Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dentuman keras berbunyi nyaring ditelinga membuat seluruh siswa SMA Bhakti langsung bergidik ngeri. Suara yang pernah dua kali didengar, kini kembali lagi.
Kericuhan gempuran gerbang yang dilempari dengan batu serta knalpot sepeda motor menggebar sesuka hati si pelaku. Sungguh kurang kerjaan, hingga sekolah yang tak bersalah menjadi sasaran.
Semuanya terlihat begitu panik hingga lari berhamburan untuk menyelamatkan diri mereka masing-masing. Kedua tangan salah satu cowok, mengepal kuat dengan sorot mata merah tajam diselimuti amarah.
GusandraAklalHyder. Perisai SMA Bhakti yang dibantu oleh seorang Penyusun strategi penyerangan, Reygan Aditya Al-Azhar serta ketiga inti Nobelbor lainnya.
Dengan perasaan yang masih dibuat setenang mungkin, Reygan berjalan kearah pengeras suara, menginformasikan kepada seluruh penduduk sekolah untuk tidak keluar dari ruangan.
"Kurang kerjaan tuh si Cetar. Udah kalah terus, masih aja nantang." Zibran bertutur seraya menggulung lengan seragam putihnya.
"Udah gitu nyolong start. Padahal tinggal nunggu beberapa jam lagi di lapangan Cakrawala, mereka semua bakalan tumbang." Imbuh si playboy menjawab dengan smirk yang amat sombong. "Ini malah, nyerahin diri di kandang buaya."
Tanpa memperdulikan ucapan keduanya, Andra melangkah terlebih dahulu diikuti Reygan serta Eldan disampingnya.
"Tolol lo, bang ! Malah bercanda. Tuh si bos marah !." Ujar Zibran, menunjuk dengan dagu pergerakan sang ketua yang terlihat begitu marah.
Cowok itu menyadari kesalahannya. Secepat mungkin Galvin berjalan beriringan dengan Zibran menuju ke depan gerbang SMA mereka.
Terlihat banyaknya deretan pasukan para preman jalanan suruhan musuh bebuyutan mereka, Cretar geng, sejak tiga tahun silam.