Bab 3

1.6K 44 4
                                    

Flashback One:

Aku terus mencari dimana kunci untuk membuka ruangan yang seakan menarikku untuk masuk ke dalamnya. Pintu ini sangat berbeda dengan yang lainnya, entah kenapa rasanya seperti aku selalu dipaksa masuk ke dalamnya.

Aku merasa seperti menginjak sesuatu, namun apa itu? Aku segera melihatnya dan benar saja aku menemukan sebuah kunci emas yang sangat berbeda 100% dengan kunci lainnya. Kunci ini dilapisi 1000 emas dan berlian yang menghiasi ujung kuncinya, apakah ini kunci yang nenek selalu berikan saat aku masih kecil ya?

Tanpa butuh waktu lama aku membuka pintu dengan kunci mewah yang baru pertama kulihat. Pintu itu terbuka dengan sendirinya, tiba-tiba aku menemukan banyak asap dari ruangan ini, entah asap apa itu sebenarnya.

Aku ragu untuk masuk ke dalamnya, karena aku baru mengingat kalau ruangan ini adalah ruangan rahasia nenek yang pernah nenek ceritakan sewaktu aku masih kecil, kira-kira usiaku 4 tahun saat itu.

Namun aku memberanikan diri untuk masuk ke dalamnya, dengan asap tebal yang menyambutku dengan hangat aku terus berjalan dan menemukan barang-barang peninggalan nenek yang masih tertata rapih dan tak ada yang rusak sama sekali.

Aku mulai melangkahkan kakiku untuk melihat-lihat isi di dalam ruangan ini. Dan benar saja ruangannya sangat indah dengan beberapa buku dan benda-benda kuno kesayangan nenek, bahkan nenek selalu menamai benda yang barusan ia beli di toko maupun di pasar barang antik, nenekku juga termasuk penyuka barang antik. Jika beliau masih hidup mungkin saja nenek bisa bercerita tentang ruangan ini dan kenapa dia sangat hobi mengoleksi semua barang ini.

Saat aku sibuk melihat-lihat sekitar, tiba-tiba netraku dimanjakan dengan sebuah kotak musik yang sudah usang. Karena penasaran aku mendekat ke arah kotak dan mulai mengambilnya. Debu yang menempel banyak membuatku bersin tiada henti. Dengan lembut dan penuh perasaan aku membersihkan kotak musik yang pernah nenek bicarakan saat aku masih duduk di bangku kelas 3 SMK.

"Julia.. Tolong jaga kotak ini ya nak".

"Memangnya ini kotak apa nenek?"

"Kotak ini sangat bagus untuk melindungi Julia".

"Tapi nenek, apakah Julia pantas mendapatkan kotak ini? Bukannya kak Elisse yang pantas mendapatkan kasih sayang kalian".

"Tidak Julia, kamulah yang pantas untuk merawat kotak ini, jika keadaan sudah mendesak, bukalah kotak ini dan memohonlah permintaan yang paling Julia inginkan".

Aku penasaran apakah kotak ini bisa mengabulkan permintaan seperti yang nenek bilang padaku dulu. Dengan penasaran yang amat dalam aku mulai membersihkan kotak musik itu dengan cepat dan meletakkannya di meja tempat dimana aku menemukannya.

Aku merapatkan telapak tanganku berharap kotak musik ini bisa mengabulkan permintaanku. "Aku ingin kakak tiriku, kakak kandungku, kakak iparku, adik tiriku, ibu tiriku dan ayah tiriku menyayangiku dengan penuh kasih sayang, dihari ini aku ingin mereka menganggapku ada dan tak pernah menyakitiku lagi, amin". Aku mengusap wajahku, setelah membaca harapanku aku pun memeluk kotak musik tua ini. Seketika aku merindukan nenek, nenek apakah nenek baik-baik saja di sana?

Flashback off

Jam menunjukkan pukul 8 malam, permintaan yang aku minta kini sudah dikabulkan. Tiba-tiba sebuah asap masuk ke dalam jiwa orang-orang yang aku harapkan akan menyayangiku. Hati mereka yang sekeras batu kini sudah meleleh menjadi cinta.

Disisi lain aku tengah bersiap untuk pesta makan malam, saat aku tengah sibuk memakai gaun berwarna merah darah seseorang membelai tubuhku dengan lembut menggunakan jari-jari lentiknya, aku penasaran siapa sebenarnya orang yang lancang masuk ke kamarku tanpa izinku dulu, begitu terkejutnya aku tatkala melihat siapa sebenarnya orang yang ada di belakangku membelai punggungku.

~Bersambung...~

Jangan lupa untuk selalu vote√, komen√, follow and share ya√, makasih banget buat kalian yang udah mendukung aku dan karyaku. Salam cinta dariku JulinLinn😘

Julia By JulinLinnTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang