Bunyi dering telepon genggamku siang itu mengusik indra pendengaranku.
Suaranya entah mengapa mengalun merdu dari biasanya.
Itu fikirku.
Dan kupandangi layar itu, kontak tanpa nama sudah tertera rapi disana.
Rasa penasaran mulai muncul dalam sekejap, siapa ia?.
Ku angkat , lalu kudengar suara di sebrang sana.
Suara yang kuyakini adalah pria.
Aku mengenal suara itu.
Suara itu adalah suara pria yang ku tatap satu hari yang lalu.
Ternyata dibalik suara itu.
Ia mengutarakan cinta tanpa ragu.
KAMU SEDANG MEMBACA
BUKAN SURAT CINTA : Sebab luka adalah pelajaran yang paling jujur
PoetrySatu orang seribu kata, dan jutaan ilusi. Ini bukan tentang bagaimana kita memulai, tapi tentang bagaimana aku belajar berterima kasih pada luka yang kau tinggalkan. Karena pada akhirnya, ini memang bukan surat cinta- hanya sisa-sisa rasa yang perl...
