2. (Kembali Ke Rumah)

890 74 5
                                    

----HAPPY READING----


Ini adalah hari terakhir Sekar tinggal di rumah Sisca, dia menginap kurang lebih hanya tiga hari. Hari masih pagi, dan Sekar masih bergelung dengan selimut tebalnya, gadis itu masih memejamkan matanya, terlalu malas untuk bergerak, padahal dia dulu tidak seperti ini. Siang nanti Sekar berencana untuk kembali pulang ke rumah, ke rumah Bella lebih tepatnya.

Sekar menguap lebar kala hidungnya mencium aroma coffe yang sepertinya masih hangat. Gadis itu segera beranjak bangun dan melihat Sisca tengah menyiapkan sarapannya.

"Loh kak Sisca udah masak?" tanya Sekar, biasanya Sisca tidak pernah mengantarkan dia sarapan seperti pagi ini.

Sisca tersenyum. "Kakak hari ini lagi free, lagipula kamu akan pulang ke rumah mu kan Bell, jadi biarkan kakak melayani tuan putri hari ini" ucapnya sambil tertawa pelan.

Sekar hanya tersenyum kikuk, meskipun masih tiga hari kenal Sisca, Sekar tau kalau Sisca berkepribadian hangat, hatinya juga baik. Sekar menatap waffle yang sepertinya menggiurkan.

"Kakak keluar aja dulu, Bella mau makan ya" ucap Sekar, berniat mengusir dengan cara halus sebenarnya.

Sisca hanya mengangguk lalu melangkah keluar. Melihat pintu sudah tertutup rapat, Sekar langsung beranjak bangun dan pergi ke dalam kamar mandi. Dia melakukan ritual paginya terlebih dahulu. Selesai mandi, gadis itu segera memakai sweater berwarna nude dan celana jeans belel berwarna biru tua. Sekar menatap pantulan dirinya di dalam cermin, Sekar akui kalau Bella ini adalah gadis yang cantik, tetapi semuanya tertutup oleh penampilan cupu nya. Sekar menghela nafas panjang, jika ia adalah seorang antagonis di kehidupan sebelumnya, sudah pasti dia akan melakukan hal buruk pada keluarga barunya. Tapi, ini Sekar, dia dulu juga gadis cupu dan lemah, tapi tidak pernah dibully karena kepribadiannya yang introvert. Meskipun dijuluki nerd girl, tapi Sekar masih di hargai karena otak pintarnya. Sedangkan Bella, apa yang harus Sekar banggakan tentang Bella selain kecantikan dan kekayaannya?

Bella, gadis ini begitu cantik dan menawan. Matanya jernih dengan iris cokelat madu, hidungnya mancung, bibirnya tebal namun terlihat sexy, kulitnya sehalus dan seputih kapas. Benar-benar seperti karakter fiksi. Sekar meraba rambutnya yang halus, entah punya keberanian dari mana, Sekar mengambil gunting dan memotong poni dora nya. Setelah itu, Sekar kembali menyisirnya, pantulan dirinya terlihat lebih hidup dari sebelumnya.

"Coba pergi ke salon ah, jadi kangen aku sama Citra, untung aku lumayan akrab sama Citra, si cantik yang fashionable" kikik Sekar kemudian melangkahkan kakinya ke sisi ranjang.

Sekar memakan waffle nya dengan hikmad, paduan cruncy dan juicy membuat lidah Sekar bergoyang manja. Setelah kunyahan di mulut nya habis, Sekar meminum cappucino buatan Sisca.

"Byurrrr......"

Menyadari kalau itu minuman, membuat Sekar menumpahkan minumannya yang belum masuk ke dalam kerongkongan. Gadis itu bergidik ngeri kala meminum cairan cokelat muda itu. Sekar masih trauma, susu lah yang membuat dia mati dan terdampar di dunia asing ini.

Sekar segera mengambil tisu dan membersihkan lantai yang kotor karena kesalahannya. Gadis itu melakukan nya dengan cepat, setelah itu pergi ke luar kamar.

Sekar melihat Sisca sedang berbicara dengan seorang pria yang mungkin umurnya masih empat puluh tahunan. Badannya tinggi dan tegap, wajahnya memancarkan aura kuat, didukung oleh cambang tipis yang tumbuh di sekitar pipi dan rahangnya. Benar-benar sugar daddy.

Tapi tunggu, Sekar tidak asing dengan wajah itu, seperti pernah melihat sebelumnya. Lama berpikir akhirnya Sekar meraba wajahnya sendiri. Oh My God! Wajah pria itu memiliki kemiripan dengan wajahnya sekarang, yang artinya, dia adalah Handika Edward, ayah nya.

NERD'S TRANSMIGRASITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang