TayNew
Hari sudah semakin siang, dan sialnya rapat itu belum menunjukan ciri-ciri akan berakhir. Tay kembali menghembuskan napasnya, kenapa hari ini Ia harus terjebak dengan rapat sialan yang harusnya dihadiri oleh ayahnya.
Tay kembali melirik jam tangannya waktu sudah menunjukan pukul 10.40, 20 menit lagi Tay ada janji rapat bersama Off dan rekan-rekannya. ahh sungguh sial Tay hari ini, mana sejak tadi Off sudah mewanti-wantinya agar tidak terlamabat dalam rapat mereka itu.
Lagi-lagi Tay menghembuskan napas kasar, rasanya sebentar lagi lehernya akan patah karena terus menerus menunduk untuk melirik jam tangannya. dan pada akhirnya Tay harus memilih untuk meninggalkan rapat sialan itu agar tidak terlambat dalam rapatnya bersama Off. Tay harus gerak cepat jika tidak ingin dimarahi Off, Tay sangat hafal aurah gelap yang selalu menyelimuti sahabat batunya itu, membayangkan Off yang marah dengan aurah gelap yang menyelimuti, Tay jadi bergidik ngerih, Tay tidak tahu sekuat apa Gun sampai-sampai sudah dua bulan ini masih betah tinggal bersama singa tua pemarah seperti Off Jumpol itu.
Tay berjalan cepat di lorong kampus sambil terus memantau pergerakan jarum jam di arlojinya, pokoknya Tay tidak boleh terlambat, sebab ini adalah rapat penting. Tay berjalan terlalu cepat hingga Ia tidak sadar ada orang yang akan berbelok dari lorong disebelahnya dan BUGH... bunyi hantaman tubuh dan tubuh terdengar sangat keras. beberapa mahasiswa yang ada disekitar sana sampai meringis membayangkan betapa sakitnya dua orang yang baru saja bertabrakan itu.
Tay meringis memegangi pundaknya "apa kau tidak punya mata?!" tanya Tay dengan suara keras
"ah,, maafkan aku Tuan, aku tidak sengaja, maafkan aku" jawab New sembari menunduk, yah harus diakui New yang salah disini, dia memainkan ponselnya sampai-sampai tidak memperhatikan jalan didepannya.
"sekali lagi maafkan aku Tuan" lanjud pria gembul itu.
"New?" panggil Tay setelah menyadari orang yang menabraknya adalah seseorang yang Ia kenal
New mengangkat wajahnya "P' Tay? maafkan aku Phi, sekali lagi maafkan aku" kata New sungguh-sungguh merasa bersalah. dahi Tay mengerut melihat reaksi New barusan, padahal bisanya New tidak akan pernah mau mengalah darinya, tapi apa yang terjadi hari ini, cowok itu malah semakin meminta maaf darinya.
"hmm baiklah kau ku maafkan, lain kali berhati-hatilah" kata Tay lalu pergi begitu saja tanpa menunggu jawaban New lagi. sekali lagi RAPAT LEBIH PENTING.
untuk kesekian kalinya Tay kembali menarik sapas kasar, kali ini lebih terdengar frustasi, bahkan pria itu sampai mengacak-ngacak rambutnya yang tidak bersalah saking frustasinya dia. bagaimana tidak, Tay sudah diujung tanduk, tapi kini lihatlah, ban mobilnya malah kempes seperti ini. cobaan macam apa lagi ini?? SIAL!.
Tay terpaksa berjalan kedepan jalan untuk mencari taxi, dia dikejar waktu sekarang, tidak bisa berlama-lama. baru saja Tay sampai ke gerbang depan, sebuah motor datang dari arah belakangnya dan berhenti tepat disisi kanannya.
"P' Tay? apa kau butuh tumpangan?" tanya New
Tay kembali menatap New dengan kening berkerut 'ada apa dengannya hari ini, dia sangat baik padaku' kata Tay dalam hatinya.
"Phi...? P' Tay...?!" panggil New menyadarkan lamunan Tay
"ahh,, iya kau butuh tumpangan, apa kau bisa mengantarku ke GMM Corp? aku akan membayar ongkosnya, kau bisa minta berapapun yang kau mau" Tay berkata panjang lebar dengan wajah yang sedikit memelas.
"naiklah Phi, dan ini pake helmnya" ucap New sembari menyodorkan helm hitam kerah Tay.
buru-buru Tay memakai helm yang diberikan New, lalu segerah naik keboncengan motor matic milik New. dari kampus New hingga ke GMM Corp cukup jauh, membutuhkan waktu 45 menit, belum lagi kalau terjebak macet, bisa-bisa memakan waktu 1 jam lebih, sedangkan Tay cuman punya waktu kurang dari 15 menit agar tidak terlambat rapat. ahh sungguh hari ini hari kesialan Tay.

KAMU SEDANG MEMBACA
K E Y B O A R D [offgun]
FanfictionJika saja dalam kehidupannya Off memilki tombol-tombol seperti yang ada pada keyboard, maka pria itu akan dengan senang hati menekan tombol DELETE untuk menghapus semua kenangan buruk dalam ingatan Gun atau CTRL+Z untuk kembali ke masa lalu dan memp...