Hwara merasa ada yang berbeda dengan keluarganya semenjak kurang lebih satu tahun yang lalu. Sikap Jongho memang tidak berubah padanya, malahan menjadi semakin lengket dan menyayanginya.
Tapi, anaknya, Yeosang. Dia mulai berubah. Bukan berubah yang bagaimana tapi lebih sedikit berbicara dan sedikit berekspresi di depannya. Bahkan Hwara pernah menangis semalaman karna berpikir jika Yeosang menemukan keluarganya yang asli.
"Sayang, aku pergi dulu, baik-baik di rumah okey" Dan Jongho pergi lagi, meninggalkannya sendiri di rumah besar ini.
"Ah tidak apa, masih ada Yeosang" katanya riang sambil berjalan menghampiri kamar anaknya.
Tok tok
Setelah mengetuk pintu, Hwara pelan-pelan membuka kamar Yeosang dan mendapati remaja 18 tahun itu sedang belajar dengan serius.
Ia tersenyum senang memandangi anaknya yang berlipat kali lebih tampan saat serius belajar, di tambah lagi kacamata yang bertengger di hidung mancungnya. Benar-benar seperti dewa dewa Yunani.
"Sedang mengerjakan apa?"
Remaja itu melirik sekilas kemudian kembali fokus pada soal-soal.
"Kimia, dan ini lumayan menyenangkan" Jawabnya ringan.
"Menyenangkan? Hei, otakmu terbuat dari apa sih? Bisa-bisanya pelajaran seperti ini menyenangkan" Perempuan itu berucap tak percaya.
Yeosang mana peduli, dirinya masih terus mengerjakan soal-soal di buku dan terus fokus. Sampai ia menyadari sesuatu.
"Papa mana?" Jujur saja Yeosang selalu merasa lidahnya melilit saat menyebut Jongho dengan kata Papa.
Bahu perempuan itu langsung lesu. "Papamu pergi lagi, entah kenapa Mama merasa akhir-akhir ini dia terlihat berbeda"
"Mungkin Papa berselingkuh"
Hwara memukul belakang kepala Yeosang.
"Bercanda. Astaga, bukankah ini tindak kekerasan?" Sambil mengusap kepalanya yang terasa sedikit sakit.
Tubuhnya sudah tidak kaget lagi saat merasakan lingkaran tangan pada perutnya dan dagu seseorang yang bertengger di pundak. Sudah terlalu terbiasa.
Bisa ia rasakan, Hwara banyak menghela nafas seolah frustasi dan depresi.
"Kamu tau, Yeosang. Mama rasa yang kamu katakan itu benar, kemarin Mama melihat bercak merah di leher Papa" Akunya sedih.
"Mungkin itu bekas Mama yang-"
"Mana mungkin!"
Satu coretan besar tercipta di buku catatannya. Yeosang ingin marah tapi tidak bisa, jadi bagaimana caranya melampiaskan semua ini? Jika saja yang bersalah itu Papanya, mungkin dia bisa sedikit bermain-main. Tapi ini Hwara. Tidak mungkinkan dia berbuat hal gila.
"Kami sudah lama tidak berhubungan, Yeosang. Terakhir itu saat kamu naik kelas"
Yeosang tidak mau tau tapi kenapa Hwara menjelaskannya sejelas itu padanya? Eh, tapi sudah selama itu tidak berhubungan. Kenapa mereka seperti pasangan yang pisah ranjang?
Mata tajamnya mengedari seisi ruangan, menangkap jelas satu kotak rahasia yang sudah ia siapkan sejak lama.
Seringai terukir lebar. "Besok Mama berangkat ke Jepang kan, sampai berapa lama?" Tanyanya basa-basi.
"Mungkin sampai satu bulan, entahlah"
"Sudah memberi tahu Papa?" Gelengan singkat di berikan.
"Aku berencana membuatnya kelimpungan, biar saja. Salahnya melupakan istri sendiri"

KAMU SEDANG MEMBACA
꧁Pᴀᴘᴀ, O'ʀᴇ sᴇxʏ¡꧂ 𝐘𝐞𝐨𝐉𝐨𝐧𝐠 ➪ 𝐀𝐓𝐄𝐄𝐙 ☞︎︎︎ℝ𝔼𝕄𝔸𝕂𝔼☜︎︎︎
أدب الهواة"Tᴀ-ᴛᴀᴘɪ ᴀᴋᴜ Pᴀᴘᴀᴍᴜ, Sᴀɴɢ!" "Sᴇʟᴀᴍᴀ ᴅᴀʀᴀʜᴍᴜ ᴛɪᴅᴀᴋ ᴍᴇɴɢᴀʟɪʀ ᴅᴀʟᴀᴍ ᴅɪʀɪᴋᴜ...ᴀᴋᴜ ʙɪsᴀ ᴍᴇʟᴀᴋᴜᴋᴀɴ ᴀᴘᴀᴘᴜɴ ᴘᴀᴅᴀᴍᴜ" Cᴇʀɪᴛᴀ ᴀsʟɪ : adrstamorey (JoongHwa) ⚠︎ 𝖸𝖾𝗈𝖩𝗈𝗇𝗀 𝖺𝗋𝖾𝖺! ⚠︎ 𝖫𝖦𝖡𝖳 ⚠︎ 𝖦𝖠𝖸 ⚠︎ 𝖡𝖫 ⚠︎ 𝖡𝖷𝖡 𝗗𝗼𝗺! 𝗬𝗲𝗼𝘀𝗮𝗻𝗴 𝗦𝘂𝗯! 𝗝𝗼�...