27. Sepenuhnya Yakin

242 39 0
                                    

Nico tersenyum tipis lalu menarik Selina agar dirinya duduk di atas pangkuannya. Nico pun melingkarkan tangannya pada pinggang Selina yang masih agak kacau karena baru saja bangun dari tidurnya. Lalu Nico pun bertanya, "Tapi, bagaimana jika aku memang memiliki kemampuan itu? Dan tidak hanya memberikan harapan padamu, Selina? Bagaimana jika aku memang bisa dengan leluasa untuk memasuki alam mimpimu setiap malamnya?"

Sebab Nico menggunakan nada yang serius, Selina juga menampilkan ekspresi yang tak kalah seriusnya saat dirinya mendengar pertanyaan tersebut. Namun, sesaat kemudian Nico tertawa dengan renyah saat melihat ekspresi Selina tersebut. "Wah, kekasihku benar-benar sangat menggemaskan," ucap Nico sembari mengecup bibir dan pipi Selina dengan begitu gemas.

Sadar jika dirinya telah digoda oleh kekasihnya itu, ia pun memukul bahu Nico dengan kesal. "Jangan menggodaku terus seperti itu! Kau benar-benar menyebalkan!" seru Selina setengah merengek karena barusan dirinya benar-benar berpikir jika apa yang dikatakan itu adalah hal yang sangat serius.

Sementara itu, Nico malah menanggapi kejengkelan Selina tersebut dengan sebuah kekehan senang. Lalu berkata, "Maafkan aku. Aku hanya senang menggodaku karena itu terasa sangat menyenangkan."

Nico pun memeluk Selina dengan lembut, membuat Selina membalas pelukan tersebut dengan tak kalah lembutnya. Namun, Selina tidak sadar, bahwa saat ini ekspresi Nico berubah. Pria itu terlihat memasang ekspresi yang sangat serius. Sebab ia baru saja menyadari satu hal yang sangat penting. Ia sadar bahwa, ada perbedaan besar di antara kehidupannya dengan Selina.

Lalu kini, Nico juga belum siap untuk membuka diri dan mengungkapkan perbedaan antara mereka. Sebab Nico takut, bahwa hal itu akan membuat Selina menjauh darinya. Nico mencium bahu Selina dan berkata, "Aku mencintaimu, Selina."







***







Nico menjawab telepon dari Rion, saat dirinya baru sampai di rumah sepulang bekerja dan mengantarkan Selina pulang. Kini, Nico memang memutuskan untuk tidur di rumahnya sendiri, karena ia juga harus membiarkan Selina sendiri. Mengingat akan sangat berbahaya jika ia terus memakan energi Selina ketika mereka menghabiskan waktu bersama. Sebenarnya menghabiskan waktu bersama tidak terlalu berbahaya. Yang berbahaya adalah fakta bahwa baik dirinya maupun Selina sama-sama tidak bisa menahan diri untuk melakukan kontak fisik ketika mereka bersama.

"Ada apa?" tanya Nico.

"Kenapa Paman selalu terdengar ketus ketika aku menghubungimu?" tanya balik Rion karena tidak mengerti mengapa sang paman bisa selalu ketus seperti ini.

"Bagaimana aku tidak ketus, jika kau hanya menghubungiku ketika kau hanya membutuhkan bantuanku?" tanya balik Nico membuat Rion tertawa canggung. Sebab apa yang dikatakan oleh Nico memang benar adanya. Saat ini Rion menghubungi Nico karena dirinya memiliki sesuatu yang ia butuhkan dari Nico. Atau lebih tepatnya, ia memiliki sebuah pertanyaan.

"Paman sepertinya memiliki firasat yang sangat baik. Aku memang memiliki sebuah pertanyaan untukmu. Aku merasa sangat bingung, karena baru saja menemui seorang wanita yang tidak terpengaruh hipnotisku," ucap Rion membuat Nico teringat dengan kejadian di masa lalu. Di mana saat Flo yang tak lain adalah ibu dari Rion, tidak bisa menghipnotis Killian yang pada akhirnya menjadi suaminya dan tak lain adalah ayah dari Rion.

"Kasus itu memang tidak wajar, tetapi itu juga tidak mustahil. Sebab ibumu juga pernah mengalaminya, Rion. Dulu, ibumu tidak bisa menghipnotis ayahmu dan berakhir menjalin hubungan dengannya. Kisah cinta mereka adalah keajaiban yang membawamu terlahir ke dunia ini. Karena itulah, bisa saja wanita yang tidak bisa kau hipnotis itu memanglah takdirmu," ucap Nico membuat Rion menggerutu.

Mimpi Panas 3 : Selina & NicoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang