22. 🌵Kemana Perginya Emosi Arki?🌵

98 29 6
                                    

"Tes! Tes! Tes! Satu dua tiga!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Tes! Tes! Tes! Satu dua tiga!"

"Ekhem! Oke, gue Arki Faresqi Batara. Gue disini mau kasih pengumuman buat semua angkatan SMA Garwana."

Seluruh siswa dan siswi mulai berbisik-bisik saat mendengar suara Arki yang terdengar dari penjuru sekolah lewat speaker dari ruang siaran radio. Mereka mulai tertarik untuk mendengarkan suara cowok itu.

Sedangkan Mika dengan santainya menyeruput lemon tea di kantin bersama Willa. Willa menoleh kearah speaker yang ada di sudut kantin dengan kernyitan di dahinya. Rasa penasarannya bangun saat mendengar nama Arki.

"Mau ngapain Arki di ruangan siaran radio?" gumam Willa. Lalu, ia menoleh pada Mika. "Mik, dengerin deh. Arki tuh lagi ngomong."

Untuk saat ini Mika agak sensitif saat mendengar nama Arki. Kepalanya panas akibat perkataan cowok itu tadi. Jadinya, Mika tak terlalu menanggapi Willa.

"Kalian semua harus tau, cewek yang bernama Mika Sanjula mulai sekarang adalah pacar gue."

Byurr!

Mika menyemburkan minumannya yang belum sempat tertelan. Willa sontak langsung menghindari air yang keluar dari mulut Mika. Namun, sesaat kemudian Willa geleng-geleng kepala dengan takjub.

"Gila! Arki beneran suka sama lo, Mik. Dia sampe buat pengumuman kayak gitu. Bener kan apa yang gue bilang?"

"Arki bener-bener gila!" Mika memekik kesal, ia menundukkan wajahnya agar tak terlihat oleh orang-orang yang bertanya-tanya siapa Mika. Karena sebagian orang tak mengenal Mika secara jelas.

"Siapa pun yang ganggu atau deketin dia, kalian berurusan langsung sama gue."

"Oh ya, satu lagi. Gue mohon buat semua cewek di sekolah ini jangan penuhi lagi loker gue dengan surat-surat cinta kalian! Sekian dan terima kasih."

Sementara itu, di depan ruang siaran radio, sudah banyak anggota ekskul Broadcasting yang protes karena ruang milik mereka disabotase oleh Arki. Bahkan ketuanya pun sudah memanggil Pak Tarno untuk menghentikan Arki. Karena akses untuk masuk ke ruang siaran radio sekolah itu tidak dimiliki oleh siapapun kecuali anggota ekskul Broadcasting dan para guru.

Arki ini adalah cucu dari donatur terbesar SMA Garwana, jadi semua siswa-siswi segan pada cowok itu kecuali ketua OSIS dan para guru. Makanya anggota ekskul Broadcasting tidak berani menegurnya dengan keras.

Sepertinya, Pak Santo sudah bosan dengan kelakuan salah satu anak didiknya itu. Pak Santo yang di panggil oleh ketua ekskul Broadcasting itu menggedor-gedor pintu ruang siaran.

"Arkiii! Keluar kamu!" teriak Pak Santo.

Arki yang berada di dalam tersenyum puas. Dari ruangan yang terdalam di ruangan siaran, dimana terdapat microphone, Arki memberikan kode untuk mematikan microphone dan speaker-nya pada Nevan yang berada di luar kaca.

EphemeralTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang