perjalanan, "Jangan pergi kemanapun, Kau mengerti?"

"Ada apa?"

"Ugh! Paman! Makin banyak Zombie disini! Kenapa kita harus kesini!?"

Wonwoo hanya berkedip kedip bingung, "Huh?"

"Jeon Wonwoo sialan! Aku belum mau mati!"

Wonwoo tahu suara teriakan itu, Namun ia tak merasa heran, Ia hanya bingung dengan kata kata yang ada didalam kalimat yang di ucapkan sang sepupu disana.

"Seok? Kau bersama pak Lee?"

"Zombie! Zombie!"

"Apa?"

"Zombie bajingan! Zombie dimana mana!" Seru Seokmin diujung sana.

Wonwoo masih terheran, ia kemudian berlari ke arah balkon. Namun yang ia bisa lihat hanya lapangan besar tempat biasa dirinya berkuda dengan beberapa pelayan yang nampak baik baik saja berdiri dengan tenang.

"Zombie?"

"Wonwoo-! Wonwoo! Kau masih disana?"

Wonwoo tak menjawab. Ia malah berlari menuju meja dimana remote tvnya tergeletak. Si manis menyalakan tv. Mencari sebuah siaran yang- BRAVO! menayangkan berita terkini.

"Sebuah video aksi penyerangan kepada salah satu pengguna jalan di daerah pemukiman penduduk kota Jnair, Menjadi Viral. Pelaku tanpa malu menyerang dan melukai korban. Video kekerasan ini di unggah oleh salah satu pengguna sosial media yang menyatakan bahwa kejadian berlangsung jam 9 pagi tadi."

"Hm? Bukankah itu pemukiman qaul?"

"Dalam komentarnya, terdapat Video lain dimana oknum polisi menggigit gadis berseragam yang di duga sedang berjalan menuju sekolahnya–"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 09, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Dream Apocalypse | svtTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang