Suara adzan saling bersahutan di seantero wilayah Sumadra sebagai tanda berakhirnya malam dan menyongsong kedatangan sang fajar. Hayati berbAring lemah ditempat peraduannya setelah mengalami kejadian luar biasa di malam hari. Dia membuka matanya yang rapat akibat tertutup oleh air mata yang mengering.
Hayati merasa kedingingan, dia kemudian terkejut setelah melihat dirinya tidur dengan tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya. Dia melihat langit langit kamar yang tebuat dari bilik yang sebagian berlubang. Penglihatannya mulai kembali jernih dan suhu tubuhnya kembali normal. Hayati memijat kepala sambil mengingat dengan apa yang dialaminya semalam. Hayati kemudian menggeliat untuk melemaskan otot ototnya yang terasa kaku akibat kedinginan. Dia kemudian membalikan badan ke arah belakang, tiba tiba Hayati sangat kaget ketika melihat Dasep tengah terlelap berbAring di sebelahnya dalam keadaan telanjang.
"AAAAARRRGGGHHHHHHHH!!!!!!............." teriak Hayati sambil menarik selimut tipisnya untuk menutupi tubuh. Dasep terbangun, kemudian terperanjat mendengar teriakan Hayati. Dia berdiri dihadapan Hayati yang tampak sangat ketakutan.
"APA YANG UDAH KAMU LAKUKAN SAMA AKU SEP???" Hayati murka.
"eehh..anu...kan teteh yang semalem maksain sayah" jawab Dasep dengan sangat panik. Dia tampak menutupi selangkangannya dengan kedua tangan. Mulutnya bergetar dan tatapannya penuh dengan ketakutan. Hayati kemudian bangun dari tempat tidurnya, dia melempari Dasep dengan berbagai benda yang berada disekitanya sampai kemudian Hayati mengusir Dasep dari kamarnya.
"KELUAR KAMU DARI SINI!...KELUAAAAAR!!!"
Dasep berlari menuju luar kamar sambil tetap menutupi bagian intimnya. Hayati kemudian menutup pintu kamar dengan keras dan menguncinya. Hayati menangis sambil menjatuhkan diri keatas tempat tidur, dia menangisi kejadian yang menimpanya semalam. Dia tidak menyangka orang yang berhubungan intim dengannya semalam adalah Dasep.
"teh...sayah bisa jelasin teh....maafin sayah teh...semalem teteh yang maksa sayah....teteh nyangka sayah sebagai pacar teteh....teh...maaf" kata Dasep yang berdiri di balik pintu yang terkunci.
"kamu jahat Sep.............kamu udah merenggut kesucianku.......kamu jahaat!!!"
"tapi teh....semalem..."
"UDAH SEP.....GAK USAH NGELES.....AKU BENCI SAMA KAMU!!!"
"teh...teh...dengerin dulu atuh teh .............TETEH!!"
Hayati tidak menjawab permintaan Dasep, dia memilih untuk berbAring diatas kasur dengan ditutupi selimut untuk meratapi nasibnya. Dasep merasa sangat sedih dengan apa yang dikatakan Hayati, tubuhnya menggigil karena udara pagi yang mulai menusuk nusuk kulitnya yang tak terlindungi.
Dasep memutuskan untuk segera pergi ke kamar mandi dan bersiap untuk pergi ke sekolah. Hari itu adalah Rabu, Dasep harus segera kembali bersekolah karena surat izin yang dibuatkan Emak hanya berlaku sampai hari Selasa. Setelah mandi dan berpakaian seragam yang rapi, Dasep menyiapkan makanan untuk Hayati terlebih dahulu. Dia membuatkan nasi goreng kampung dan segelas air teh hangat yang disajikan diatas nampan. Dasep kembali menghampiri kamar Hayati, kemudian mengetuk pintu.
"teh...ini ada sarapan buat teteh...buka pintunya teh!"
Hayati tidak menjawab sama sekali dan mengacuhkan tawaran Dasep. Akhirnya Dasep menyimpan nampan berisi nasi tersebut di depan pintu, memberitahu Hayati kalau makanannya disimpan di depan pintu.
Raut wajah Dasep tampak sangat sedih, dia tidak diberi kesempatan oleh Hayati untuk menjelaskan kronologi kejadian semalam. Dasep tak habis pikir dengan sikap Hayati semalam, dia melihat dirinya sebagai sosok Asnawi dan mengajaknya bercinta, namun ketika pagi hari, Hayati kembali sadar dan menuduh Dasep melakukan hal yang mesum terhadap dirinya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Pacarku Hidup Kembali
RomanceHayati belum mati, dia ternyata mengalami mati suri. Ia kemudian dikembalikan oleh malaikat menuju dunia untuk melanjutkan sisa hidupnya kembali sebagai manusia. Akan tetapi, sebelum tiba di Dunia, Hayati tersesat di dunia siluman hingga akhirnya di...