1. Dunia Anime?

172 20 8
                                    

POV ke 3

Karena suasana canggung yang terjadi, mereka berdua memutuskan untuk pergi memakai pakaian yang mereka temukan di lemari samping tempat tidur dan kemudian mulai membahasnya lagi nanti setelah mereka memahami situasi mereka lebih lanjut.

.
.
.

Didalam kamar mandi duduk di dalam bathup yang berisi air hangat, terlihat Shinji yang menghela nafas sambil menutup matanya.

Saat ini pikirannya sedang kacau.

Sahabatnya, satu-satunya temannya di kehidupan sebelumnya saat ini menjadi seorang gadis. Parahnya lagi, dia menjadi gadis yang cantik dengan telinga dan ekor hewan yang membuatnya ingin memegangnya dan memeluknya dalam pelukannya.

Shinji tidak tahan dengan cobaan ini.

Siapapun dewa yang membuat lelucon ini adalah yang terburuk.

"Ini sama sekali tidak lucu," keluhnya sambil mulai menenggelamkan kepalanya kedalam air.

*Tok Tok Tok*

Tidak lama kemudian terdengar suara seseorang yang mengetuk pintu kamar mandi.

"Shinji jangan terlalu lama di kamar mandi!! Gantian aku juga mau mandi!!" Terdengar teriakan suara yang imut dari balik pintu kamar mandi.

Meskipun terdengar imut di telinga Shinji. akan tetapi jika orang lain yang mendengarnya, maka yang akan mereka dengar adalah suara dingin tanpa emosi.

Hal ini tentu saja di sebabkan karena Shinji sudah terlalu lama terbiasa dengan nada bicara Reina. meskipun lebih imut sekarang, karena sekarang Reina menjadi gadis dan suaranya sekarang lebih enak di dengar menurut Shinji.

Shinji yang mendegar perkataan Reina langsung keluar dari Bathup dan menggunakan handuk.

"Baik... Baik... ini sebentar lagi, lagi pakai baju nih atau mau lihat tubuhku sebentar...?" Jawab Shinji dengan bercanda sambil mulai memakai pakaiannya.

"Ja-Jangan bi-bicara omong kosong!!" Teriak Reina dengan terbata-bata dari balik pintu.

"Setelah selesai beritahu aku, aku tunggu di sofa ruang tamu!!" lanjutnya dengan wajah cemberut, sambil mulai meninggalkan Shinji yang tersenyum karena berhasil menggoda sahabatnya yang satu ini.

Setelah selesai berpakaian, Shinji berjalan menuju ruang tamu dan menemukan telinga hewan dari balik sofa.

Melihat hal itu, Shinji langsung berjalan tanpa suara dan meniup telinga hewan itu setelah berada dalam jarak yang dekat.

"Hyahh!!" Terdengar suara erangan feminim yang imut dari pemilik telinga tersebut.

Reina yang merasa sangat malu setelah mengeluarkan erangan tersebut wajahnya langsung memerah. Reina kemudian menggunakan bantal di sofa untuk menutupi wajahnya yang memerah dari pandangan Shinji.

Shinji yang melihat tingkah laku sahabatnya yang seperti gadis, merasa kalau ada sesuatu yang menusuknya di dada.

'Sialan tidak kusangka perilakunya akan sangat imut, kalau begini terus aku bisa tidak tahan,' pikirnya sambil mulai duduk di samping Reina yang masih malu.

Reina yang merasa kalau Shinji sedang duduk di sebelahnya, merasa lebih malu lagi setelah mengingat perkataan Shinji di kamar mandi tadi.

Untuk meredakan suasana yang canggung, Shinji memutuskan untuk menggoda Reina lagi yang terbukti berfungsi.

"Tidak perlu terlalu malu, lagi pula aku sudah melihat seluruh tubuhmu di ranjang tadi," ucap Shinji sambil mencoba melepaskan bantal di wajah Reina.

"Ja-jangan bicara omong kosong Shinji!! Atau kamu mau aku pukul!!??" Teriak Reina sambil mengambil pose untuk meninju.

DxD [AU] : Another StoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang