Misteri Pohon Kematian 5

94 17 0
                                    

POHON rindang dan tempat gelap bukan saja menjadi incaran setan, tapi juga menjadi incaran sepasang insan yang sedang kasmaran.

Menurut Sammon, pohon rindang yang menjadi sasaran asmaranya bersama Linda malam itu bukan pohon yang angker dan dihuni banyak hantu. Pohon yang terpilih sebagai sarana pengungkap kisah kasih mereka adalah pohon yang menjadi obyek penelitian para mahasiswa pertanian, seperti pohon-pohon besar yang ada di sekitarnya.

Karenanya, mereka sama sekali tak merasa takut berada di bawah pohon tersebut, pada sisi gelap yang tak terkena bias cahaya lampu penerang yang ada. Sebab, di sisi-sisi lain pun banyak yang saling memadu kasih dengan sejuta rayuan di balik pohon besar.

"Kita duduk di sini saja, ya Lin?"

"Di mana sajalah, asal bersamamu aku nggak keberatan. Sam."

"Yang bener nih?"

"Iya...!" sambil Linda tertawa kecil karena dipeluk Sammon dari sisi kiri.

Pipinya dicium mesra oleh pemuda bercambang tipis itu. Debar hati Linda menaburkan bunga-bunga keindahan yang membahagiakan hatinya. la tak merasa malu dicumbu kekasihnya, karena posisi mereka cukup aman dari incaran mata nakal pihak lain.

Bagian depan mereka adalah pagar pohon rambat yang tingginya dua meter lebih. Sementara itu pohon yang mereka gunakan untuk berlindung memiliki bentuk batang menyerupai dinding-dinding penyekat ruangan. Ada tempat yang cukup untuk mereka berdua duduk di atas akarnya dengan sisi kanan-kiri sedikit tertutup dari pandangan umum.

"Sebenarnya sudah lama aku ingin mengajakmu santai disini, Lin. Tapi baru sekarang keinginanku itu bisa terlaksana."

"Kenapa nggak kemarin-kemarin aja kamu bawa aku kemari?"

"Kupikir kamu akan menolak, karena terus-terang saja, pacaran di tempat seperti ini termasuk pacarannya orang miskin."

"Kok gitu sih kamu?"sambil Linda cekikikan mencubit pipi Sam.

"Habis, pacaran di sini sama saja nggak bermodal kan. Kalau pacaran yang elite itu ya di sebuah motel atau di hotel berbintang. Dan, kukira tempat seperti itulah yang kamu sukai selama ini."

"Nggak, ah! Bagiku di mana saja tempatnya asal menyenangkan hati, tetap akan kusukai. Percuma saja kita berada di hotel berbintang kalau kamu nggak bisa menyenangkan hatiku. Sam."

"Begitu, ya?" sambil Sammon semakin merangkulnya dengan mesra.

Tangan pemuda itu merangkul Linda sambil menyelusup ke belahan blus dan menyentuh permukaan dada Linda dengan sesak. Linda memang gadis bertubuh seksi dan berdada membusung sesak. Cukup padat dan besar bentuknya, sehingga terlalu sempit untuk disusupi benda setebal tangan Sammon.

"Biarpun kita cuma pacaran di sini, Sam... tapi kalau kamu bisa menyenangkan hatiku. tetap saja aku bakalan ketagihan nantinya. Ya, nggak....!" senyum dan tawa kecil Linda menghangat di dagu Sammon.

Pemuda itu merasa bangga dan senang hatinya mendengar kata-kata gadis berambut pendek yang memiliki hidung bangir dan mata bundar dengan bibir sedikit tebal tapi sensual itu.

"Di mana pun kita berada, aku tetap ingin berusaha menyenangkan hatimu Linda. Tapi... kasih tahu dong, bagaimana sih caranya supaya aku bisa menyenangkan hatimu?"

"Yaaa.... nggak bikin aku kecewa, itu namanya menyenangkan hatiku."

"Supaya nggak bikin kamu kecewa bagaimana?"

"Penuhi keinginanku dong."

"Keinginanmu apaan sih?"

"Banyak. lih... kamu! Cerewet juga orangnya, ya?" Linda mencubit lembut bibir Sammon Lalu tangannya menggapai kepala Sammon untuk mencium dagu pemuda itu.

18. Misteri Pohon Kematian✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang