3. (New Life, New School)

873 66 1
                                    

----HAPPY READING----

Sekar menyibak selimutnya ketika mendengar alarm nya berbunyi kencang, gadis itu segera mengambil dan langsung mematikannya. Dengan perasaan yang masih dongkol karena kejadian semalam, Sekar memasang wajah datar dan pergi ke kamar mandi. Hari ini dia akan pergi ke sekolahnya, sekolah Bella maksudnya. Gadis itu segera memakai seragam Bella yang ternyata pas di tubuhnya.

Yayalah dodol, kan tubuh lo tubuh Bella.

Ini yang Sekar sukai, ia tidak pernah bosan menatap lama wajahnya di depan cermin. Sekar mulai mengambil bedak dan mengoleskan tipis-tipis di wajahnya yang memang sudah putih. Lalu ia beralih pada lipblam agar bibirnya tidak kelihatan pucat. Kini Sekar tersenyum lebar saat menatap wajahnya, cantik sekali. Sejenak ia melupakan kekesalannya karena teman-teman Satria kemarin malam. Bisa-bisanya mereka mengejek dirinya dan menjadikannya sebagai bahan tertawaan tadi malam.

Sekar jadi heran pada dirinya sekarang. Dia sekarang lebih bisa mengekspresikan sesuatu, kalau dulu ia selalu tunduk dan tunduk. Tapi sekarang, tiba-tiba saja dirinya bisa memiliki keberanian untuk mendongak. Sekar cukup bersyukur sih untuk itu, selanjutnya dia akan mencoba untuk hal-hal baru lainnya.

Sekar segera mengambil sepatu dan memakainya, kemudian dengan gesit tangannya mengambil tas ransel di gantungan lemari. Sebelum turun, gadis itu kembali berkaca untuk melihat penampilannya.

Wow, so beautiful!

Setelah memasukkan ponsel ke dalam saku bajunya, Sekar langsung membuka pintu dan berjalan menuju lantai bawah, lebih tepatnya meja makan. Berbekal ingatan Bella sebelumnya, Sekar tidak kaget lagi melihat keluarga bahagia itu makan terlebih dahulu tanpa mengajak nya. Kalau Bella masih hidup, mungkin dia akan langsung berlari dan merengek tidak jelas pada mereka karena ditinggal sarapan. Tapi ini Sekar, gadis itu turun tanpa memperdulikan tatapan aneh dari orang tua dan kakaknya. Kakinya terus melangkah keluar rumah.

"Jadi seperti itu sopan santunmu terhadap orang tua?" ucap Handika dingin kala Bella mengabaikannya.

"Ha? Orang tua?" ulang Sekar menatap datar ke arah mereka.

"Udah lah pa, biarin aja dia pergi, lebih bagus lagi kan kalau dia gak ganggu sarapan kita seperti sebelum-sebelumnya" timpal Satria tak suka.

Sekar hanya mengedikkan bahu dan melanjutkan langkahnya. Sialan, Sekar baru sadar kalau dia tidak bisa naik kendaraan baik itu mobil ataupun motor. Karena memiliki hati yang lapang, gadis itu lebih baik menunggu angkot saja. Biasanya, Bella jika berangkat sekolah akan pergi bersama supirnya, tapi Sekar tidak. Dia tidak ingin merepotkan orang lain seperti yang dikatakan Handika kemarin.

Sekar melambaikan tangannya kala melihat sebuah angkot sedang melintas. Setelah angkot itu berhenti, Sekar segera naik. Bau-bau pasar seketika memasuki indra penciumannya. Gila, Sekar sangat benci kejorokan. Sekar segera duduk di dekat pintu, sampai dia tidak sadar kalau disebelahnya ada seorang lelaki yang menatapnya heran.

"Hei" sapa orang itu.

Sekar menoleh dan terkejut, "Eh maaf, maaf, aku gak tau kalau kamu ada di sini" ucap Sekar tidak enak hati.

Laki-laki itu tersenyum simpul. "No Problem, kamu anak SMA DAMAWANGSA?" tanya nya.

Sekar mengerutkan keningnya. Astaga, dia hampir lupa dengan sekolah Bella, dengan cepat gadis itu melihat bed di baju lengan kanannya.

"Eh iya hehe"

"Nama lo siapa?" tanya lelaki itu kembali.

Ah, Sekar tersadar, ternyata lelaki ini asik dan humble juga ya. Padahal, kalau di lihat-lihat dia cowok modelan most wanted si, pasti tajir melintir.

NERD'S TRANSMIGRASITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang