Assalamualaikum, apakabar?
Jangan lupa vote and coment 😊.
Jangan lupa juga untuk tandain kalau ada typo 😭.
Selamat membaca! ❤️
Dilla keluar dari kamar mandi dengan keadaan menangis, lalu ia menghampiri Gus Nauzan yang sedang duduk di kursi meja rias yang biasa digunakan Dilla.
Melihat itu Gus Nauzan langsung memeluk Dilla erat, seolah mengisyaratkan bahwa apapun yang terjadi ia akan selalu ada di sampingnya.
"Gapapa, Gapapa. Jangan sedih!" ujar Gus Nauzan.
Dilla melepaskan pelukan suaminya itu,
"Mas,, " panggil Dilla sembari memeberikan testpack itu pada sang suami.
Gus Nauzan melihat dengan seksama, hasil testpack dengan dua garis itu.
"Ini serius? Beneran sayang?" tanya Gus Nauzan meyakinkan diri, dan Dilla mengangguk pelan dengan air mata yang sudah membanjiri kedua pipinya.
Gus Nauzan langsung sujud mengucapkan puji syukur kepada Allah, setelah beberapa saat ia langsung memeluk Dilla erat dan menangis bersama .
Rezeki yang tak terduga , disaat mereka sudah mulai mengikhlaskan, dan membiarkan semua mengalir sesuai takdir.
Segala puji bagi Allah, atas segala kehidupan dan takdirnya masing-masing. Maka dari itu manusia di perintahkan untuk beriman kepada Qadha dan Qadar.
"Yah Allah, Alhamdulillah, Alhamdulillah. Terimakasih yah sayang , Kita jaga sama-sama yah." ujar Gus Nauzan
"Iyah Mas." jawabnya sembari menangis sesegukan.
"Oke oke duduk dulu sini," Gus Nauzan membawa Dilla duduk di sisi ranjang, "kita harus ke dokter nanti. Sekarang kamu sholat subuhnya duduk aja."
"Aku bisa kok mas sholat kaya biasa."
"Tap--"
"Mas,,, " ucap Dilla memohon
"Oke oke, mau mandi dulu? " tanya Gus Nauzan dan Dilla mengangguk pelan.
"Yuk,,, "
"Aku sendiri aja!"
"Yang, aku cuma takut kamu jatuh nanti licin lantainya, aku janji ndak ngapa-ngapain. Demi Allah! "
"Jangan bawa-bawa Allah! "
"Yaudah ayokk mandi dulu, aku jagain."
Saat Dilla ingin kembali berbicara, Gus Nauzan langsung mendahuluinya.
"Jangan su'udzon, udah ayok mandi aja."
Akhirnya Dilla dan Gus Nauzan mandi bersama, kali ini beneran hanya mandi. Gus Nauzan sadar dengan keadaan istrinya, itu membuatnya semakin protektif.
Selesai melaksanakan shalat subuh, Gus Nauzan tak lupa membacakan doa untuk kesehatan Dilla dan anak dalam kandungan Dilla. Seperti Alfatihah, Al-Luqman, dan doa lainya.
اللهم احْفَظْ وَلَدِي مَادَامَ فِى بَطْنِ زَوْجَتِي وَاشْفِهِ أَنْتَ الشَّافِى لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَآؤُكَ شِفَآءً لآيُغَادِرُ سَقَمًا اللهم صَوِّرْهُ فِي بَطْنِ زَوْحَتِي صُوْرَةً حَسَنَةً وَثَبِّتْ قَلْبَهُ إِيْمَانًا بِكَ وَبِرَسُوْلِكَ اللهم أَخْرِجْهُ مِنْ بَطْنِ زَوْجَتِي وَقْتَ وِلَادَتِهَا سَهْلًا وَتَسْلِيْمًا اللهم اجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلًا وَعَاقِلًا حَاذِقًا عَالِمًا عَامِلًا اللهم طَوِّلْ عُمُرَهُ وَصَحِّحْ جَسَدَهُ وَحَسِّنْ خُلُقَهُ وَأَفْصِحْ لِسَانَهُ وَأَحْسِنْ صَوْتَهُ لِقِرَاءَةِ الْحَدِيْثِ وَالْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ بِبَرَكَةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Cinta , Waktu & Allah ( Penantian Cinta )
Spiritual( Spiritual - Romance ) "Kalau ntar Dilla ndak bisa kasih anak gimana? " ucapnya sembari terisak pilu. "Bagaimana kalau sebaliknya? Bagaimana kalau Mas yang ndak bisa? " balas Gus Nauzan yang membuat Dilla diam dan semakin menunduk . "Denger mas ya...