Julia Van Houten: "Hai jangan lupa vote, komen, follow dan share cerita ini ke temen" Kalian ya, pasti di jamin ketagihan deh.. bedankt voor het lezen
Bonne lecture 😘
***
Kak Albert apa yang dia lakukan disini? Apakah dia mengikutiku? Kalau begitu, dia tahu dong kalau kak Charles menciumku tiba-tiba, lalu aku harus bilang apa dong? Dengan modus benerin gaunku yang kesangkut, kak Charles berhasil menciumku secara tiba-tiba, namun jujur aku agak menyukainya, aku suka saat kak Charles tak menjahiliku lagi. Apa dia sudah bosan menjahiliku ya? Tapi kadang-kadang aku merindukan kejahilannya.
Albert Van Houten, dia itu kakak kandungku. Usianya terpaut 3 tahun lebih tua dariku. Di usianya yang masih muda kak Albert telah mendapatkan gelar sebagai Dutch. Kalau tidak salah Dutch itu gelarnya di atas count dan Earl.
Aku bangga dengan prestasi yang dia miliki. Namun disisi lain kami jarang bertemu, itu wajar karena aku dan kak Albert tidak tinggal bersama. Sejak kecil kak Albert tinggal dengan papaku, Anthony Van Houten dan mama tiriku Aquila Van Houten.
Papa melantik kak Albert menjadi seorang presdir di Van Houten Company, tepatnya di pusat kantor. Sejak kecil juga kak Albert banyak memenangkan nominasi penghargaan academy maupun non academy. Berkat kecerdasannya banyak para organisasi dan perusahaan yang memintanya untuk bekerja sama. Namun disayangkan, kak Albert sangatlah dingin, tidak tersentuh sejak kecil. Sikapnya yang bagaikan es kutub membuatku agak bergidik tatkala menatap matanya yang biru kehijauan sama seperti netra mataku.
"Kak Albert". Lirihku, aku tak berani menatap matanya, namun jempolnya yang besar dan panjang menangkup daguku, mau tak mau aku harus menatap matanya.
"Jangan alihkan pandanganmu Julia, ayo ikut kakak". Tanpa aba-aba lagi, kak Albert menggeretku entah kemana tujuannya.
Tak lama kami sampai di sebuah ruangan yang berisi banyak botol sampanye dan bau menyengat khas anggur mulai tercium di hidungku. Jujur aku tak menyukai sampanye atau pun anggur apapun itu. Karena bagiku rasanya sangat tidak enak.
"Selamat datang adikku sayang, di sebuah ruangan yang selama ini ingin kutunjukkan padamu". Dengan gagahnya dan ala bangsawan dia berjalan membimbingku untuk berkeliling di sekitar ruangan ini.
"Ruangan apa ini kak?" Saat pertanyaan itu terlontar dari bibirku. Kak Albert merangkulku dengan erat, seolah-olah aku ini sebuah boneka yang bisa sembarangan dia rangkul.
"Hanya ruangan anggur biasa, tidak terlalu penting".
"Jika tidak penting, kenapa kakak mengajakku kesini?" Aku yang merasa risih mencoba menjauh dari kak Albert.
"Hanya ingin bersamamu saja adikku". Dengan pelukan eratnya, aku harus menahannya tetap memelukku. "Kulihat Charles barusan bersamamu, apa yang kamu lakukan dengannya adikku?" Tangannya yang nakal menggodaku dengan menekan puting payudaraku, membuat jantungku berdetak kencang tak karuan.
"Hanya berbicara biasa kak".
Setelah aku melontarkan satu jawabanku, kak Albert tak bicara lagi melainkan menekan dan memelintir puting payudaraku dengan keras. "Ahhh". Desahanku membuat kak Albert semakin bergairah untuk bermain di dadaku, dengan mencium dan melumat bibirku secara tiba-tiba tangannya tak berhenti memelintir payudaraku.
Sesekali dia berbisik dengan nada sexynya, "Mendesahlah lagi, meow". Meow? Apakah aku kucing ya? Kok aku dipanggil meow.
"Ahhh, pelan-pelan kak, eerrgghhtt". Desahanku membajiri ruangan wine yang telah dia persiapkan untukku.
Tak berhenti sampai disitu, tangan besar kak Albert turun ke perutku dan meraba perutku dengan kelembutan yang dia berikan. Aku terhanyut dalam kelembutan yang dia berikan untukku dan sampailah dia atas kemaluanku.
Tangannya menggesekkan ujung jarinya di belahan kemaluanku. "Ahhh, kak Albert, Julia ingin keluar". Tak lama cairan orgasme pertamaku keluar dan semua ini ulah kakak kandungku sendiri. Yang seharusnya aku jaga hanya untuk suamiku, untuk kedepannya aku tidak tahu apakah nasibku dikelilingi mereka atau aku akan memiliki kekasih.
Bersambung...

KAMU SEDANG MEMBACA
Julia By JulinLinn
RomancePernah enggak merasakan cinta seperti Julia? Dicintai kakak tiri, kakak ipar, kakak kandung dan adik tiri? Kalau pernah aku ceritakan ya.. Julia gadis berusia 18 yang hanya meminta semua kakak-kakaknya dan adik tirinya mencintainya dengan tulus. A...