"Gara, Plis jangan bercanda!" suara Shino yang terdengar bergetar itu sedikit menyentak, tangannya beralih menepuk-nepuk pipi Gara.
Jerry yang sejak tadi berdiri di sebelah pintu mobil yang terbuka, hanya menyaksikan dalam diam dengan raut wajah yang sulit diartikan.
Shino yang mulai panik lantas menegakkan kepala Gara yang bersandar pada kaca mobil, saat itu juga ia bisa melihat wajah adiknya yang nampak pucat. Shino lantas mendekatkan jari telunjuknya ke hidung Gara. Shino menghela napas. Sedikit lega karena masih bisa merasakan hembusan napas Gara dijari telunjuknya.
"Jer, lo cepat masuk! Kita bawa Gara ke rumah sakit sekarang," perintah Shino pada Jerry.
"Ck, ngapain sih bang? Palingan dia tuh cuma tidur. Gak usah berlebihan deh!" Jerry berdecak kesal.
"Gara pingsan, Jer! Lo liat sendiri dari tadi gue coba bangunin, tapi dia gak bangun-bangun. Jadi gak mungkin kalo dia cuma tidur," Jelas Shino dengan suara sedikit tinggi.
"Yaudah sih, nanti juga bangun sendiri! Gue capek banget, bang.. pengen cepat istirahat. Bang Shino pasti tau 'kan, dari Aussie ke Indo itu gak sebentar?!" balas Jerry kesal. Ia sangat lelah dan ingin segera merebahkan tubuhnya di kasur.
Bodyguard yang menyadari ada keributan dari mobil didepannya itu, lantas berjalan mendekat menghampiri para tuan mudanya .
"Ada apa, tuan muda?" Tanya salah satu bodyguard yang bernama Ajun.
"Tuan muda Gara kenapa?" Tanyanya lagi, saat melihat ke arah Gara yang memejamkan mata.
"Pingsan. Gue mau bawa dia ke rumah sakit. Lo ikut gue, yang lain antar Jerry pulang ke mansion, biar Jerry bisa cepat istirahat!" Jawab Shino mentitah para bodyguardnya.
"Baik, tuan muda!" Balas bodyguard yang sebanyak tiga orang itu dengan serempak.
"Biar saya saja yang menyetir." Ucap Ajun pada Shino.
Sedangkan Jerry tidak lagi membalas Shino, ia langsung saja berjalan menuju mobil bodyguard dengan wajah kesal.
"Bantuin gue dulu pindahin Gara ke kursi tengah." Perintah Shino pada Ajun.
"Baik."
🚙 🛣 🏥
Shino merasakan pergerakan dari kepala Gara yang ia sandarkan pada bahunya.
"Gar?" Panggilnya.
Ajun yang mendengar itu lantas melirik kaca spion tengah, memperlihatkan dua tuan mudanya yang duduk di belakang. Ia bisa melihat salah satu tuan mudanya yang tadi tidak sadarkan diri itu kini perlahan membuka matanya.
"Tuan muda Gara sudah bangun!" Seru ajun.
Shino lantas memastikan perkataan bodyguardnya itu dengan menegakkan kepala Gara.
"Alhamdulillah!" ucap Shino saat melihat Gara sudah membuka matanya, "Lo gak apa-apa?" Sambungnya lagi ingin memastikan kondisi sang adik.
Gara mengerjap lemah, "Emangnya gue kenapa? Ini kita mau kemana, bang? Jerry mana?" Tanyanya dengan wajah bingung.
Seingatnya tadi ia sedang berada di bandara untuk menjemput Jerry tapi kenapa sekarang mobil mereka tengah melaju di jalan raya dengan Ajun yang mengemudi. Ia juga tidak melihat keberadaan sepupunya itu.
"Lo tadi pingsan. Sekarang kita lagi di jalan mau ke rumah sakit. Gue suruh bodyguard yang lain antar Jerry pulang duluan ke mansion, biar dia bisa istirahat. Lo tuh ya, udah bikin gue panik setengah is death tau gak?Tiba-tiba denger benda ditangan lo itu bunyi, ditambah lo gak ngerespon pas gue coba bangunin. Gue langsung ingat kata-kata lo tadi pagi yang lo bilang kalo lo kenapa-napa benda di tangan lo itu bakal bunyi. Kenapa lo gak bilang sih kalo kondisi lo lagi gak baik? Jadi ini alasan nya lo bilang malas keluar?" Omel Shino panjang lebar, sedikit kesal karena Gara tidak memberitahu tentang kondisinya yang sedang tidak baik itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
About Gara
General FictionTentang Gara menghadapi kekurangan dan kelemahan nya. 📢 Warning! - Ini cuma cerita fiksi ya! Jadi jangan terlalu dianggap serius! Buat hiburan aja! Ambil sisi baik nya, buang sisi buruk nya, okey! 💙😽