Part 2: Pantai

31 1 2
                                    

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

. . . . . . . . . .

Eno melirik jam yang melingkar ditangannya, sudah dua jam dia menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Sekarang giliran dia menghabiskan waktu bersama kekasihnya. "Gue pamit duluan, mau ke pantai sama Mica." Pamit Eno singkat kepada teman-temannya, dia menggandeng tangan Mica lalu membawanya keluar.

Mica yang digandeng langsung mengikuti langkah kaki Eno. "Bye guys!" Mica melambaikan tangan kepada teman-temannya. Kemudian dua sejoli itu langsung berangkat ke pantai.

Malam ini pantai sangat ramai dengan pasangan. Wajar saja namanya juga malam minggu. Mica mengedarkan pandangannya mencari penjual jasuke. Eno terkekeh melihat pacarnya mencari-cari makanan kesukaannya. Dia memutar pelan badan Mica ke belakang.

"Itu loh sayang, jauh banget liatnya sampe ke ujung," Eno menunjuk penjual makanan yang dicari.

Mica menyipitkan matanya ke arah penjual yang dimaksud Eno. "Hehe, kamu mau gak?" tawar Mica.

Eno mengangguk mau. "Sama minuman ya sayang. Aku haus."

Mica tersenyum lalu mengancungkan jempolnya. "Duduknya di dekat pantai aja ya." Tanpa menunggu jawaban dari pacarnya, Mica segera berlari kecil menuju penjual jasuke.

Eno duduk di tempat yang dia pilih sesuai apa yang diinginkan pacarnya. Matanya memandangi ombak yang cukup besar dan bulan purnama menerangi langit malam. Dia hanyut dalam suara deburan ombak dan huru-hara pasangan lainnya.

 Dia hanyut dalam suara deburan ombak dan huru-hara pasangan lainnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tangan Mica sudah penuh dengan makanan yang dibelinya. Kini kepalanya tengah celingak-celinguk mencari keberadaan Eno. Gadis itu menghampiri Eno setelah menemukanya duduk bersender di kursi.

"Nih makanannya." Mica duduk disamping Eno yang sedang memejamkan matanya seraya mengeluarkan jasuke dan jus dari kantong plastik. Eno membuka matanya lalu mengambil jus dan meminumnya hingga tersisa setengah. Eno menghembuskan nafasnya lega karena rasa hausnya sudah hilang.

Mica mengulas senyum. "Haus banget ya sampe segitunya?" ucap Mica mengusap pipi kekasihnya.

Eno memegang tangan mungil yang ada dipipinya. "Iya, aku haus banget," Eno memperbaiki posisi duduknya menjadi tegak. Dia mengusap tangan Mica yang ada digenggamannya, mata cowok itu menelusuri wajah Mica.

SENAVITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang