"Kerahkan semua yang kalian bisa."
•
•
•
•
•"Tolong beri jalan!!"
Gerombolan manimal-manimal yang memenuhi jalan dengan teratur menepi satu-persatu hingga memberikan jalur cukup lebar untuk para tenaga kesehatan. Mereka menggotong puluhan korban cabik-cabikan chimera yang mengamuk di tengah kota beberapa saat tadi. Dan sampai sekarang Chimera masih mengamuk.
Jeno dengan jelas melihat kakaknya menjadi salah satu korban hanya dapat menutup mulut. Seharusnya makhluk besar itu bisa ditangani, tapi entah mengapa terasa sangat sulit untuk hanya memberi satu tinju. Satu hal yang Jeno amati tadi.
Ia harap-harap cemas pada sang kakak. Yoobin ialah keluarga satu-satunya yang ia miliki. Kehilangan sang kakak ialah satu-satunya mimpi buruk yang menghantuinya kini.
Serigala muda itu menggenggam permata itu bagaikan jimat keberuntungan. Kemunculannya permata ini abu-abu, beberapa kali ia selamat berkatnya, akan tetapi juga memunculkan kesialan bagi orang banyak. Jeno terperangkap oleh pikirannya sendiri.
"Kau!"
Sekarang, dihadapan Jeno berdiri para peserta pertandingan dan beberapa manimal yang tidak terkena penyakit, mereka nampak marah pada Jeno. Lirikan mata tegas Jeno tak berpengaruh apapun pada mereka. Lagipula Jeno sudah menduga jika ini akan terjadi.
"Apa kau sadar dengan yang kau perbuat?!" teriak Dongpyo.
"Permata yang melindungi mu itu membawa sial, keparat!!" sahut Changbin dengan urat leher yang telah menegang.
Para manimal semakin memojokkan Jeno, menyalahkan semua kejadian ini pada si pelaku yang menerima apapun yang dilontarkan dari mulut. Memang ini salahnya, dan ia tidak akan membela diri jika mereka terus-menerus menyalahkan Jeno. Ia pantas mendapatkan semuanya, ini murni kesalahannya sendiri.
"CHIMERA!!"
Teriakan cempreng dari manimal kecil itu menarik perhatian mereka. Tanpa banyak kata, Jeno berubah menjadi serigala dan menyerang, tentu para peserta pertandingan ikut serta. Mereka dan Chimera itu saling berbalas cakaran atau gigitan satu sama lain. Tak perduli dengan tubuh yang nantinya mendapat banyak luka.
Jeno terlempar setelah tak sengaja mendapat cakaran cukup kuat dan dibanting di tanah. Beberapa manimal lain mulai tumbang satu-persatu hingga tersisa Changbin yang masih bertahan.
Saat Changbin akan menyerang, tiba-tiba makhluk besar itu menghilang, seperti tak pernah muncul. Perginya angin yang tercampur debu membuat mereka melihat dengan jelas para kelompok berjubah hitam. Salah satu dari mereka nampak baru saja menutup buku dan menguncinya.
"Siapa kalian?!" tanya Doyoung dan memasang kuda-kuda.
Jeno bangkit lagi untuk berjaga-jaga jika para kelompok berjubah hitam itu tiba-tiba menyerang kejutan. Para peserta pertandingan sudah mulai mengeluarkan senjata mereka lagi, bahkan beberapa yang lain telah berubah wujud menjadi ras hewan masing-masing.
"Tenanglah, kami tidak akan melukai kalian," ucap yang lebih tinggi mencoba mengambil kepercayaan mereka.
Meski begitu, tidak ada satupun dari para manimal yang mau mengindahkan kalimat itu. Mereka masih siap-siaga dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.
Decakan sebal mengudara dan mengundang pertanyaan bagi para manimal. Sosok salah anggota misterius yang sedari tadi tampak santai dengan situasi kini lalu mendorong yang berdiri di tengah.
"Apa dari kalian melihat sosok manimal yang memiliki permata hitam?" tanya yang didorong tadi dengan sopan.
Para manimal yang ikut pertandingan langsung menunjuk Jeno yang ada di belakang. Dengan ragu-ragu Jeno mengambil permata tersebut dan menunjukkan di hadapan mereka semua. Permata itu tampak mengeluarkan sinar hitam yang remang-remang seolah merasa terpanggil.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Shadow King's Precious Gem || JaemJen
FanfictionHanya karena menemukan permata misterius saat mencari bahan ramuan, bukan berarti ia harus mendapatkan misteri baru yang belum pernah ia tangani sebelumnya! Jeno hanya manimal ras serigala biasa, bukan makhluk dengan kekuatan super yang bisa membela...