Ini tentang aku Sia Salita yang menikah dengan duda satu orang anak
Dari hasil perjanjian antara orang tua yang terputus karna si pria yang menikahi wanita lain, laki-laki itu adalah Bayu Kusuma Sanjaya
Namun beberapa tahun kemudian perjanjian itu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
□□□
Nana senang karena di markas alias ruang santai sofa singgah sananya mendapatkan angota baru jadi dia tidak sendiri lagi menonton Upin-Ipin, malsupilami, pada zaman dahulu, barbie, SpongeBob, Boraemon, Dora explorer, Cocomelon dan masih banyak lagi koleksi kartun Nana
"Dedek upin-ipin itu yang pakai lambut satu namana upin ya.. yang pakai tidak lambut itu namanya ipin ya dede?" nana menjelaskan kepada anggota barunya sudah seperti pengenalan prusahan
Denga dot di tangan dan kukis buatan sang mama. Nana duduk bersebelahan dengan sang adik, sedangkan Bara masih duduk di Booster Chair nya dengan tangan mengemili biskuit khusus bayi
Bara hanya menangapi dengan ocehan dan tawa setiap sang teteh berbicara, seakan mengerti. Nana dengan serius menanggapi sang adik mengoceh
"Nanti kita nonton lobot ya emmm.. lobot sama ultlamen beda ya dedek" Nana bersila di karpet bulu toples kukis yang ada di hadapannya tinggal setengah
"Plozen juga selu dede emm... kamu suka esa atau ana? ---itu namana Atu emmm.. kaya ake begitu" tunjuk Nana pada tivi yang sedang menayangkan serial Upin-Ipin
"Pimmm-pimmmmsss" oceh Bara dengan liur sudah keluar
"No..no..! No pimmmsss tapina Upin-Ipin dedek!!" Nana sok-soan menasihati Bara tidak tahu saja Bara bahwa teteh kesayangannya itu sebelumnya pernah menyebut Upin-Ipin dengan sebutan Ipin-Ipin lah si rambut satu helai kemana? dan siapa itu yang menangis ingin membelikan sampo dan baju untuk karakter fiktif itu.
Karna biskuit bara sudah habis menyisakan remehannya saja dengan tidak sabar Bara melambai-lambaikan tangannya pada Nana meminta untuk di berikan kukis
"No Barbar!!. tidak boleh makan ini, ini punya na teteh dede" Nana dengan segera memeluk toples kaca kukis nya. lagian mana bisa bara keluar dari Booster Chairnya "ini ada coklat na nanti gigina ompong!!" Lah kocak anak si Sia, Bara mana punya gigi
Nana memasukan kukis yang masih besar di tangan nya ke dalam mulut agar tidak di ambil Bara bahenol
"Yeh...yeh..." Bara mengerakkan tangan dan kakinya tidak sabar karna ingin memakan kukis
Nana yang panik karena sang adik tidak mau diam langsung berteriak
"Mama!!!" Teriak Nana kepada sang Mama yang memang pagi itu sedang bersama embak dan babysisttr nya memasak di dapur di campur dengan bergosip dan mengomentari harga sembako yang semakin melambung tinggi
●●●
"Iya bu minyak sekarang mahal banget!" Ucap sus yang sedang mengaduk adonan bakwan jagung
"Iya bu, di kampung saya saja sekarang sudah beralih ke minyak curah" timpal embak dengan tangan sibuk memotong sayur
"Ia sih minyak curah murah tapi kan.. yagitu lah mbak, sus, pasti kalian tahu, apa lagi kan saya ada anak harus jaga kesehatan tidak apa lah saya mengeluarkan uang lebih" Sia benar-benar harus memutar otak agar asupan gizi anak terpenuhi
"Iya bu Saya juga mengerti bu" timpal suster
"Tapi tergantung ekonomi juga sih sus, mbak kalu tidak mencukupi mungkin tidak papa, yang terpenting semoga kita semua sehat terus...da.."
"MAMA!!!" terdengar teriakan Nana
"Hemmm apa lagi ini sus? Perasan ini anak teriak-teriak terus seperti di hutan" keluh Sia lalu membuka celemeknya "Iya...iya... kenapa lagi nak?!" Sia bergegas menghampiri sang anak
○○○
PS. Yang mau baca Ekstra Part - Nana dan Barbar dan Ekstra Part - Awal lebih panjang bisa kalian baca di Karyakarsa