"Tak pernah mau belajar"- kutip 2
Kita selalu berharap dicintai. Selalu ingin mendapatkan yang terbaik, tidak salah memang. Sebab, sewajarnya manusia menyukai hal yang indah.
Tak ada manusia yang ingin menderita. Apalagi menderita akibat orang yang dia cinta. Pada dasarnya, semua orang ingin merasakan kebahagiaan.
Selalu merasa sempurna ketika ada orang lain menjadikannya istimewa,
Kamu tak lupa yang kamu cintai adalah manusia biasa. Sama seperti kamu. Butuh juga dikasihsayangi, diperhatikan dan dipedulikan.
Sebab, asmara yang sebenarnya adalah hubungan timbal balik dua hati yang harus saling membakar, agar tetap membara dan tak mati.
☘️️☘️☘️
7 tahun yang lalu.
Junkyu mengusap satu lembar uang seratus ribu digenggamannya dengan perlahan.
Bibirnya mengulas senyum tapi keadaannya tidak seperti apa yang diperlihatkan pada ekspresi wajahnya.
Matanya berkaca-kaca, hatinya perih dan sesak. Setelah semua rasa sakit itu berkumpul, maka air mata lah yang jatuh sebagai jawabannya.
"Hiks hiks pih cuu~ cucu~"
"Iya sayang, sabar ya. Papih mau beliin kamu susu sekarang"
Hikaru yang masih bayi berumur satu tahun saat itu terus menangis karena tenggorokan kering kehausan.
Asi yang diproduksi Junkyu saat itu sudah tak sebanyak ketika ia melahirkan Hikaru dulu. Maka, beralih untuk meminum susu bubuk yang tentu saja sesuai umur bayinya.
Junkyu pun menggendong Hikaru masih menggenggam uang seratus ribu ditangannya. Pergi ke minimarket terdekat untuk membeli susu yang harganya setengah dari uang yang ia bawa.
"Astaga harganya naik" Junkyu menggigit bibir bawahnya melihat harga yang tertera dikotak susu tersebut.
Keadaan ekonomi yang saat itu memburuk karena perusahaan Haruto hampir bangkrut, membuatnya harus pintar-pintar dalam berhemat.
Memikirkan apakah uang tabungannya bisa untuk membayar listrik, membeli kebutuhan Hikaru dan bahkan membeli sesuap nasi.
"Hikss ndaa cuuu~ hiks" Hikaru semakin menangis kencang melihat Junkyu yang hanya diam berpikir.
Mau tak mau, Junkyu harus membeli susu untuk Hikaru yang kembalian uangnya bahkan tak ada dari setengahnya.
Untuk kebutuhan makannya ia singkirkan terlebih dahulu, karena kebutuhan sang anak lebih penting baginya
☘️☘️☘️
Ruang kerja yang terlihat luas dan menyimpan banyak ornamen unik terlihat tenang.
Tapi satu orang yang menyinggahi tempat tersebut tampak kacau terlihat dari ekspresi wajahnya.
Matanya menatap nanar kertas yang bertuliskan sejumlah hutang yang harus dibayar. Ini bukan kelalaiannya, melainkan salah satu karyawannya yang berani membawa uang itu kabur.

KAMU SEDANG MEMBACA
Angry Husband [END] ✓
Fanfiction[SEQUEL : Angry Boyfriend] Membangun rumah tangga itu bukanlah suatu perkara yang mudah. Junkyu tak pernah menyangka jika hubungan mereka bisa sejauh sampai titik ini. Tapi, ia lebih tak menyangka jika Haruto yang dulunya nakal, manja dan cengeng pa...