Steven merapikan barang-barang penjualanan nya dengan tatapan kosong. Tangan nya bergerak lihai tapi pikiran nya terputar kejadian beberapa jam yang lalu. Saat dia melihat Nora, dengan seorang murid pria. Pria itu terlihat sedang menggoda nya dan seketika itu membuat nya panas.
Steven menghela nafas, mereka baru berpacaran selama tiga hari, mereka berpacaran pun karena Steven takut gadis itu akan melakukan hal yang lebih jauh selain menghajar murid kelas nya.
Tapi sekarang, dia cemburu pada gadis itu. Steven bingung dengan diri nya sendiri. Belum lama mereka saling mengenal atau menjalin hubungan tapi dia sudah merasakan ketidaksukaan jika melihat Nora dengan gadis lain.
"Apa yang akan kau lakukan sepulang kerja, Steven?"
Steven tersentak dan menoleh ke sumber suara, di situlah dia menemukan seorang wanita berkulit gelap dengan rambut keriting nya yang di ikat menatap nya sambil tersenyum.
"Ah, Belly," Steven membalas senyuman wanita itu. "Aku akan pulang ke rumah, bekerja sebagai Guru cukup melelahkan."
Belly mengangguk samar lalu terlihat seperti berpikir. "Kau belum menjawab ajakan makan malam ku. Apa sesusah itu aku mengajak mu keluar, Stevie?"
Steven membuka mulut nya sedikit saat tersadar akan hal itu. "Maaf, Belly, aku tidak bermaksud untuk mengundur-undur waktu nya tapi kau tahu, aku gampang lelah akhir-akhir ini."
Belly tersenyum geli melihat reaksi pria itu, "Aku mengerti, kau bekerja dua kali dalam sehari."
"Maaf, aku sungguh minta maaf. Well," Steven memperhatikan barang-barang nya sudah tersusun rapi dan tinggal di masukkan ke ruang penyimpanan. "Bagaimana jika kita makan malam sepulang kerja?"
"Malam ini?" Belly menaikkan kedua alis nya sedikit terkejut.
"Yah," Steven mengangguk, "Sepulang kerja."
"Baiklah." Belly tersenyum dan membalas tatapan Steven yang juga tersenyum kecil ke arah nya lalu mereka saling diam.
"Di situ kau rupanya," Kedua nya spontan menoleh ke sumber suara dan menemukan seorang gadis dengan Jaket kulit hitam nya memakai jeans panjang. "Aku menunggu mu lama sekali."
"Nora," Steven sedikit terkejut, "Apa yang kau lakukan di sini?"
Nora menaikkan satu alis nya sembari bersandar pada meja kasir Museum, "Kenapa kau tak terima kedatangan ku?" Nora perlahan menoleh ke arah samping.
Seorang wanita berdiri di dekat nya menatap nya terkejut juga sebal. Sedangkan Nora terdiam seperkian detik lalu mulut nya terbuka untuk tertawa.
Steven menatap Belly sekilas lalu memutar meja untuk menghentikan tawa Nora yang begitu menggelegar sampai menarik perhatian orang lain.
"Nora ...," Steven meraih tangan nya.
"Belly Lee, is that you?" Nora masih menikmati kegelian di perut nya.
Sedangkan Steven mengerutkan kening nya merasa heran. Ia lantas menatap Belly yang berdecak kesal dengan sikap gadis di hadapan nya.
"Tunggu," Steven diam sejenak lalu menunjukk Belly, "Kau keluargga Lee?"
Belly menghela nafas, "Aku sudah pernah mengatakan nya saat kita berkenalan."
Steven kembali terdiam di sela-sela tawa keras Nora. Otak nya bekerja dan langsung menyadari. Bahwa Ayah wanita yang mengajak nya makan malam adalah pemilik dari tempat nya bekerja.
"Belly, astaga," Nora mulai menghentikan tawa nya dan menghapus air mata nya. "Ayah menguliahkan mu di kampus termahal Se–Kota London tapi kau memilih kerja di sini?"
