Sorry for typo & kata yang hilang 🙏
❄️❄️❄️💙💙💙❄️❄️❄️
"Jadi?" Pertanyaan itu sangat singkat, namun ekspresi wajahnya butuh jawaban sesegera mungkin. Harus.
Perth lagi cerita tentang kejadian tadi pagi. Sementara orang yang diceritakan pura-pura tidak tahu, seolah-olah orang yang mereka bicarakan bukan dia.
"Anan kabur." Jawab Perth untuk pertanyaan Freen yang kini menyeruput minuman. Seketika itu juga Freen tersedak sementara Sammy ketawa ngakak. "Hahaha!" Suaranya terdengar keras bahkan bisa di dengar oleh seisi kantin. Auto jadi sorotan mereka, bahkan Alice group pun ikut memperhatikan mereka.
Lantas Sammy segera minta maaf karena sudah menganggu kenyamanan pengunjung lainnya.
Anan mencebik kesal sebab Sammy tertawa, memangnya salah jika dia lari dari situasi yang seperti itu?
"Ulu ulu... anak mommy ngambek!" Malah semakin senang Sammy menggodanya. Dan yang di goda malah semakin merajuk kesal. Hanya sebentar sebab War dan kawan-kawan datang ke kantin dan segera berjalan mendekati meja tempat anggota Alice duduk. Secara tidak langsung Alice group sudah mengklaim seperempat meja di kantin itu sebagai milik mereka sehingga tidak ada yang berani duduk di sana selain mereka.
Mereka melewati meja tempat Perth dan kawan-kawan duduk.
Seperti biasa, Santa dan Perth pura-pura tidak melihat dan bertingkah seperti tidak kenal.
"Selamat siang senior!" Sapa War bukan karena dia ingin, hanya saja sedari dia masuk kantin, atensi Anan hanya tertuju pada dia seorang. Sehingga dia pikir Anan ingin dia menyapanya. Selain itu, setelah beberapa kali sekelas dnegan Freen, dia jadi kenal dengan Freen. Hanya sekedar kenal nama. Mereka sekelas untuk satu mata kuliah. Itu terjadi karena pada saat yang lainnya libur semester, War mengambil semester pendek. War itu mengambil dua jurusan, Hukum dan Psikologi. Oleh karena itulah dia dua kali lebih sibuk dari teman-teman sejawatnya.
Melihat War berhenti dan menyapa Anan, maka mau tidak mau Thomas, Keng, Krittin dan Santa pun jadi ikut-ikutan. "Selamat siang senior!" Sapa mereka dalam waktu bersamaan. Bagi yang lain itu merupakan kejadian yang ajaib, sebab anggota Alice menyapa duluan, mana yang di sapa itu hanya mahasiswa biasa dan sama sekali tidak pernah terdengar namanya.
Freen dan Sammy melongo dengan mulut yang nyaris menganga. Sementara Anan langsung blushing sedangkan Perth tersenyum simpul.
"Eh, ah iya. Se-selamat siang!" Anan kelabakan lantas segera dia genggam tangan Perth. Dan itu berhasil membuat Perth menatapnya. "Setelah ini aku harus apa?" Ucap Anan pelan.
"Ngomong-ngomong, apa kalian mau jadi model kami tuk foto tahunan club fotografer?" Dari sini Perth yang mengambil alih, bukan apa-apa, dia hanya ingin memperpanjang durasi momen ini agar Anan bisa lebih dekat lagi dengan War.
Anan, Freen dan Sammy saling melirik. Sebab emang ada di club fotografer agenda seperti itu?
"Kami berempat?" Thomas yang menjawab.
"Kok berempat? Berlima bangke. Aku gak kamu hitung?" Omel Santa.
Thomas tertawa kecil. "Eh Sorry, habis badan kamu kecil sih, jadi gak kelihatan." Ucap Thomas sambil mengusap surai hitam Santa yang lembut. Lantas Keng merangkul pundak Santa.
"Kami butuh 9 orang, 4 orang lainnya biar kami yang cari. Tapi jika kalian punya teman yang bisa direkomendasikan boleh." Jelas Perth tenang setenang lautan dalam, lagi baik dia.
"Gak, terima kasih atas tawarannya. Tapi maaf, kami sibuk!" Tolak War tegas tidak punya waktu untuk hal begituan.
"Tentu tidak gratis. Selain itu foto kalian akan terpampang di profil kampus serta gerbang depan kampus." Lihatlah betapa lihainya Perth mengarang indah. Dan itu akan terjadi jika mereka bersedia.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Abyss : PerthSanta - The End
FanfictionPerth Tanapon X Santa Pongsapak : Enigma X Alpha ⏩Ghostship Area☠️ ⏩Area dewasa 🔞🔞🔞 ⏩️ABO's Story ⏩MPreg Area ☠️ ⏩Typo dan kata yang hilang bertebaran 🙏 Finish : 25 Oktober 2024