2

1.2K 110 9
                                    



Keesokan harinya, renjunpun telah menginjakkan kakinya di sekolah barunya dan dia hanya berharap tidak sekelas dengan Haechan. Kalau dia sampai sekelas dengan Haechan maka dia tidak akan bisa bebas dari kejahilan sepupunya itu. Ntah kenapa dia harus berada disekolah yang sama seperti ini. Ditambah lagi winter sangat manja padanya. Sepertinya hidup Huang Renjun yang damai akan berakhir sekarang juga.

Diapun mengikuti sang wali kelas yang berjalan lebih dulu darinya. Lalu dia menunggu di depan kelas.

"Semuanya perhatiannya tolong! Jaemin lepas earphod mu! Haruto bangun dari tidurmu!" Ucap sang wali kelas yang bernama Bu Joy. Siswa yang ditegur itu langsung melakukannya saja karena tidak ingin terkena masalah panjang pada akhirnya.

Renjun yang mendengar dari luar sudah menggelengkan kepalanya. Apa benar ini adalah kelas anak pintar? Kenapa malah seperti dia masuk kedalam kelas anak nakal di sekolah ini. Apa gurunya tidak salah? Sia-sia sudah sertifikat yang dia dapatkan selama ini.

"Kita kedatangan teman baru. Jadi, ibu harap kalian membantunya dengan baik. Mengerti?!"

"Ne." Ucap semuanya kecuali jeno, jaemin dan haruto. Karena ketiga orang itu tidak akan bersemangat dengan anak baru itu sama sekali.

"Nak, silahkan masuk." Ucap Joy pada renjun lalu renjunpun masuk kedalam kelas itu dengan wakah datarnya. Bahkan Haechan saja kaget karena sepupunya itu akan sekelas dengannya. Mengenai sepupunya akan sekolah ditempat bersama dengannya dia sudah tidak kaget lagi karena dia tau dari ayahnya. Tapi ini sekelas? Sungguh luar biasa sekali.

"Perkenalkan dirimu, dan asalmu." Ucap Joy.

"Annyeong haseyo saya Huang Renjun. Pindahan dari Vancouver, Canada." Ucap renjun datar.

"Baiklah. Renjun silahkan duduk disebelah Haechan. Haechan silahkan angkat tanganmu." Ucap Joy. Dan renjun benar-benar menatap malas guru itu bahkan Haechan sepupunya itu. Kenapa harus dengannya coba. Dia dan ayahnya juga hyungnya itu sangat suka sekali mengganggunya juga Hyung tertuanya. Haechan dengan senang hati mengangkat tangannya dan renjunpun jalan kearahnya lalu duduk.

"Kita sekelas dan satu tempat duduk. Apa artinya itu renjun?" Ucap Haechan senang. Dan renjun hanya diam saja.

"Baiklah ibu akan keluar. Tunggu Bu Ailee untuk masuk." Ucap Joy lalu diapun keluar.

"Hai. Aku Kim Jun Kyu. Kalian tidak akan berkenalan?" Ucap Jun kyu.

"Tidak." Ketus renjun lalu tersenyum pada Jun kyu dan menyambut tangannya. Jaemin hanya memperhatikan dari bangkunya bahkan jeno juga menatap bingung sahabatnya itu. Biasanya tidak akan ada yang bisa menarik perhatian sahabatnya itu.

"Kenapa kau melihatnya? Kau tertarik dengannya?" Bisik jeno.

Lalu jaeminpun langsung memakai earphod nya tanpa menyalahkan ponselnya lalu mengambil buku untuk pura-pura dibaca dan jeno hanya memaklumi sahabatnya itu.

"Huang Renjun? Benar bukan? Apa pekerjaan orang tuamu? Orang yang bisa sekolah disini hanya orang dari kalangan atas ngomong-ngomong." Ucap siswi yang bernamtage Jeon heejin.

"Kau lupa ya, kalau kau itu hanya anak dari asisten ayah jaemin." Ucap Karina ketus lalu tersenyum pada renjun.

"Aku Lee Karina."

"Huang Renjun. Kau bertanya soal keluargaku bukan?" Ucap renjun yang sangat tidak suka dengan orang yang merendahkan orang lain.

"Tentu saja. Walaupun kau pindahan dari canada, bisa saja kau anak beasiswa bukan?" Ucap heejin.

"Baiklah, dengarkan ini baik-baik ya. Karena aku tidak akan mengulanginya sekali lagi. Aku adalah Huang Renjun, anak bungsu Huang Chanyeol dan Huang Wendy. Apa sudah menjawab semua pertanyaan mu?" Ucap renjun datar.

On The Way (jaemren ft nohyuck & harukyu)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang