Ane yang lagi berdiri dan menyesali perbuatan ane, dikagetin sama satu orang yang tiba - tiba nepok pundak ane.
Dia Jupri..
Sohib kecil ane yang pernah terlibat konflik sama ane gara - gara perebutan satu wanita yang sekarang ada dihidup ane.
Jupri yang pernah ane pukulin sampe babak belur di Apartemen, sekarang kembali menjadi salah satu orang yang selalu ada disebelah ane.
"Ehh Prii" kata ane coba buat terlihat biasa aja didepan Jupri.
"Reina bener Min" kata Jupri.
"Lu berjuang buat pertahanin hubungan lu sama Reina dulu"
"Itu bukan hal yang gampang Min"
"Saingan lu, temen - temen lu sendiri"
"Tapi sekarang, setelah lu berhasil dapetin Reina sepenuhnye, masa lu mau sia - siain" lanjut Jupri.
"Ape susahnye tinggalin sedikit kelakuan buruk lu"
"Soal anak - anak kan lu bisa pantau mereka lewat Chibe, atau gak orang - orang yang udah lu percaya"
"Gua gak akan aneh - aneh lagi kok Min, lu bisa percaya gua kali ini" lanjutnya lagi.
"Sekarang gua harus ngapain?" tanya ane.
"Sejak kapan lu jadi gobl*k begini?" tanya Jupri.
"Samperin, minta maaf, buktiin kalo lu bisa ninggalin kelakuan bangs*t lu"
"Gua yakin, gak akan ada orang yang bisa gantiin lu, dihidupnya Reina"
"Tapi kalo lu masih kayak gini?"
"Sekelas Ambon pun lebih bisa gantiin lu dihidupnya Reina" lanjut Jupri.
Tanpa pikir panjang, ane langsung bergegas nyamperin Reina yang ada dikamar ane.
Sampainya disana, ane liat Reina lagi duduk disofa yang ada dipinggir jendela besar sambil gendong anak ane yang masih kecil.
Ane langsung nyamperin Reina lalu duduk disebelahnya. Reina menyambut dengan tatapan malas sambil melihat ke arah luar jendela.
"Ngapain kamu?" tanya Reina.
"Masih marah sama aku?" tanya ane.
"Kamu pikir lah" jawab Reina.
"Aku minta maaf" kata ane.
"Maaf - maaf, selalu kata itu yang aku denger" jawab Reina.
"Aku bosen Min"
"Kata maaf kamu itu gak pernah bisa aku pegang" lanjut Reina.
"Cuma itu yang bisa aku omongin" jawab ane.
"Yaa karena kamu selalu begitu" kata Reina.
"Kamu selalu nganggap semua orang itu sama"
"Selalu bisa maafin kamu, cuma karena denger kata maaf dari kamu" lanjut Reina.
"Sekarang aku harus ngapain biar kamu maafin aku?" tanya ane.
"Aku males nyuruhnya, percuma juga" jawab Reina.
"Sehari, dua hari kamu lakuin. Kesananya juga ditinggalin lagi" lanjut Reina.
"Naa.. Aku minta maaf" kata ane sambil memeluknya dari samping.
Dia gak nolak, tapi wajahnya tetap melihat ke arah luar jendela tanpa melihat ke arah ane sedikitpun.
"Aku tau aku salah, aku belom pernah bisa nepatin janji aku"
"Tapi aku mohon, jangan pergi lagi" lanjut ane.
Itu kali pertama, dan terakhir kalinya ane memohon pada seseorang. Bahkan Nyokap ane pun gak pernah denger ane ngucap kata - kata itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
STM Love Story 2 [END]
RomanceKisah ini Ane buat sebagai kelanjutan dari cerita yang pernah ane tulis sebelumnya. Kehidupan gelap Ane selama menjadi pelajar STM, ternyata terus berlanjut bahkan sampai Ane menjadikan wanita pujaan hati Ane sejak sekolah sebagai teman hidup Ane. M...