Nico menghentikan laju mobilnya saat tiba-tiba dirinya mendapatkan firasat yang sangat buruk. Ia pun tiba-tiba teringat dengan wajah Selina. Lalu dirinya pun tanpa pikir panjang segera memutar arah, dan berusaha untuk menghubungi Selina. Namun, Selina tidak mengangkat panggilannya sama sekali. Membuat Nico semakin merasa cemas saja. Ia pun menginjak pedal gas dalam-dalam, tidak mempedulikan kecepatan mobil yang ia kemudikan saat ini.Hal yang Nico pikirkan adalah segera sampai di gedung apartemennya dan memeriksa kondisi Selina yang saat ini tiba-tiba membuat dirinya cemas. Karena kecepatan gila yang ia gunakan, Nico pun bisa mencapai tujuannya dalam waktu yang lebih cepat daripada waktu kepergiannya. Sebab sebelumnya Selina sudah memberikan kartu akses menuju area parkir basement apartemen dan kartu akses menuju lift apartemen, Nico pun dengan mudah segera memarkirkan mobilnya di tempat parkir. Berbekal kartu tersebut, Nico berlari menuju pintu masuk gedung yang terhubung dengan basement.
Nico baru saja akan menuju lift saat dirinya ditabrak oleh seseorang yang berpakaian serba hitam dan menyembunyikan wajahnya dengan masker dan topi yang ia kenakan. Tentu saja Nico yang ditabrak mengumpat dan menatap orang itu yang pergi begitu saja tanpa meminta maaf sedikit pun pada dirinya. Hidung Nico mengernyit saat dirinya mencium bau sedikit anyir bercampur bau karat yang mengingatkannya dengan darah segar.
"Aku seperti mengenal gesturnya," gumam Nico.
Namun, Nico tersadar jika dirinya tidak memiliki waktu untuk memastikan siapa pria yang sudah menabraknya itu. Ia harus menemui Selina untuk memeriksa keadaannya. Nico bergegas menuju lift dan menekan tombol lift membuat lift yang ternyata baru saja tiba di lantai delapan, di mana unit apartemen Selina berada, kembali turun ke lantai di mana dirinya berada. Setelah menunggu beberapa saat, pintu lift terbuka dan dirinya pun dikejutkan dengan pemandangan mengerikan di mana seorang perempuan tampak bersimbah darah di dalam bilik besi tersebut.
Nico yang melihatnya pun segera berseru, "Selina!"
Meskipun wajahnya tertutupi rambut dan darah yang masih mengalir, Nico masih mengenali perempuan yang terkapar tidak sadarkan diri tersebut adalah kekasihnya. Nico pun dengan mudah menghubungkan hal yang menimpa Selina ini dengan apa yang terjadi sebelumnya. Di mana Nico ditabrak dengan pria mencurigakan yang berbau amis darah. Nico pun memaki, "Bajingan! Akan kubunuh kau!"
Lalu Nico menggendong Selina dan berlari secepat mungkin menuju mobilnya. Nico tidak akan menelepon ambulance, dan memilih untuk membawanya segera ke rumah sakit dan instalasi gawat darurat. Sebab menurut Nico itu akan lebih cepat dan efisien untuk saat ini. Nico mengemudikan mobilnya dengan salah satu tangannya, sebab tangannya yang lain menggenggam tangan Selina dengan erat sembari bergumam, "Kau harus bertahan, Selina. Aku tau kau kuat, dan pasti bisa melewati ini dengan kuat."
***
Nico terlihat sangat gelisah saat dirinya menunggu di depan ruang operasi di mana Selina kini tengah ditangani. Karena ada beberapa pendarahan dalam, maka dokter yang menangani Selina menyatakan bahwa ia harus menjalani sebuah operasi. Jujur saja, saat ini Nico ingin memburu orang yang sudah melukai Selina sejauh ini, dengan kemampuannya sendiri. Namun, ia sadar jika saat ini dirinya perlu tetap di sisi Selina, dan sebisa mungkin untuk tetap ada di sisinya hingga ia sadar. Terlebih, kini orang tua Selina belum tiba.
Beberapa saat kemudian, ada dua orang polisi yang memang datang untuk menanggapi laporan Nico atas penyerangan yang diterima oleh Selina sebelumnya. Polisi itu datang untuk meminta keterangan langsung dari Nico, dan akan melakukan penyelidikan langsung. Polisi itu pun segera pergi setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan, meninggalkan Nico yang terlihat tenggelam dalam pikiran gelapnya. Nico tengah berpikir, untuk memberikan pelajaran pada bajingan yang sudah menyentuh Selina.

KAMU SEDANG MEMBACA
Mimpi Panas 3 : Selina & Nico
RomanceMENGANDUNG KONTEN DEWASA HARAP BIJAK MEMILIH BACAAN! harap follow akun Mimi dulu yaw😉 Sebagai seorang incubus, entah sudah berapa banyak mimpi yang Nico masuki, dan berapa banyak wanita yang menghabiskan malam dengannya. Semuanya bergerak sesuai de...