Chapter 20 : A Strange Vision and A Decision

130 9 26
                                    


Para member Sakurazaka masih berada di Provinsi Jing.

Setelah pertemuan sebelumnya dengan Cao Cao yang berujung pertarungan antara mereka melawan sang penakluk itu, kini mereka pun harus tinggal sementara di Jingzhou, selain masih tak ada nya perintah atau izin untuk kembali ke Jianye, mereka juga masih istirahat.

Lingqi sendiri sudah cukup sehat, ia sedang memeras kain yang di celupkan ke air hangat lalu meletakkan nya di dahi Karin yang sedang berbaring.

Karin sejatinya sempat sadar dan bangun seusai pertarungan sebelumnya tapi kondisinya sedikit lemah dan kini ia justru kena demam, hal ini pula yang membuat para member memutuskan untuk tetap di Jingzhou lebih dulu.


Lingqi menatap terdiam sejenak sembari mengusap rambut pendek Karin itu sebelum tersenyum kecil, ia lalu menggunakan jempol dan telunjuknya dan menekan dahi Karin dengan gemas "bisa-bisanya kau sampai seperti ini"

"ungg..." Karin hanya menggerutu sebagai balasan.



Tak lama Ten muncul dan mengatakan ia akan menjaga temannya itu dan bahwa Lingqi bisa istirahat atau menemui yang lain.

"baiklah, tolong jaga dia Ten"

"tentu, oh ya?"

"hmmm"

Ten menoleh "mungkin kau harus menjelaskan ucapan anak bodoh ini tempo hari, teman-teman yang lain tampak penasaran"

Lingqi tersenyum "aku tahu, jangan khawatir...terima kasih"


Setelah Lingqi pergi, Ten menatap ke arah pintu yang di tutup sebelum melihat ke seluruh ruangan itu hingga menemukan bantal lain, ia lalu meletakkan nya di dekat Karin dan justru ikut berbaring disana "daripada harus dipaksa Run belajar lebih baik disini saja....setidaknya aku bisa tidur tenang"

Ten berbaring sembari menatap ke arah langit-langit, pikiran terasa penuh sebelum ia menoleh ke arah sahabatnya yang sedang sakit itu.

'kurasa....untuk sementara aku harus merahasiakan informasi itu dari anak ini, dan semoga Kira tak membocorkannya'




Sementara itu Lingqi menemui para member lainnya yang tengah berkumpul, ia sadar mereka pasti ingin tahu tentang hubungan nya dengan Karin.

Tak hanya dikarenakan gadis yang lebih muda itu memanggil Lingqi dengan 'kakak' tapi juga fakta bahwa saat pertarungan singkat melawan Cao Cao, mata Karin sempat berubah warna menjadi perak, warna yang sama dengan mata Lingqi.

"kalian semua baik-baik saja?"

"kami baik-baik saja...Lingqi-san" ujar Yuuka menjawab mewakili teman-temannya.

"bagaimana keadaan Karin, Lingqi-san?" tanya Hono.

"dia baik-baik saja, demam nya sudah mulai turun, aku ingin membantu menyembuhkannya tapi kurasa akan lebih baik seperti itu dulu, kalian tahu sendiri teman kalian itu suka seenaknya"



Para member mengangguk sampai akhirnya Yui bicara.

"Lingqi-san.....um, sebenarnya ada apa antara kau dan Karin, dan...kenapa dia bisa....sampai seperti itu?"

Lingqi menatap para member didepannya itu dengan tenang ia lalu menghela nafas pelan dan tersenyum "baiklah....aku akan ceritakan....jangan memotong sampai aku selesai"

The Demons Of PeaceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang