9

1.1K 170 39
                                    

Cindy dan Jinan menunggu kedatangan Eve beserta kedua orang tua mereka yang sudah tiba di bandara Incheon, Korea dengan tidak sabar. Iya, tepat setelah Eve selesai ujian, dia beserta kedua orang tua Jinan dan Cindy terbang ke Korea.

Eve pun dinyatakan naik ke kelas 5 SD dengan nilai terbaik dan mendapat peringkat ke satu dari ratusan siswa di sekolah nya. Eve menjadi salah satu siswa dengan nilai yang sempurna. Sebagai hadiah Eve langsung bisa terbang ke Korea di hari yang sama dengan hari pembagian rapot.

Dia bahkan sudah mempersiapkan koper nya sendiri sejak tiga hari sebelum pembagian rapot. Rasa rindunya yang membuat dia ingin cepat terbang, dan akhirnya kini dia sudah tiba di Korea tepat pada pukul tujuh malam waktu Korea.

Eve datang bersama orang tua Jinan dan Cindy karena mereka semua ingin mengucapkan selamat kepada Cindy secara langsung atas kehamilan pertamanya. Anak pertama Jinan dan Cindy akan menjadi cucu pertama bagi mereka masing-masing. Jelas itu suatu berita bahagia.

"Mana ya ?."
Cindy bahkan tidak bisa duduk dengan nyaman karena mereka yang dia tunggu belum keluar dari bandara. Cindy dan Jinan memang menunggu di restoran dekat pintu keluar karena nantinya mereka akan sekalian makan malam dahulu sebelum pergi ke rumah sementara di Korea.

Berbicara soal rumah, jadi Jinan sudah menyewa satu rumah untuk mereka tinggali bersama keluarga mereka. Karena sangat tidak mungkin mereka menginap di hotel atau apartemen.

Banyak pertimbangan yang pada akhirnya Jinan memutuskan untuk menyewa rumah sementara selama orangtua mereka ada di Korea. Jika menyewa hotel pasti tidak akan nyaman karena harus keluar masuk kamar dan pastinya tidak leluasa. Maka Jinan dan Cindy putuskan untuk menyewa rumah.

Rumah yang Jinan sewa cukup luas. Berlantai dua dan terdapat sekitar enam kamar tidur dan satu kamar tambahan untuk asisten rumah tangga. Di setiap kamar sudah lengkap dengan kamar mandi, toilet serta walk in closet sehingga bisa di bayangkan seberapa luas kamar di rumah itu.

Tak ketinggalan ada satu dapur bersih, satu dapur kotor, meja bar, dua ruang keluarga di atas dan di bawah. Serta ada kebun di samping rumah, kolam renang di taman belakang, dan ada kebun bunga di teras rumah.

Jika kalian pernah melihat rumah pada drama korea The Heirs, kurang lebih rumah yang Jinan sewa seperti itu. Kalian bisa membayangkan betapa besar rumahnya. Dan tentunya mahal biaya untuk menyewa nya karena untuk satu minggu saja kalian harus mengocek uang ratusan juta. Dan Jinan menyewa rumah itu untuk lima bulan kedepan.

Jinan memang tidak di ragukan lagi soal kekayaan nya. Tak heran Jinan sudah masuk ke dalam orang terkaya se-Asia Tenggara.

Rumah yang Jinan sewa itu juga sudah siap huni, full furniture, bersih, rapi dan nyaman. Jika menyewa rumah itu hanya tinggal membawa baju dan jiwa raga saja. Dan tentunya uang yang banyak.

Jinan duduk diam di kursi restoran sembari memainkan ponselnya. Sedangkan Cindy berdiri sembari terus memperhatikan pintu keluar.

Melihat Eve dari kejauhan saja Cindy sudah tersenyum. Dia sedikit berlari untuk menyusul anaknya.

"Maakkk!!."

"Ipi!!!."

Seperti adegan pada drama sebuah pertemuan setelah sekian lama. Mereka berpelukan sangat erat. Hampir dua minggu mereka tidak bertemu, jelas masing-masing menyimpan rindu yang berat.

Jinan mah santai. Dia berjalan menemui kedua orang tua nya dan kedua mertuanya. Dia lekas menyalami mereka ketika sudah di hadapannya.

"Selamat datang di Korea."
Sambut Jinan setelah bersalaman.

"Jinan, Mama ngga nyangka bisa terbang ke Korea. Mama ngga mimpi kan, Nan ?."
Tanya Gaby yang pertama kali pergi ke Korea.

"Mama ngga mimpi kok. Mama sekarang beneran lagi di Korea."

Love You, Mama CindyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang