14. kematian faren

4 5 0
                                    


Jam berbunyi menunjukan pukul 09.00 pagi

Sehirup teh yang hangat membuat tubuh merasa sedikit membaik karena insiden kemarin , falen yang kini tengah duduk disoffa sambil memutar tv dipagi hari.

" ngantuk bangett karena kemarin nih! ".

Menatap tv nya seraya menguncirkan rambutnya,tiba tiba handpone yang berada disampingnya berbunyi telfon dari nomor yang tidak dikenal falen melirik handpone nya lalu mengangkat telfon tersebut.

" hallo ini dari rumah sakit umum, kami mengimbau bahwa faren sudah tidak bisa diselamatkan jantung ananda faren tidak berdetak kami sudah melakukan yang terbaik sebisa mungkin-"

Belum sampai selesai berbicara telfon tesebut ditutup langsung oleh falen yang seketika membatu mendengar hal tersebut.

Pupil mata falen membesar, tetesan air mata keluar sangat deras dari wajah nya karena tidak kuat mendengar hal tersebut.

Membawa setoples cemilan fella berjalan menuju ruang tamu dan meletakanya di meja, fella melirik ke arah falen yang tengah menangis dengan bola mata yang kosong.

Fella duduk disamping falen dan mencoba menenangkanya sambil bertanya tanya.

" weh kamu kenala falen?! ", ucap fella sambil merangkul falen.

" gw ga nyangka adik gw ninggalin gw tadi hhh ini pasti boongan kan?! ", falen dengan tampang kosong menyelimuti tubuhnya.

" kita kerumah sakit sekarang!! ".

Fella shock dan tidak menyangka mendengar adik falen pergi dari dunia meninggakan falen.

" aku ikut!!? ".

Fella dan falen bergegas menuju rumah sakit untuk melihat faren, sesampai dimobil menuju rumah sakit falen tampa ekspresi dan masih shock, perkataan itu selalu terlintas di bunak falen.

Menatapi jendela dengan muka kosongnya, fella mencoba untuk menetral kan suasana.

Fella merangkul falen yang sangat lesu," You have to be strong even though this reality hurts! ".

Senyuman tipis seorang falen untuk menutupi kesedihannya sambil melirik fella, " ya aku kuat kok fel jangan khawatir! ".

" Falen masih sempet menyembunyikan kesedihan lu whyy! ", ucap batin fella.

Sesampai nya dirumah sakit falen langsung berlari dan menemui suster yang merawat faren.

" dimana faren? ", sorak falen yang masih tidak percaya dan meragukan suster tersebut.

" ananda faren sudah meninggal, kami sudah melakukan sebisa mungkin, racun yang ada ditubuh falen sudah menyebar. "

" dimana ruang peristirahatan faren? ".

" disebelah sana mbak falen! ", suster berjalan melewati falen dan fella untuk mengantarkan obat.

Langkah kaki dan wajah kosong falen sangat mendinginkan suasana yang berada disana.

Falen membuka sebuah ruangan melangkah perlahan lahan, falen diiringi fella perlahan lahan membuka kain kafan tersebut.

Tetesan mata lagi lagi jatuh dari wajah falen," istirahalah! Kamu sudah janji bakalan makan ice cream bersama tapi ini balasan adek? ".

Fella menepuk bahu fella dengan lembut, " sabar ya fall ! ".

Falen tersenyum tipis mencoba untuk tidak sedih dihadapn fella, " maafin kakak gabisa menuhin keinginan kamu, adek pasti capek ya dengan hidup makanya ninggalin kakak? Istirahatlah!. "

Falen menutup kain kafan tersebut lalu pergi ke ruang administrasi lalu pergi dari rumah sakit.

Falen memendam rasa benci kepada ibunya," sampai sekarang faren belum dijenguk ibu? Dia tak pantas ku sebut seorang ibu! "

Falensia The VampirTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang