"Lu mau pindah?"

3 2 0
                                    

Tak terasa, semester 2 telah tiba. Alca masuk lagi ke sekolah itu setelah libur 3 minggu. Pagi itu Alca masuk ke kelas dan langsung duduk di barisan kedua. Tak lama, ada yang menepuk pundaknya.
"Hai, Ca!. Apa kabar lu?" sorak Gadiel.
"Eh, El. Baik-baik. Lu gimana? katanya kemarin liburan ke US?"
"Iya nih, kemarin gue sekalian liat-liat SMA disana"
"Hah? SMA? Lu mau pindah?"
"Gue mau lanjut SMA di US nanti pas kelas 11. Biar nanti bisa langsung masuk kuliah disana"
"Yahh, sedih banget lu mau pindah"
"Ya gimana lagi ,Ca. Permintaan bokap juga soalnya. Tenang, nanti gue bakal sering-sering balik Indo"
"HAHA okay deh, sering-sering balik ya. Janji lo"
"Iyaa, Alcaa. Janjii"
"Gue ke toilet dulu ya"
"Okayy"

Alca keluar ke toilet. Saat dia jalan keluar kelas, ada gengnya Aletha menghalaginya.
"Leth, apaan si. Permisi gue mau ke toilet"
"Ngapain lu tadi deket-deket Gadiel?"
"Emang kenapa sih, orang temen gue"
"Jawab dulu Alca. Lu tadi ngobrolin apa aja sama Gadiel?"
"Apa sih kepo banget"
"Cepet g, KASIH TAU"
"Dah ya, Leth. Gue lagi males konflik"
Lalu Alca langsung peegi meninggalkan gengnya Alteha.
"Kurang ajar dia, berani-beraninya dia deketin Gadiel" omel Aletha.

Di toilet Alca sempat kepikiran akan ucapan Gadiel di kelas.
"Masa iya Gadiel pindah? Gimana dong kalo dia sampe pindah?" batin Alca tak rela.
Sesegera mungkin ia menyelesaikan urusannya di toilet. Saat keluar toilet, bel sekolah berbunyi yang tandanya pelajaran pertama akan segera dimulai. Alca langsung bergegas ke kelas untuk memulai pelajaran pertama di semester 2 ini.

Krrrriiiinnnnggggg
Bel istirahat berbunyi. Alca langsung menghampiri Gadiel.
"El, ikut gue yuk bentar"
"Mau ngapain, Ca?"
"Gue mau ngomong bentar, ayo ikut gue"
"Ya udah iya bentar cantik"
"Mik, bentar ya. Gue sama Gadiel mau ngobrol berdua dulu"
"Okayy"

Alca menarik Gadiel ke taman sekolah mereka.
"Kok kesini, Ca?"
"Duduk deh, El" pinta Alca.
"Lu serius mau ke US?"
"Iya, Ca. Gue tau ini berat banget buat lu, buat gue juga. Gue juga masih pengen disini. Gue seneng bisa ketemu sahabat kayak elu"
"Jujur, El. Gue ga rela lu pergi"
"Maafin ya, Ca"
Alca tak dapat menyembunyikan kesedihannya lagi. Air matanya tak terbenung lagi. Air matanya menetes perlahan di pipinya.
"Hei, jangan nangis dong. Alca yang gue kenal itu kuat, masa kayak gini doang nangis?" semberi mengusap air mata di pipi Alca.
"Ya habisnya lu rese sih pake mau ke US segala"
"Sini?" ajak Gadiel untuk berpelukan.

Pelukan Alca jatuh ke Gadiel. Dengan air mata Alca yang masih menetes dan mengenai seragam Gadiel. Gadiel berbisik pada Alca "You're my best friend. Gue janji ga bakal lupain lu. Gue bakal sering sering balik Indo. Ga usah sedih lagi ya. Gue juga masih 7 bulan lagi ke US. Dah cup cup, uuu sayang" sembari mengusap rambut Alca.

"El, Gue ga tau kenapa gue sesedih ini. Tapi gapapa, gue harus ikhlasin lu. Lagian ini juga buat kebaikan lu."
"Sekali lagi maafin gue ya, Ca. Janji ya, habis ini kita masih sahabatan"
"Iya, Janji"

Akhirnya, Alca melepas pelukannya dari Gadiel. Tanpa mereka sadari, ada yang sudah diam-diam memata-matai mereka dari kejauhan dan merekam mereka. Siapakah orangnya? dan untuk apa ia melakukannya?

Tentang Aku, Kita, dan Mereka.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang