"Daerah terlarang? Tapi kenapa para gorgon masih melewati wilayah kalian?"
•
•
•
•
•Para elf menatap Jeno terkejut. Tentu saja mereka merespon seperti itu, semua masalah internal sudah dirahasiakan rapat-rapat oleh pimpinan dan seluruh warga elf. Bagaimana bisa ada yang tahu jika para gorgon masih dengan santai melewati daerah mereka?
"Para warga Deadalus sudah tak asing." Jeno dengan santai berbicara, ucapannya malah terkesan seperti meremehkan para elf, dan itu sangat buruk. Belum lagi jika kakaknya kena imbas karena dikira memantau wilayah elf.
"Apa para wanita ular itu mengancam kalian?" San kali ini bertanya.
Dan sepertinya pertanyaan itu benar. Dengan jelas raut para elf tampak gelisah dan tak tenang dari sebelumnya. Bahkan mereka saling melirik-lirik satu sama lain seakan sedang bicara melalui tatapan mata, terutama para elf terlihat berlindung di balik punggung yang paling depan.
"A-apa maksudmu?" gagap salah satu elf paling depan. Responnya terlambat dan membuat Minji yakin jika semua kemungkinan di benak adalah kenyataan.
"Tidak usah berbohong. Sudah berapa tahun?" Mark yang memang mengerti keadaan langsung ikut memojokkan mereka dengan cara halus begini.
Saat para elf akan angkat bicara, sebuah pisau dilontarkan mengarah ke Jeno. Dengan sigap si serigala menghindar dan membalikkan arah pisau yang harusnya mengenai tubuhnya menjadi tertancap di pohon. Reflek Jeno benar-benar memang harus diacungi jempol, tak banyak makhluk yang memiliki refleks sebaik itu.
Lucas mendekati pisau itu, pisau beserta lubang hasil pisau mengeluarkan cairan abu pekat yang membuat pohon yang terdapat pisau tadi mulai layu dan batangnya berwarna hitam. Hanya ada satu jawaban atas tadi. "Racun. Mereka pasti ada di sini," bisiknya memperingatkan yang lain.
Dan ternyata kalimat memojokkan dari Mark, dugaan Minji yang berubah menjadi kenyataan. Para elf mulai kehilangan fokus dengan panah yang ada di tangan masing-masing. Minji dengan sigap mengambil kuda-kuda untuk melindungi bangsa peri itu. Sementara yang lain mulai mengedarkan pandangan untuk berjaga-jaga, tak lupa memasang ancang-ancang untuk menyerang.
"Kalian tenang, selama ada kami, semuanya akan baik-baik saja. Dan akan kami pastikan kalian terbebas dari para gorgon," ucap Minji menenangkan para elf yang terdengar seperti janji.
Hening selama beberapa saat hingga suara langkah kaki mulai mengusir hening. Penjagaan sama sekali tidak turun setiap detik berdetak, prajurit hebat pasti tak menurunkan penjagaan meskipun hanya beberapa detik. Wujud dari si pemilik langkah kaki mulai terlihat, mereka datang dari tenggara.
"Wah-wah.. sepertinya elf-elf muda ini menemukan pahlawan untuk bangsa mereka, hm?"
Beberapa wanita dengan rambut ular yang membuat siapapun yang melihatnya bergidik ngeri. Bagaimana tidak? Melihat ular-ular itu mendesis ditambah para sisik ular disepanjang tubuh wanita itu..err.. sangat-sangat mengerikan untuk dilihat, apalagi Jeno yang baru pertama kali melihat makhluk itu secara langsung.
"Ck, aku tak percaya kalian diancam begitu saja takut. Kalian tak menggunakan kekuatan kalian dengan baik, hahahaha." Salah satu gorgon mengejek.
Tak ada yang bicara hingga Minji menurunkan kuda-kuda dan berjalan maju hingga berhadapan dengan para wanita ular. Begitu melihat Minji maju membuat tawa para wanita ular itu lenyap, tergantikan dengan wajah marah bercampur takut.
Mata cantik wanita Kim itu menajam seakan siap menebas siapapun. "Raja telah membagi wilayah masing-masing dan beraninya kalian menentang peraturannya? Aku perintahkan kalian untuk kembali ke wilayah kalian dan jangan menganggu bangsa manapun terutama para elf! Bila tidak, kalian akan tahu akibatnya. Ini ancaman terakhir!"

KAMU SEDANG MEMBACA
The Shadow King's Precious Gem || JaemJen
FanfictionHanya karena menemukan permata misterius saat mencari bahan ramuan, bukan berarti ia harus mendapatkan misteri baru yang belum pernah ia tangani sebelumnya! Jeno hanya manimal ras serigala biasa, bukan makhluk dengan kekuatan super yang bisa membela...