Chapter 22 : Yeon-Hwa

134 16 1
                                    

연약 할 때 강하 고

"Jadilah kuat saat kau lemah."


Namaku adalah Lee Yeon-Hwa, putri semata wayang dari Lee Yun—adik laki-laki beda ibu dari Menteri Lee Sun yang menghilang saat masih kecil dan menikah dengan gadis jelata suku Jung. Ibuku yang tak diketahui namanya tewas saat melahirkanku. Ayahku, Lee Yun, seperti yang diketahui oleh semua rakyat Orient, tewas dalam perang daerah perbatasan. Aku tinggal di kuil bersama para guru suci selama ini dan tidak tahu menahu soal keluargaku yang ternyata adalah Klan Lee terakhir yang masih hidup. Aku, secara tak langsung, memiliki hubungan kekerabatan dengan Maharani Orient, Lee Sae-Byeok. Aku ditemukan oleh Sae-Byeok saat Sang Maharani yang murah hati itu melakukan kunjungan religiusnya ke kuil tempat tinggalku di wilayah pedalaman. Dia melihat kemiripanku dengan pamannya yang telah tewas itu kemudian menyelidiki keluargaku. Tapi saat Sae-Byeok akhirnya mengetahui bahwa aku adalah putri Lee Yun, aku sudah tidak tinggal di kuil lagi karena memutuskan untuk tinggal di Jungdo. Di Jungdo, aku ditipu oleh orang jahat sehingga kehilangan uang tabunganku dan berakhir menjadi penari di daerah distrik merah. Kemudian aku terpilih menjadi penari di Istana Matahari dan kembali bertemu dengan Sae-Byeok. Begitulah akhirnya Sae-Byeok memberitahuku bahwa aku adalah putri bangsawan dari Klan Lee yang menghilang.

Begitulah identitasku sekarang. Harus kuakui, Sae-Byeok memiliki bakat menjadi seorang penulis novel.

Aku pernah menjadi Honey Welsh, gadis Westeria biasa yang menjual bunga ke kota, lalu pergi ke Noord dan menjadi preman pasar dan penipu ulung, kemudian menjadi mata-mata Schiereiland di bawah perintah Permaisuri Selena. Aku pernah menjadi ksatria wanita Montreux. Aku pernah menjadi pengawal Ratu Nordhalbinsel. Aku pernah menjadi mata-mata keluarga kaisar Orient utusan Ratu para Naga. Aku pernah menjadi penari Istana Matahari. Dan kini aku menjadi putri bangsawan Klan Lee yang mengikuti pemilihan Selir Kaisar.

Sungguh aku ingin segera kabur. Aku tak peduli jika karierku sebagai mata-mata berakhir. Aku tak peduli kalau aku tertangkap dan disiksa lalu dibunuh. Aku tak ingin menikah dengan Kaisar apalagi menjadi Selirnya. Bagiku menikah dengan Kaisar jauh lebih mengerikan daripada hukuman mati karena ketahuan sebagai mata-mata.

Tapi ada yang jauh lebih mengerikan dari itu.

Melihat ayah dan Abuela disiksa sampai mati di hadapanku.

Sae-Byeok, entah bagaimana, berhasil menyelidiki latar belakangku. Dia mengetahui bahwa aku memiliki seorang ayah dan nenek di Westeria. Aku tak yakin dia tahu atau tidak bahwa aku adalah putri dari Lee Seo-Hwa dan Panglima Wu. Aku tak yakin Sae-Byeok tahu bahwa yang dia tangkap dan dia penjarakan di bawah tanah saat ini adalah Panglima Perang terhebat di masanya. Tapi dia mengancam akan membuatku menyaksikan kematian perlahan dan menyiksa yang akan segera dialami oleh ayah dan Abuela jika aku tak menuruti perkataannya.

Mereka melumpuhkan kedua kaki ayahku dan mencambuk Abuela. Mereka membius ayah dan Abuela, membawanya ke Orient dalam keadaan tangan dan kaki diikat lalu menyiksa keduanya di penjara bawah tanah di hadapanku. Mereka akan membunuh ayah dan Abuela, jadi mau tak mau, aku menandatangani kontrak perjanjian dengan Sae-Byeok. Aku akan berusaha keras agar terpilih menjadi Selir Kaisar, bersumpah aku takkan pernah tidur dengan Haru dan tidak memberinya keturunan. Dengan begitu, Sae-Byeok akan tetap menjadi Maharani, dan aku tinggal menunggu agar diceraikan, lalu membebaskan ayah dan Abuela dan kembali ke Westeria.

"Hafalkan semua isi buku-buku ini malam ini. Besok akan ada tes lisan untuk para calon Selir." Perintah Sae-Byeok saat mendatangi kamarku di kediaman Klan Lee, rumah masa kecilnya. Dia membawa banyak sekali buku tua yang sudah lapuk. Aku membaca judul-judul buku itu.

Lotus of East PalaceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang